A Chat with Putri Tanjung: Cerita 'Creativepreneur'


  • A Chat with Putri Tanjung: Cerita 'Creativepreneur'
    Putri Tanjung mencurahkan seluruh waktunya untuk membuat wadah pembelajaran bertajuk Creativepreneur. (Foto: Insan Obi/HerworldIndonesia)


    Ingin membangkitkan semangat anak muda berbisnis kreatif sekaligus sebagai bentuk women empowerment, her world sempat mewawancara Putri Indahsari Tanjung, 22. Ia pun mencurahkan seluruh waktunya untuk membuat wadah pembelajaran bertajuk Creativepreneur.




    Hai, Putri! Bagaimana awal berdirinya Creativepreneur?

    “Saat berumur 15 tahun, saya diberi kepercayaan untuk membuat acara sekolah. Kemudian berlanjut pada kesempatan untuk membuat pesta ulang tahun. Saya pun sadar bahwa saya senang berorganisasi. Tahun 2014, saya ingin menjadi seorang entrepreneur. Setelah googling untuk mencari seminar tentang entrepreneurship, nyatanya kebanyakan diisi dengan seminar yang kaku dan berjam-jam, ditambah harganya yang mahal. Saya pun melihat ada kesempatan di situ. Karena ada banyak anak muda yang ingin memulai bisnis dan niat belajar tentang entrepreneur, saya pun tertarik untuk membuat seminat dengan materi menarik yang dibawakan dengan fun.”

    Program apa yang diadakan Creativepreneur?

    “Ada program Creativepreneur Talk di mana kita pergi ke kampus dan dibuka secara gratis. Kami juga pernah membuat kampanye Muda Bergerak, Creativepreneur Berjuang, Inspirational Music Festival, dan masih banyak lagi. Proyek terdekat adalah acara tahunan Creativepreneur Corner 2019, talkshow inspiratif yang diadakan di Medan, Malang, Makassar, dan kami akan mengundang para pebisnis sukses untuk membagikan insights.”



    (Foto: Dok. Instagram/@putri_tanjung)


    Kesulitan yang paling terasa saat membangun bisnis ini?

    “Sulit membagi waktu, apalagi karena saya masih kuliah di San Fransisco. Selain itu ada juga kesulitan dana karena saya tak pernah diberikan dana sepeser pun oleh orang tua. Ditambah tanggung jawab yang kian meningkat. Ada cerita lucu, saya pernah meeting dengan klien pada jam 3 pagi waktu San Fransisco. Jadi, saya stand by dengan baju dan riasan rapi kapan pun. Tapi proses inilah yang membuat bisnis ini makin seru.”

    Apa yang menjadi tantangan anak muda dalam berbisnis?

    “Karena sekarang semua serba mudah, jadi banyak anak muda yang maunya serba instan. Padahal proses jatuh bangun itu banyak dan harus dipelajari. Niatan untuk memulai dengan serius memang jadi tantangan, setidaknya itu yang saya rasakan. Selain itu, mental kita juga akan ditantang karena penolakan sudah jadi hal biasa.”

    Lalu, bagaimana cara menghadapinya?

    “Bagi saya, penolakan sudah jadi makanan harian. Tapi saya selalu mengingat tujuan awal memulai bisnis tersebut. Bagi saya dulu, tujuan awal adalah demi pembuktian ke diri sendiri bahwa saya bisa.”



    (Foto: Insan Obi/Stylist: Rahmi Davita/Asst. Stylist: Stephanie Tanggara/MUA: @dariwulan/Hairdo: @ericklatief19/Wardrobe: Mango, Max Mara, Converse)

    Masih ingat penolakan yang dialami pertama kali?

    “Pernah! Ada satu pembicara yang ingin kami undang, jadi saya dan tim mengunjungi kantornya dengan harapan untuk bertemu. Setelah menunggu berjam-jam di pos satpam dengan keadaan cuaca hujan, beliau tidak keluar dari ruangannya, padahal kita tahu beliau ada di dalam.”

    Bagaimana cara Putri menyeimbangkan work and social life?

    “Jujur, saya selalu menanyakan hal ini pada setiap pembicara yang saya temui karena saya masih belum bisa menyeimbangkan kehidupan sosial dan karier saya. Untungnya, saya bekerja dengan sahabat-sahabat jadi setidaknya saya bisa bekerja sekaligus bersosialisasi. Tapi saya sadar harus segera mempelajari cara untuk menyeimbangkannya. Beruntungnya lagi, saya punya ibu yang selalu mengingatkan bahwa saya juga harus meluangkan waktu untuk teman dan keluarga.”

    Seperti apa ‘me time’ ala Putri Tanjung?

    “Di rumah, ngobrol dan nonton bersama teman-teman atau sekadar pijat!”



    (Foto: Dok. Instagram/@putri_tanjung)


    Nama Putri sering dikaitkan dengan nama besar ayah, pendapatmu?

    “Dulu sempat kesal hingga akhirnya hal itu bisa memicu saya membuat Creativepreneur. Tapi pada akhirnya saya sudah lebih bisa ‘menerima’ karena beliau memang ayah saya dan bagaimana pun namanya pasti akan dibawa-bawa juga. Sekarang saya jadi lebih semangat, rasanya ingin membanggakan Bapak dengan terus berkarya dan bisa jadi pembelajaran untuk diri sendiri. Action speaks louder than words. Semoga karya-karya saya bisa terus diterima dan bermanfaat bagi anak-anak muda.”

    Bapak sering memberikan insight dalam berbisnis?

    “Lucunya, Bapak tak pernah ikut campur dengan bisnis saya. Mungkin beliau ingin saya belajar sendiri jadi saya benar-benar dilepas dan saya beryukur karena akhirnya bisa merasakan langsung jatuh-bangunnya. Bahkan saat saya ingin meminjam uang demi menambah modal pada tahun 2014, Bapak menolak! Untuk soal bisnis, mungkin kami lebih sering bertukar pikiran. Bapak sangat mendengarkan opini saya dan saya sangat menghormati opini Bapak, walaupun pandangan kami sering banget bertolak-belakang.”

    Ada tip berkarier yang masih dipegang sampai sekarang?

    “Di tengah dunia yang semakin kompetitif, setiap anak muda yang ingin bersaing dan ingin menang harus memiliki entrepreneurship, innovation, dan creativity. Tanpa tiga hal ini, kita tak akan berhasil. Alasan ini juga yang memicu saya membuat Creativepreneur karena setiap orang memiliki ‘racikan’ sukses yang berbeda. Saya mengundang pembicara yang memiliki racikan sukses beragam agar peserta yang hadir bisa membuat racikan mereka sendiri. Intinya, tak ada racikan baku dalam keberhasilan. Semua orang punya kesempatan dan berhak untuk sukses.”

    Sebagai anak muda yang aktif, seperti apa style andalan Putri?

    “Kenyamanan jadi nomor satu dan sebagian besar pakaian saya berwarna hitam. Saya juga senang pakai sneakers karena bisa dipadankan dengan pakaian apa saja dan selalu bisa diandalkan saat beraktivitas sesibuk apa pun.”



    (Foto: Dok. Instagram/@putri_tanjung)


    Apa arti women empowerment menurut Putri?

    “Sebuah gerakan yang sangat penting. Saya berharap nantinya semakin banyak perempuan yang bersatu dan berkolaborasi serta saling mendukung untuk membuat sesuatu demi Indonesia. Dengan begitu, pasti dampaknya akan besar. Saya juga percaya bahwa semua orang berhak sukses. Tak memandang anaknya siapa, gendernya apa, umurnya berapa, tidak menjadi tantangan.”

    Kontribusi terbesar apa yang Putri lakukan bagi pemberdayaan perempuan?

    “Mungkin Creativepreneur belum ada kontribusi yang terlalu besar saat ini, terutama karena kami juga baru mulai. Tapi saya senang karena acara ini sudah bisa menginspirasi lebih dari 60.000 anak muda Indonesia. Saya berharap ajang ini dapat terus menjadi wadah bagi anak-anak muda kreatif lainnya sehingga lahirlah pengusaha-pengusaha muda yang memiliki hati untuk berkontribusi.”



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below