8 Kesalahan Saat Memasak Pasta


  • 8 Kesalahan Saat Memasak Pasta
    Pasta tidak harus dimasak al dente. (Foto: Dok/Pixabay)


    Menghidangkan pasta seperti spaghetti atau makaroni untuk bekal anak, sarapan, atau acara-acara khusus, sering jadi pilihan karena mudah dibuat. Meskipun begitu, mungkin masih ada beberapa masalah yang sering kamu hadapi saat memasak pasta. Misalnya, pasta terlalu lodoh, terlalu kenyal, pasta jadi kering atau sausnya jadi menyusut. 

    Menurut Giovanni dan Antonella Rana, pembuat pasta dari Italia, merebus pasta bukan sekadar mencemplungkan pasta kering ke dalam air mendidih. Banyak orang melupakan detail-nya sehingga sering terjadi kesalahan saat memasak pasta. Berikut beberapa di antaranya: 



    (Baca juga: 8 Resep Mudah dan Praktis Memasak Spaghetti) 


    1. Air rebusannya kurang

    Rasio air dan pasta harus diperhatikan. Setiap 450 gram pasta sebaiknya direbus dengan 3,8 liter air. Jadi kalau kamu memakai panci ukuran 900 gram, isi setengahnya dengan air kalau mau merebus 450 gram pasta. Jika menggunakan air terlalu sedikit, pasta akan menjadi terlalu bertepung, begitu menurut Francesca Montillo, penulis buku The 5-Ingredient Italian Cookbook. 


    2. Terlalu cepat memasukkan pasta ke panci rebusan

    Ini kesalahan memasak pasta yang paling sering terjadi. Jangan memasukkan pasta ke panci ke dalam air yang masih dingin, karena akan menambah waktu memasak. Selain itu, teksturnya juga kurang masir. Lebih baik tunggu sampai air sudah mulai meletup-letup, baru masukkan pasta.


    (Masukkan pasta ke dalam panci setelah airnya mendidih. Foto: Dok/Pixabay)


    3. Menambahkan minyak ke dalam air rebusan

    Kadang-kadang orang menambahkan minyak zaitun atau mentega ke dalam air rebusan untuk mencegah pasta menempel satu sama lain. Namun Montillo mengatakan, minyak bisa membuat saus sulit menyatu dengan pasta –entah itu pasta kering atau pasta basah. Kalau pasta sudah dimasak dengan cukup air dan dimasak ketika airnya sudah mendidih dengan gelembung besar, pasta tidak akan menempel.


    4. Tidak memberi garam pada rebusan pasta

    Garam adalah pemberi citarasa pada pasta. Maka, lupa memberi garam menjadi kesalahan memasak pasta yang merugikan. Tambahkan garam dalam jumlah cukup banyak ketika air rebusan hampir mendidih, dan sebelum pasta dimasukkan. “Cicipi rasanya, dan tambahkan garam sampai asinnya seperti air laut,” saran Firoz Thanawalla, chef dan owner Chef’s Satchel, toko penyedia bahan makanan Italia. 


    5. Tidak segera mengaduk pasta

    Rebusan pasta harus diaduk agar tidak lengket satu sama lain, tetapi terkadang kamu menunggu terlalu lama sampai mengaduknya. Pasta cenderung akan menempel satu sama lain justru pada awal proses memasak. Sebab, zat tepungnya terlepas ke dalam air. Yang paling tepat adalah, aduk pasta dalam dua menit pertama saat direbus.


    (Buat saus tomat kamu sendiri, karena terasa lebih segar. Foto: Dok/Pixabay)


    6. Membuang air rebusan pasta 

    Setelah pasta matang direbus, jangan membuang air rebusannya. Menurut Mindy Oh, executive chef dari Mora Italiano in Encino, California, air rebusan pasta justru akan menambahkan citarasa pada masakan. Sisakan sedikit saja air rebusan pasta, lalu tambahkan pada pasta yang sudah dimasak dengan sausnya.

    “Air rebusan pasta bisa menambah sedikit rasa asin, dan air yang mengandung zat pati itu membantu menyatukan saus dan pastanya,” jelas Oh. Air rebusan juga membantu agar sausnya makin konsisten.


    7. Pasta harus al dente

    Tidak semua orang Italia menyukai pasta al dente, yaitu pasta yang sudah empuk tapi masih agak kenyal saat digigit. Di Italia bagian utara, orang menyukai pasta yang lebih lunak, sedangkan di selatan orang suka pasta yang hampir mentah. Jadi, ini aturan baku yang sebenarnya merupakan kesalahan saat memasak pasta.

    “Saran saya sih, ikuti waktu memasak yang disarankan di kemasannya. Kecuali kamu menyiapkan pasta segar, karena hanya butuh sekitar dua menit untuk memasaknya,” ujar Antonella.


    (Keju Parmigiano Reggiano, keju keras yang teksturnya masir. Foto: Dok/ThisIsInsider)


    8. Menyajikannya dengan saus tomat

    Saus tomat (botolan) lebih cocok untuk burger dan makanan kasual lainnya. Sedangkan jika membuat saus tomat sendiri kamu bisa menambahkan bawang putih, bawang merah, daun basil, wortel, seledri, juga garam, merica, dan extra virgin olive oil. Setelah itu baru menambahkan parutan keju Parmigiano-Reggiano (beli yang masih utuh agar tidak kehilangan citarasanya), yang merupakan ciri khas pasta Italia. Untuk membuat saus tomat, pilih tomat matang yang segar, rajangan bawang merah, bawang putih, lalu masak selama beberapa menit. Tambahkan daun basil segar.

    Nah, coba koreksi dulu kesalahan saat memasak pasta ini dan lihat bedanya!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below