5 Cara Mengatur Keuangan Agar Saldo Tabungan Bertambah


  • 5 Cara Mengatur Keuangan Agar Saldo Tabungan Bertambah
    Jika mulai merasa bahwa tiap akhir bulan selalu kepayahan dan utang yang menumpuk, ada baiknya siasati dengan lima cara ini. (Foto: Dok/Pixabay/pexels.com)


    Sebanyak 81,5 persen dari kaum milenial terlibat utang, dan sebagian besar merupakan utang kartu kredit, demikian hasil survei dari Comet. Kamu pun mungkin mengalami utang yang sama. Entah itu untuk liburan, membeli gadget, mentraktir teman sekantor saat kamu berulang tahun, dan lain sebagainya. Tak sedikit yang melakukan pembayaran minimum untuk menyelesaikan utang tersebut. Kalau sudah begitu, kapan kamu akan terbebas dari utang dan mulai menabung? 

    Namun Iva Pawling, CEO dancofounder Richer Poorer, punya cara mengatur keuangan yang realistis untuk kamu. "Semua orang tentu ingin berhemat,” katanya. “Ketimbang mencoba membenahi semua masalah keuangan, lebih baik tekan bagian di mana kamu cenderung mengeluarkan terlalu banyak uang.” Kadang-kadang, pengeluaran kecil seperti ngopi akan menjadi besar jika dilakukan secara rutin. Ya, kan?



    Selain itu, ubah mindset kamu saat mencoba berhemat dan menabung sehingga saldo tabungan kamu cepat bertambah. Lima cara mengatur keuangan ini bisa kamu terapkan:

    (Baca juga: Tips Mengatur Keuangan pada Awal Bulan)

    1. Atur transfer otomatis

    Cara mengatur keuangan yang perlu diubah adalah, baru menabung jika ada uang tersisa di akhir bulan. Yang benar, sisihkan dulu uang kamu untuk ditabung sebelum habis dipakai. Caranya dengan melakukan auto-debet atau auto-transfer sekian persen dari gaji kamu ke rekening khusus tabungan. Dengan cara ini, kamu akan “dipaksa” menabung.

    “Rasanya seperti kamu tidak punya uang untuk dibelanjakan, sehingga kamu akan terbiasa menggunakan uang lebih sedikit dari yang kamu punya,” kata Eurie Kim, general partner di Forerunner Ventures.


    (Belanja online bisa membuat kamu ketagihan dan jadi boros. Foto: Dok/pymnts)


    2. Jadwalkan “Hari Tanpa Belanja”

    Sama halnya ketika kamu mengjadwalkan hari untuk nge-gym, rencanakan dua atau tiga hari tanpa belanja sehingga kamu tidak akan menggunakan kartu debit, kartu kredit, atau bahkan uang cash sama sekali dalam sehari. Itu artinya, menurut Shannon McLay, CEO danfounder The Financial Gym, kamu juga bisa membawa bekal dari rumah, tidak membeli kopi di gerai kopi premium langganan kamu, atau menahan diri untuk tidak berbelanja online. Intinya, kamu hanya mengeluarkan uang untuk transpor ke dan dari kantor.

    3. Hindari godaan

    Mungkin ini cara mengatur keuangan yang paling sulit dijalani. Namun, bergaya hidup nyaman kadang membuat kamu jadi boros. Entah itu membeli kuota internet, berlangganan TV berbayar dan layanan streaming film, keanggotaan di pusat kebugaran, layanan pesan makanan, hingga belanja online. Padahal, tidak semua layanan tersebut dimanfaatkan secara maksimal. Akibatnya, kamu jadi menghabiskan uang secara percuma. Padahal kalau memang tidak perlu, tidak usah berlangganan atau tidak membiasakan diri menggunakan layanan tersebut. Pasti kamu jadi menghemat banyak uang karena menghentikan langganan yang tidak digunakan.

    4. Fokus pada tujuan

    Kamu ingin travelling secara rutin, misalnya, tetapi juga ingin punya rumah atau apartemen sendiri. Mana yang sebaiknya diprioritaskan? Jawabannya bukan, “Membeli rumah adalah kewajiban suami saya nanti”, melainkan mana yang berani kamu korbankan. Kalau kamu ingin sekali lepas dari orangtua, apapun alasannya membeli rumah akan selalu menjadi keputusan yang tepat. Namun kalau kamu merasa travelling selalu memberi kamu kebahagiaan dan wawasan yang baru, menabunglah untuk jalan-jalan. Jika ingin dua-duanya, kamu pun bisa membeli rumah yang lebih sederhana dari yang kamu impikan selama ini.

    Lalu, apapun tujuan kamu menabung, fokuslah pada tujuan tersebut agar kamu bersemangat saat menjalaninya. Tujuan kamu adalah pensiun dini, maka selalu jadikan hal itu sebagai prioritas saat menyisihkan gaji bulanan atau honor tambahan kamu.


    (Layanan antar makanan juga bisa bikin boros, lho. Foto: Dok/Orders2me)

    5. Buat variasi produk investasi

    Ini cara mengatur keuangan yang juga amat perlu diterapkan. Portfolio atau kumpulan aset investasi yang beragam membuat kamu bisa mengambil keuntungan dari berbagai sumber, dan melindungi diri dari masalah keuangan kalau salah satu investasi kamu gagal. Karena itu kalau memang punya dana cukup, hindari mengalokasikan sumber dana yang sangat besar ke satu jenis investasi saja. Sebaiknya, sebarkan menjadi beberapa produk investasi seperti saham, reksa dana, obligasi, hingga properti dan barang koleksi.

    Nah, manakah dari berbagai cara mengatur keuangan ini yang sudah kamu jalankan?

    (dariberbagaisumber/hermoney/glamour)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below