53 Lagu Tahun 2000'an yang Sering Dikira 90'an


  • 53 Lagu Tahun 2000'an yang Sering Dikira 90'an
    Karena rilis di awal tahun 2000'an, lagu-lagu ini sering dimasukkan dalam list lagu 90'an. Baca artikel ini dan jangan sampai salah lagi, ya (Foto: Dok. Pexels.com)


    Kalau kamu sudah baca artikel sebelumnya tentang 38 lagu 90'an yang mungkin kamu lupa, sekarang Her World mau kasih list baru mengenai early 2000's songs yang malah sering dikira lagu 90'an gegara timeline yang terlalu dekat. Padahal kalau lebih teliti, lagu-lagu tahun 2000'an punya karakter yang jauh berbeda dari tahun sebelumnya, lho.

    Di tahun ini, genre musik tiba-tiba beragam. Mulai dari Rap, Pop-rock, Punk, Emo, Post-grunge, Punk-rock, hingga Alternative, rasanya cukup membuktikan bahwa salah satu masa kejayaan musik dunia ada di tahun ini. Ketika tahun 90'an saluran televisi dan radio (khususnya MTV dan V Chanel) didominasi oleh Boyband dan Girl groups, di tahun 2000'an justru tontonan sehari-hari dibanjiri oleh ratusan grup musik dengan nada-nada baru yang belum pernah ada sebelumnya.



    Sebenarnya ada sih, tapi karena musik-musik semacam itu sifatnya masih sangat "underground" dan "garage", penikmatnya pun bisa dikatakan amat terbatas.


    (Baca juga: 10 Lagu Klasik Pernikahan)


    (Foto: Dok. Pexels.com)


    Nah, masuk tahun 2000'an, era millenium pun dimulai di mana kebebasan dan komerisalisasi jadi salah satu agendanya. Mulai dari kebebasan bersuara hingga berkreasi, semua tidak dibatasi lagi oleh norma-norma yang sebelumnya dirasa mengekang. Begitu pun dengan komersialisasi musik lewat chanel-chanel televisi. Band-band underground pun akhirnya berani muncul ke permukaan dan malah didorong oleh industri untuk bisa menelurkan abum-album yang sifatnya menjual.

    Positif negatifnya tentu ada. Musik tahun 2000'an jadi sangat berkarakter, bold, lebih kaya, dan lebih bisa merepresentasikan kepribadian masing-masing pendengar sehingga siapa saja tinggal menyesuaikan musik yang dirasa lebih pas dengan selera. Tapi di samping itu, genre musik jadi harus sejalan dengan fashion dan improvisasi lagu yang tidak murni lagi. Kontroversi pun mulai muncul terutama pada musik-musik underground tadi. Punk, Hardcore, dan Emo misalnya, jadi sangat jauh dari prinsip dasar karena harus menggapai target pasar. 

    Nada-nada Hip-Hop, R&B, dan Pop juga makin digalakkan untuk mereka yang kurang bisa menikmati noisy tunes. Jadi semua orang bisa menikmati musik tanpa terkecuali. Tidak suka A, masih ada B, C, dan D. Suka B, C, dan A, D tak usah didengarkan. Bahkan kadang, A, B, C, dan, D harus didengar juga karena kita harus menunggu sampai lagu favorit diputar. Tak bisa di skip! Hiks. Tapi justru karena itu pengetahuan musik kita jadi kaya dan mau tak mau jadi hapal juga lagu yang bahkan tak disuka, at least bagian reff nya.



    (Foto: Dok. Pexel.com)


    Agenda tersebut pun berhasil! Hampir semua anak muda ingin jadi anak band! Minimal band sekolah. Ini yang kemudian menjadikan generasi late 90's dan early 2000's disebut Generasi MTV karena semua remaja bak dibuat mabuk setiap hari dengan musik baik via televisi atau radio. Tiada hari tanpa dua media itu karena internet pun belum ada. Jadi sumber hiburan utama memang hanya itu dan semua anak muda rela menghabiskan waktu demi menunggu lagu favoritnya diputar.

    Tahu yang paling membahagiakan? Ketika tahu band atau penyanyi favorit kita tiba-tiba mengeluarkan lagu baru. Wow! Nothing beats the excitement!

    So! Tanpa perlu berlama-lama, berikut adalah 53 lagu tahun 2000'an untuk kamu yang sedang rindu. Ingat, ya! Jangan sampai salah lagi. Ini bukan lagu 90'an. HihihiLet's get it on! ;p


    1. Sugababe (Round Round)

    Sering disangka berumur pendek karena lagunya yang sering terdengar hanya dua, grup wanita asal Inggris yang terbentuk pada tahun 1998 ini nyatanya lebih dikenal di negara lain dibandingkan di Indonesia. Yeap! Round Round (2002) dan Overload (2000) adalah lagu yang paling sering diputar di sini dan sekarang kerap dimasukkan dalam hits lagu 90'an yang punya nada nostalgis. Hiks! Padahal kan bukan.




    2. Kelis (Milkshake)

    Sempat amat melejit di jamannya dan punya lirik agak senonoh, Milkshake memiliki nada catchy yang tak mudah dilupakan. FYI, lagu bergenre R&B Contemporer ini resmi dirilis pada tahun 2003, lho. Jadi yang suka menganggap ini dari tahun 90'an, maaf kamu salah besar.




    3. Missy Elliott (Work It)

    Bergenre Old school Hip Hop, Dirty Rap, dan Hyphy yang dirilis tahun 2002, lagu ini sempat dapat banyak penghargaan karena nadanya sangat enak. Ada banyak suara yang dimasukkan mulai dari suara gajah, lonceng, dan lain sebagainya. Bahkan sampai sekarang, lagu ini masih sering diputar di night clubs, kelas cheerleading, dan kelas dance di seluruh dunia. Missy Elliott is irreplacable! I mean it.



    4. Eve (Who's That Girl)

    Masih satu genre dengan Missy Elliott, Eve mengeluarkan lagu Who's That Girl di tahun 2001 dan langsung banyak disukai. Bahkan, ia langsung diajak berduet dengan banyak penyanyi ternama di masanya di mana salah satunya adalah pada lagu Let Me Blow Ya Mind (2001) yang dinyanyikannya bersama Gwen Stefani dan Gangsta Lovin' yang dinyanyikan bersama Alicia Keys (2001).




    (Baca juga: 42 Lagu Paling Romantis Untuk Pernikahan Anda)


    5. Atomic Kitten (Tide is High)

    Dibentuk pertama kali pada tahun 1998, grup musik asal Liverpool ini mulai besar namanya di kancah Internasional sejak lagu Tide is High mondar-mandir di MTV dan V Chanel pada tahun 2001. Padahal di tahun 2000, lagu See Ya dan Eternal Flame hasil cover dari band The Bangles sudah dibuat video klipnya diikuti oleh If You Come To Me (2003). Lalu kenapa yang dikenal pertama malah Tide is High, ya? Entahlah.




    6. Blaque (As If)

    Penggemar film Bring It On pasti tahu lagu ini! Dibawakan oleh grup musik bergenre Contemporary R&B dan Pop asal Amerika bernama Blaque, lagu yang rilis tahun 2002 ini langsung diidolakan remaja wanita di masa itu. Nadanya yang lovely dan ringan sangat cocok untuk didengarkan kapan saja. Bahkan lagu ini juga enak untuk dipakai menari para anggota cheerleaders atau dance di masanya. Tentu saja! Bring it On sendiri kan film tentang kompetisi cheerleaders. Makanya lagu ini jadi soundtrack nya. Sayangnya usia ketenaran mereka memang sangat pendek. Jadi namanya pun lekas hilang ditelan waktu.




    7. Destiny's Child (Survivor)

    Well, siapa yang tak tahu grup bergenre R&B ini. Dibentuk tahun 1997 di Houston, Texas, Amerika, Destiny's Child mengawali kariernya dengan debut album remix pertama mereka yaitu No, No, No di tahun 1998 yang langsung menduduki urutan pertama dalam Billboard Hot R&B Singles & Tracks dan nomor 3 dalam Billboard Hot 100.

    Nah, di tahun 2000'an ini lah mereka makin meroket dengan album Survivor (2001) di mana lagu-lagu seperti Bootylicious, Independent Women, Brown Eyes, hingga Emotion jadi bagian di dalamnya. So, siapa yang masih menyangka kalau  kebanyakan dari lagu-lagu mereka masuk jajaran tahun 90'an? Huh, salah.




    8. Kelly Rowland feat Nelly (Dilemma)

    Dirilis secara resmi pada tahun 2002 selepas hengkang dari Destiny's Child, lagu ini kerap jadi tembang kenangan bagi para generasi 90'an. Untuk jadi lagu memori sih sangat tidak salah. Cuma tahunnya saja yang harus diperhatikan. Memang orang sering tertipu, kok. Dikira ini ada di MTV pada akhir tahun 1999, padahal malah tiga tahun setelahnya.




    9. Las Ketchup (Asereje)

    Saking tenarnya, Asereje sempat dijuluki sebagai lagu pemuja setan karena liriknya tak jelas dan tariannya super aneh. Dirilis tahun 2002 oleh trio penyanyi asal Kordoba, Spanyol, Asereje pun jadi sangat fenomenal di masanya. Ada yang masih ingat? Kalau ditanya genre, sih bisa dibilang lagu-lagu mereka masuk dalam golongan Pop Music/Latin Pop.



    10. M2M (Don't Say You Love)

    Di awal tahun 2000an, duet Marion Raven dan Marit Larsen asal Norwegia nyatanya sukses merebut hati banyak orang lewat lagu-lagunya yang easy listening dan punya tema teenagers yang kuat. That's why genre nya pun sering disebut sebagai Teen Pop.

    Persis di tahun 2000, lagu perdana mereka yaitu Don't Say You Love Me bahkan langsung dijadikan soundtrack dari film Pokemon The First Movie. Hebat, kan. Setelah itu, lagu-lagu lain dalam albumnya pun ikut tenar seiring dengan video klip mereka yang juga terus diproduksi. Mulai dari Mirror Mirror. Pretty Boy, hingga The Day You Went Away, semuanya enak! 



    11. t.A.T.u (All The Things She Said)

    Grup musik duet asal Moscow, Rusia, ini merilis All The things She Said pertama kali di tahun 2002. Pernah cukup terkenal di jamannya, usia ketenaran t.A.T.u yang mengusung genre Pop, Pop rock, dan Europop ini ternyata cukup panjang yaitu sampai tahun 2014. Padahal kita di sini hanya dengar dua saja lagu mereka yang paling familiar di mana satu lagi adalah All About Us. Selebihnya apa, ya?




    12. P!nk (Get The Party Started)

    Dengan gaya Punk & R&B yang khas, penyanyi bernama asli Alicia Beth Moore ini sesungguhnya memiliki lagu-lagu bergenre Pop, Pop Rock, dan R&B sepanjang perjalanan kariernya. Mengawali semua pencapain hidup dengan lagu You Make Me Sick yang dirilis pada tahun 2000, nyatanya Get The Party Started lah yang paling mencuri hati setelah dimunculkan pada tahun 2001. Terbilang memiliki kinerja yang panjang, sampai saat ini P!nk masih punya lagu baru yang dirilis awal Januari 2018 lalu, yaitu Beautiful Trauma. Wow! That's the spirit!




    13. Shakira (Whenever, Wherever)

    Sering disebut penyanyi 90'an, nyatanya Shakira baru memulai kariernya di kancah musik dunia pada tahun 2001. Di tahun 1900an memang ia sudah menyanyi, tapi masih berbahasa Kolombo dan belum masuk dalam world chart. Nah, di tahun 2001, akhirnya ia pun sukses memperkenalkan lagu pertamanya yaitu Whenever, Wherever. Sejak itu, namanya langsung mengangkasa karena suaranya dianggap seksi, tubuhnya dianggap aduhai, dan tarian latinnya memanjakan mata. Menegangkan kalau ditonton pria dan membuat iri saat dilihat wanita. She's like a queen of belly dancing who has a perfect body!




    14. Avril Lavigne (Complicated)

    Muncul di tahun 2002, lagu Complicated segera disusul dengan Sk8er Boi yang tak perlu menunggu lama untuk langsung diterima oleh masyarakat. Wanita kelahiran 27 September 1984 pengusung genre Pop Punk, Pop Rock, Alternative Rock, & Post-grunge ini bahkan masih meneruskan karier musiknya sampai tahun 2018 kemarin dengan lagu Head Above Water. NIce




    15. Vanessa Carlton (A Thousand Miles)

    Siapa yang masih sering menyangka lagu ini muncul di tahun 90'an? Pasti banyak, kan! Padahal sebenarnya lagu ini dirilis tahun 2002, lho. Denting piano di awal lagu yang khas dan masih teringat sampai saat ini memang terasa punya kedekatan nada yang sama dengan tren lagu di tahun 90'an akhir. Let say seperti lagu Torn milik Natalie Imbruglia misalnya. Am I right?

    Sejak lagu ini pula akhirnya Counting Crows mengajaknya berkolaborasi dalam lagu Big Yellow Taxi yang dirilis pada tahun yang sama. AhOldies but goodies.




    16. Counting Crows (Big Yellow Taxi)

    Faktanya, grup musik asal Amerika ini sudah cukup lama berkarier di dunia musik yaitu sejak tahun 1993. Namun, lagu Big Yellow Taxi ini lah yang kemudian membawanya pada kemashyuran di seluruh dunia pada tahun 2002. Lalu, percayakah kamu kalau sesungguhnya aliran musik asli mereka adalah Rock? Her World kok sulit mencernanya ya.  Menurut kami malah antara Country & Folk. Tapi kalau ingat Accidentally in Love yang rilis di tahun 2004 (OST. Shrek 2), sepertinya memang mereka punya genre Rock. Hmmm.....  Apa saja lah yang penting enak dan selalu menyenangkan saat didengar. Superlove!




    17. Nelly Furtado (I'm Like a Bird)

    Masuk dapur rekaman di tahun 1999, lagu ini resmi diperdengarkan pada tahun 2000. Tak banyak yang tahu memang karena masih sangat awal dan nuansa 90'annya juga masih kental. Tak lama, Turn Off the Light pun ikut dirilis diikuti dengan Forca dan Powerless di tahun 2003. Nelly Furtado ternyata betul-betul produk 2000an asli! Her World pun sempat salah sangka. Huft..




    18. Jennifer Lopez (Love Don't Cost a Thing)

    Masih belum mengubah namanya menajdi J.Lo, Jennifer Lopez merilis Love Don't Cost a Thing tepat di tahun 2001. Padahal selama ini lagu ini sering dikira masuk dalam tangga lagu 90'an. Mungkin karena namanya belum berubah dan nadanya masih sama seperti lagu sebelumnya yaitu If You Had My Love yang keluar lebih dahulu pada tahun 1999.



    19. Michelle Branch (Everywhere)

    Penyanyi asal Arizona, Amerika Serikat, ini disebut-sebut punya darah Indonesia dari sang nenek. Ini lah yang membuatnya sangat diidolakan oleh pencinta musik Tanah Air pada masanya. Merasa bangga luar biasa, pelantun lagu Everywhere yang rilis pada tahun 2001 ini akhirnya sempat diajak berkolaborasi dengan Santana pada lagu Game of Love di tahun 2002. Sangat enak untuk didengar dan amat nostalgis jika diputar lagi sekarang. Sayangnya orang sering menganggap ia adalah penyanyi tahun 90'an. Huhuhu.




    20. Sophie Ellis Bextor (Murder on The Dance Floor)

    Jujur, Her World sendiri sempat tertipu dengan lagu ini. Dulu kami kira ini lagu dari lorong waktu 90'an karena sering dijadikan lagu pengiring saat pesta sekolah di masa lalu. Eh, ternyata salah total. It's a major failed karena Murder on the Dance Floor baru dirilis tahun 2001 diikuti dengan Take Me Home di tahun yang sama. 



     

    21. Nicole Kidman ft Robbie Williams (Something Stupid)

    Meski lagu ini merupakan lagu cover dari Andy Williams yang rilis pertama kali di tahun 1967, namun adakalanya di tahun 2000an awal, lagu ini jadi nada paling romantis yang sering dipakai untuk dimasukkan dalam mixtape yang dibuat khusus untuk gebetan atau pacar pada saat valentine atau sekedar surprise gift yang bikin deg-degan.

    Yes, pasalnya lagu yang dinyanyikan ulang oleh Nicole Kidman dan Robbie Williams ini dirilis tepat pada tahun 2001 saat lagu-lagu romantis bernada manis sudah jarang dibuat. Tak heran penyukanya langsung banyak. 



    Mau dengar aslinya? Boleh! Ini dia.


    22. Oukast (Hey Ya!)

    Duo penyanyi Hip Hop asal Amerika ini  sudah terbentuk dari tahun 1992. Namun karena belum mendunia, mereka pun baru dikenal setelah lagu Hey Ya! mulai diputar berkali-kali di TV dan radio pada tahun 2003. Punya genre yang beraneka macam mulai dari Alternative hip hop, Southern hip hop, Funk, sampai Contemporary R&B, nyatanya lagu mereka memang punya tipe menyenangkan saat didengar. Membuat siapa saja ingin segera menggerakkan badan sambil ikut bernyanyi. Cocok untuk jadi lagu pesta!




    23. Blue (All Rise)

    Well, ini cukup unik,. Karena di saat industri boyband hampir mati, Blue malah baru muncul di tahun 2001 dengan lagu mereka All Rise yang kemudian diikuti oleh If You Come Back, Best In Me, hingga U Make Me Wanna. Mungkin ini yang selalu bikin mereka disangka grup musik dari tahun 90'an. Soalnya karakter musik dan grup nya sangat mencerminkan boyband yang membanjir di tahun 90an, sih. Memang sengaja telat begitu atau gimana ya? Bingung deh. Untung lagu-lagunya enak dan cukup bisa mempertahankan popularitasnya sampai tahun 2004 dengan lagu Only Words I Know. Ada yang tahu? Her World tidak. Hihihi. 




    24. Ronan Keating (Life is a Roller Coaster)

    Ada yang masih ingat lagu ini? Nah, untuk yang tak ingat, lagu ini pernah beberapa kali diputar di radio masa kini dengan embel-embel "nostalgia 90an". Padahal selepasnya dari Boyzone, Ronan Keating merilis Life is a Roller Coaster di tahun 2000 setelah mempublikasi When You Say Nothing at All di tahun 1999




    25. Black Eyed Peas (Where is the Love)

    Saking banyaknya lagu mereka, banyak orang lupa kalau Where is the Love bahkan baru dirilis tahun 2003. Jadi, lagu ini sama sekali bukan lagu tahun 90'an. Diikuti dengan Shut Up dan Hey Mama di tahun yang sama, grup musik beraliran Pop ini bahkan masih membuat lagu terbaru mereka yang berjudul Street Livin' di tahun 2018 lalu. Sama seperti Where is the Love, Street Livin' juga menyiratkan banyak pesan sosial di dalamnya. Great!




    26. Thalia feat Fat Joe (I Want You)

    Thalia yang cantik, seksi, dan bersuara indah digabungkan dengan Fat Joe, rapper tenar pada masanya, adalah sebuah kolaborasi apik yang sering dikira buah dari tahun 90'an karena telenovela yang dibintangi oleh Thalia mostly memang muncul di tahun 90'an. Siapa yang terbayang Rosalinda, Marimar, dan Maria Cinta yang Hilang saat melihat video klip nya dulu? Mengakulah tak usah malu ;p  




    27. Craig David (Fill Me In)

    Penyanyi bersuara lembut asal Inggris yang punya genre lagu R&B, UK Garage, Hip Hop, dan Dance ini tetiba meroket namanya sejak lagu Fill Me In dirilis tepat pada tahun 2000. Dengan mengusung nada calm dan sedikit soul, lagu ini sering dikira lagu 90'an sampai sekarang beserta lagu lainnya seperti Walking Away, 7 Days, Rise & Fall, dan Hidden Agenda.




    28. Christina Milian (When You Look at Me)

    Sering dikira lagu 90'an, When You Look at Me yang rilis pada tahun 2001 ini malah jadi sering terlupakan padahal nadanya sangat catchy. Dinyanyikan oleh penyanyi asal Maryland, USA, Christina Milian juga punya lagu andalan lain yaitu AM to PM yang keluar di tahun yang sama. Genrenya pun tak berbeda dengan penyanyi lain di jamannya  yaitu R&B, Hip Hop, Pop, dan Dance.




    29. Eminem (The Real Slim Shady)

    Kemunculannya pertama kali membuat dunia terkejut karena keberaniannya berkata-kata super kasar di hampir tiap lagu yang ia nyanyikan. Penyanyi rap bernama asli Marshall Bruce Mathers kelahiran tahun 1972 ini sampai sering dicekal dan lagu-lagunya disensor karena punya lirik kontroversif yang dianggap bisa membawa pengaruh buruk bagi pendengarnya. Diketahui punya masa kecil kurang bahagia dan cenderung sangat kelam, ia mengaku banyak menjadikan deret kenangan pahit tersebut jadi inspirasi dari lagu-lagunya yang selalu ia tulis sendiri.

    Meski banyak yang tak menyukainya, terutama industri dan orangtua yang selalu deg-degan saat anaknya mendengar lagu-lagu Eminem, pria berusia 47 tahun ini diakui sebagai Rap God (sesuai dengan judul lagunya yang dirilis tahun 2013) karena bisa nge-rap dengan sangat cepat dan membuat siapa pun ternganga. So, untuk lagu The Real Slim Shady sendiri merupakan lagu pertama yang paling dikenal orang dan berhasil rilis pada tahun 2000.



    Untuk yang ingin dengar versi tercepat ia bernyanyi, simak lagu ini mulai dari menit ke 4:25. Crazy!



    30. Sugar Ray (Answer The Phone)

    Bertransformasi dari band biasa jadi band seru yang mengawinkan banyak genre di tahun 2000'an yaitu Alternative rock, Pop rock, Punk rock, Alternative metal, Funk metal, dan Nu metal, Sugar Ray hadir dengan nada-nada tak biasa yang menyenangkan didengar baik oleh remaja wanita dan pria. Setelah sukses dengan Every Morning dan Someday yang cenderung bernada tenang di tahun 1999, mereka hadir dengan musik yang lebih keras dan intens di tahun 2001. Sebut saja Answer The Phone dan When It's Over. Sebenarnya ada juga lagu Falls Apart yang sedikit noisy di tahun 1999. Namun mereka tampak lebih bersemangat di tahun 2000'n ke atas dalam membuat lagu-lagu yang powerful. Cool




    31. Sum 41 (In To Deep)

    Masuk ke musik-musik keras, ada Sum 41 yang sangat terkenal dengan lagu In To Deep yang rilis di tahun 2001. Yeap! Di tahun ini memang hard music sedang makmur-makmurnya dan banyak melahirkan band baru yang luar biasa bagus dan jadi insipirasi untuk band-band baru di seluruh dunia. Sum 41 sendiri punya aliran yang terbilang semarak yaitu Punk rock, Pop punk, Skate punk, Alternative rock, Alternative metal, dan Melodic hardcore. So, mereka sama sekali bukan produk tahun 90'an karena karakternya sangat 2000'an awal di mana bisa didengar dari musik mereka yang meski terkesan berisik tapi masih bisa dinikmati.




    32. Simple Plan (I'd Do Anything)

    Memulai debutnya dengan lagu Perfect, album perdana grup musik asal Kanada yang diberi judul No Pads, No Helmets...Just Balls ini langsung laku keras saat dilansir tahun 2002. Di sini, mereka punya 4 lagu andalan yaitu Perfect, I'd Do Anything, I'm Just a Kid, dan Addicted. Genre mereka pun sama semaraknya dengan lagu-lagu yang selalu dibawakan, yaitu Pop Punk, Alternative Rock, Pop Rock, Emo, dan Power Pop. FYI, lagu I'd Do Anything ini dipakai untuk saoundtrack film Hot Chick, lho. Ada yang masih ingat?




    33. Blink 182 (The Rock Show)

    Meski telah menelurkan album dari tahun 1999 di mana All The Small Things jadi salah satu andalannya, namun The Rock Show yang sering dimasukkan dalam list lagu 90'an ini nyatanya baru keluar di tahun 2001. Setia pada genre Punk pop, Rock alternatif, Punk rock, dan Skate punk, Bahkan lagu-lagu Blink 182 punya keunikan sendiri di mana memiliki slow and romantic tunes di tengah-tengah nada kerasnya yang bisa didengar dalam I Miss You. Sebuah karakter khas yang selalu dirindukan oleh para penggemarnya.



    34. Linkin Park (Crawling)

    Dibentuk di California, Amerika pada tahun 1996, band tempat Chester Bennington dan Mike Shinoda tergabung ini punya genre Alternative rock, Nu metal, Alternative metal, Rap rock, dan Electronic rock yang terbilang sangat keras namun masih bisa dinikmati baik oleh para wanita sekali pun.

    Nah, mungkin karena sudah terbentuk dari tahun 1996, maka lagu-lagu mereka juga sering dianggap jadi bagian dari deret 90's hitlists. Padahal lagu pertamanya, Crawling, saja baru muncul di MTV pada tahun 2000 dan masuk dalam album Hybrid Theory di tahun yang sama di mana di dalamnya terdapat lagu-lagu fenomenal lainnya seperti Papercut, One Step Closer, hingga In The End. Ya, Linkin Park memang tak akan pernah ada gantinya. 




    35. Papa Roach (Last Resort)

    Seperti ditulis di atas, tahun 2000'an adalah tahun kebebasan berkarya, berpendapat, dan pendobrakan norma-norma lama yang tadinya dianggap tabu oleh masyarakat dan dunia. Oleh sebab itu, banyak bermunculan musisi yang punya lirik harsh dan penuh dengan swearing words di mana salah satunya adalah lagu Last Resort milik Papa Roach yang dirilis pada tahun 2000 ini.

    Saking kasarnya, bahkan sampai ada dua versi yang diluncurkan. Explicit dan Clean Version. Kalau kamu lebih suka yang mana?





    36. Phantom Planet (California)

    Cukup lama terbentuk di Los Angeles yaitu sejak tahun 1994, band ini baru dikenal secara luas saat menyanyikan lagu California di tahun 2002. Saking suksesnya, lagu ini sampai dijadikan salah satu soundtrack dari drama seri remaja paling laris di masa itu yaitu The O.C. Disusul dengan lagu Lonely Day di tahun yang sama, grup musik beraliran Alternative rock, Garage rock, Pop rock, dan Power pop ini diketahui tak cukup lama berkarier di kancah musik dunia. Ya, mungkin di Amerika sana cukup lama, ya. Tapi kalau di ndonesia sih sepertinya tidak,



    37. Matchbox Twenty (Unwell)

    Masuk pada musik-musik keras yang suka menyisipkan nada-nada manis hingga pilu di dalamnya, ada Matchbox Twenty dengan lagu Unwell yang rilis di tahun 2002. Bergenre Rock alternatif, Post-grunge, dan Pop rock, lagu ini sering dikira lagu 90'an karena lagu mereka sebelumnya yaitu Push dan 3 AM sangat terkenal di tahun 1996




    38. Evanescence (My Immortal)

    Muncul pertama kali di tahun 2000 dengan lagu My Immortal yang menyayat hati, lagu ini langsung jadi turning point bagi para band anyar yang sedang ingin coba mengeksplorasi nada. Evanescence pun seakan hadir bak napas baru yang dibutuhkan oleh dunia musik pada masa itu. Mengusung genre Alternative metal, Gothic metal, Alternative rock, dan Nu metal, bahkan bermunculan banyak penyanyi rock wanita bergaya gothic karenanya. 

    Disusul dengan lagu Bring Me to Life dan Going Under di tahun 2003, lagu-lagu band asal Arkansas ini berhasil menduduki peringkat pertama sebagai lagu yang paling sering dibawakan oleh band amatir sekolah atau tingkat lomba televisi di awal tahun 2000'an. Iya, kan? Apalagi Bring Me To Life. Serasa lagu wajib!




    39. 3 Doors Down (Here Without You)

    Punya genre Post-grunge, Hard rock, dan Alternative rock, lagu-lagu 3 Doors Down sebenarnya sangat romantis meski terkesan amat maskulin. Here Without You contohnya. Ditayangkan dan diperdengarkan untuk pertama kali di tahun 2000, lagu ini berkisah tentang pria yang merasa kesepian setelah berpisah dari kekasihnya. Kalau didengarkan sendiri memang menyedihkan. Apalagi kalau merasa relatable dengan liriknya. Hiks. Melodrama sekali. Well, lagu ini sering dikira lagu dari tahun 90'an juga, lho.




    40. Five For Fighting (Superman)

    Lagi, lagu yang dikira maskulin tapi ternyata manis dan sering bikin sedih kalau didengar saat hati sedang sendiri. Ya! Superman dari Five For Fighting yang rilis tahun 2000 adalah salah satu tembang yang banyak digemari oleh berbagai kalangan baik pria mau pun wanita. Bergenre Soft rock, Heartland rock, Alternative rock, Piano rock, dan Pop rock, lagu-lagunya memang terbilang romantis dan bisa masuk dalam daftar Love Songs. Bagaimana tidak? Coba dengar 100 Years yang dirilis tahun 2004, deh. Manisnya minta ampun!




    41. Gorillaz (19-2000)

    Grup musik kartun pertama di dunia asal Britania Raya yang salah satunya diprakarsai oleh Damon Albarn (Blur) ini sukses mendapat penghargaan dari Guiness Book of Record sebagai Band Virtual Terbaik sepanjang masa. Mereka pun konsisten mempertahankan identitasnya sebagai tokoh kartun meski dalam live concert nya sekali pun. Jadi jangan harap bisa melihat Damaon Albarn menyanyi di atas stage. Karena yang akan kamu lihat tetap sosok kartunnya yang dipasang di sebuah layar besar. Kurang unik apa lagi?

    Nah, lagu 19-2000 yang rilis tahun 2001 ini jadi salah satu lagu perkenalan pada lagu-lagu mereka selanjutnya yang tenar dengan cepat. Sebut saja Clint Eastwood yang dirilis di tahun yang sama. Tak hanya itu, grup bergenre musik  Alternative rock, Electronica, Hip hop music, dan Trip hop ini kariernya juga tak bisa dibilang pendek. Karena sampai tahun 2017 lalu, mereka masih mengeluarkan album berjudul Humanz. Superb!




    42. The Calling (Wherever You Will Go)

    Dibentuk di Los Angeles pada tahun 1996, grup musik beraliran Post-grunge dan Alternative rock ini merilis Wherever You Will Go pada tahun 2001 bersamaan dengan Adrienne yang juga langsung diidolakan banyak orang. Sayang karier bermusik mereka tak terlalu panjang karena gaungnya langsung redup setelah album pertama keluar. Berdasarkan track record sih mereka masih aktif sampai tahun 2004. Tapi sepertinya tak sampai ke Indonesia. Sayang sekali.




    43. Hoobastank (The Reason)

    Again and again. Lagu maskulin berisikan nada-nada pilu penyayat hati. Ah! Memang sedang masanya. So, tak salah jika Hoobastank mengikuti tren tersebut karena terbukti berhasil! 

    Grup beraliran Post-grunge, Rock alternatif, Hard rock, Nu metal, Funk metal, dan Ska punk ini merilis The Reason pada tahun 2003 diikuti dengan lagu lainnya yaitu Same Direction, Out of Control, dan Dissapear. Umur ketenaran mereka di Indonesia pun tak bisa dibilang lama. Karena sesungguhnya, sorry to say, hanya lagu The Reason saja yang terkenal. Lainnya? Hmmmm... Tak pernah dengar lagi, sih.




    44. Creed (My Sacrifice)

    Sebenarnya band ini sudah mulai dikenal sejak tahun 1997, tapi lagu My Sacrifice yang rilis di tahun 2001 bersama dengan One Last Breath lah yang akhirnya membawa mereka pada nama besar yang makin mendunia, khususnya di Indonesia. Mengusung genre Post-grunge, Hard rock, dan Metal alternatif, lagu-lagu mereka juga punya lirik manis dan makna mendalam yang tersembunyi di balik maskulinitas nadanya. Ouch!




    45. Fatboy Slim (Ya Mama)

    Masih ingat lagu bervideo klip rusuh ini? Yes! Fatboy Slim dengan Ya Mama mereka yang sangat fenomenal di tahun 2000. Lebih dikenal dengan judul Push The Tempo, lagu ini punya genre Dance/Electronic yang membuat banyak orang tergila-gila saat itu. Well, lagu dan video musik nya memang sama-sama gila. Lihat saja sendiri. Ada yang kangen?




    46. Audioslave (Like a Stone)

    Grup musik dengan Chris Cornell sebagai lead singer nya ini punya genre cukup beragam yaitu Hard rock, Alternative metal, Post-grunge, Funk metal, dan Alternative rock. Dengan menelurkan lagu Like a Stone untuk album kedua mereka berjudul Audioslave yang rilis pada 19 November 2002 silam, band yang juga memililiki Tom Morello sebagai lead guitarist (dulunya bermain untuk Rage Against The Machine) nyatanya langsung menuai sukses sehingga mampu bersaing dengan band lain bergenre sama. Sayangnya sampai kini lagu Like A Stone masih sering diputar di zona kenangan 90'an. Bagaimana, sih?




    47. The Rasmus (In The Shadow)

    Muncul di tahun 2003, lagu milik grup musik asal Finlandia ini termasuk lagu yang paling disukai remaja pria di jamannya. Sering dijadikan lagu wajib dalam list mixtape yang dipesan dari teman atau CD/kaset kompilasi bootleg, grup musik beraliran Rock, Alternative rock, Hard rock, Soft rock, Alternative metal, Gothic rock, Progressive rock, Pop rock, dan Funk rock ini sayangnya hanya punya satu lagu yang paling diingat oleh banyak orang. Ya, hanya In The Shadow saja. Selebihnya kurang diketaui. Itu pun orang masih sering salah tahun. Dikiranya masuk dalam kalender 90'an. Duh! Puk puk puk..




    48. POD (Youth of The Nation)

    Beraliran cukup keras yaitu Metal Kristen, Nu metal, Rap metal, Metal alternatif, Rock rap, dan Hard rock, POD muncul di tahun 2001 dengan lagu fenomenalnya Youth of The Nation. Diikuti dengan Boom dan Alive di tahun yang sama, nyatanya eksistensi grup musik asal Amerika ini masih bertahan sampai tahun 2018 lalu dengan lagu terbaru mereka yaitu Listening For The Silence. What a headbanger!




    49. Muse (Time is Running Out)

    Langsung mencuri hati dengan lagu Unintended yang rilis tahun 1999, Muse kembali hadir dengan Time is Running Out di tahun 2003. Lagu yang juga paling dikenal dari grup beraliran Alternative rock, Progressive rock, Hard rock, Art rock, Space rock, dan Electronica asal Inggris ini punya tarikan suara yang mungkin agak mirip dengan Suede dan sisa nada 90's Britpop di sedikit aransemennya. Bisa jadi hal itu lah yang membuatnya sering salah masuk kelompok era. Gimana menurutmu?



    50. Limp Bizkit (Rollin')

    Karena sudah tenar dari tahun 1997, Rollin' sering dianggap muncul di tahun yang sama. Padahal, lagu dari grup musik asal Amerika bergenre Nu metal, Rap metal, dan Rock rap ini baru muncul di tahun 2000. Sejak itu, band ini pun makin terkenal dan jadi salah satu band Rock paling besar di awal era millenium.




    51. Dashboard Confessional (Hands Down)

    Salah satu band yang hampir semua lagunya enak adalah Dashboard Confessional. Mengeluarkan single berjudul Hands Down di tahun 2002, grup beraliran Emo, Alternative rock, Indie rock, dan Acoustic music ini juga punya lagu andalan lainnya yaitu Vindicated yang juga amat memorable saat dikenang.


     

    52. The Killers (Mr. Brightside)

    Ini dia lagu yang paling sering nyasar ke kelompok 90'an! Yes, Mr.Brightside milik The Killers yang bahkan baru dirilis tahun 2004. Entah kenapa ia bisa selalu salah kelompok. Mungkin nadanya yang terdengar jadul atau apa, yang pasti lagu dari grup musik bergenre Alternative rock, Indie rock, Post-punk revival, New wave, dan Heartland rock ini lebih sering nyangsang di acara-acara bertema 90'an.




    53. DJ. Sammy feat. Yanou & Do (Heaven)

    Last but not least, diaransemen ulang pada tahun 2002, lagu yang banyak mencuri hati anak muda ini aslinya adalah milik Bryan Adams yang dinyanyikan untuk pertama kali pada tahun 1984. Sangat catchy dan danceable, lagu ini merupakan salah satu yang paling sering diputar di radio dan di request oleh pendengar. Sayangnya, sampai sekarang masih banyak yang menganggapnya produk 90'an. Huh




    Jadi sekarang sudah tahu, kan mana saja lagu yang masuk ke era 2000'an dan bedanya di mana dengan lagu-lagu 90'an. Setelah ini kamu harus lebih teliti apalagi yang ngaku pencinta musik sejati. Harus paham perbedaan nada dan tren di tiap masa supaya bisa memiliah dan memilih lagu dengan tepat sesuai dengan genre dan masanya masing-masing. Oke! Semoga kalian suka dengan daftarnya. Selamat menikmati dan Ciao!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below