Mencicipi Makanan Legendaris di Festival Kuliner Glodok


  • Mencicipi Makanan Legendaris di Festival Kuliner Glodok
    Untuk menyambut Tahun Baru China 2570, Mal Ciputra Jakarta menggelar Festival Kuliner Pasar Glodok mulai 23 Januari-10 Februari 2019. (Foto: Dok/DiniFelicitas)


    Untuk menyambut Tahun Baru China 2570, Mal Ciputra Jakarta menggelar 'Festival Kuliner Pasar Glodok' mulai 23 Januari-10 Februari 2019.

    Ini kesempatan bagi kamu yang selalu ingin kulineran di kawasan Petak Sembilan, jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat. Soalnya, festival ini sudah mengumpulkan hampir semua kuliner legendaris di kawasan Pecinan tersebut.



    Kira-kira, apa saja kuliner Glodok yang bisa dicoba?

    (Baca juga:  7 Hidangan Khas Imlek, dari Pindang Ikan hingga Manisan)


    1. Locupan Ayam, Bakmi Amoy Glodok

    Booth Bakmi Amoy menjual berbagai menu bakmi, bihun, kwetiaw, juga nasi tim, nasi hainam, dan nasi campur. Namun di sini juga ada menu Locupan Ayam, Bakso, Pangsit, atau Locupan Goreng. Locupan adalah sejenis mi yang terbuat dari tepung beras dan pati jagung. Bentuknya bulat-bulat besar tapi pendek dengan tekstur yang kenyal. Menu ini disediakan dalam porsi mangkuk kecil, dengan irisan ayam jamur.


    (Locupan Ayam. Foto: Dok/DiniFelicitas)


    2. Kuotie Shantung Ling

    Kuotie di jalan Pancoran ini di papan namanya bernama Santong Kuo Tieh & Sue Kiaw 68, Asli Ncek Santong. Kuotie sendiri adalah semacam gyoza, yang diisi dengan campuran daging babi cincang, udang, bawang putih, dan daun kucai. Makannya dicocol sambal bawang yang masih ada rajangan bawang putih, sedikit kecap dan minyak wijen. Seporsi isinya 10 kuotie, tapi kalau kebanyakan kamu bisa pesan setengah porsi saja.


    3. Rujak Shanghai Encim

    Jangan terkecoh dengan nama shanghai di rujak ini, karena sebenarnya itu hanya menunjukkan lokasinya yang di depan Bioskop Shanghai di jalan Pancoran. Penampakan rujaknya juga tidak seperti rujak buah pada umumnya. Bahan yang digunakan adalah kangkung, mentimun, dan sekitar dua genggam potongan ubur-ubur. Bahan-bahan itu lalu dibanjiri saus asam manis yang kental dan taburan kacang. Rasanya unik: manis, segar, sedikit kenyal. Kalau tak mau terlalu manis, mintalah agar saus merahnya dikurangi.


    4. Pisang Goreng Srikaya Ahou 

    Pisang Goreng Polos atau Pisang Goreng Srikaya adalah andalan booth ini. Pisangnya menggunakan pisang kepok nipah asli Pontianak, yang hanya dikonsumsi untuk olahan pisang seperti pisang goreng, keripik pisang, atau bolu pisang. Saus srikayanya dibuat dari rebusan santan, pandan, dan kuning telur hingga menjadi kental. Selai yang warnanya kecoklatan dengan rasa yang legit ini lalu dioleskan di tengah irisan pisang goreng. Selain pisang, ada juga gorengan lain seperti sukun, ubi, dan talas.


    5. Kari Lam Ayam Gang Gloria 

    Kari Lam ini merupakan sajian yang sangat khas, dan jarang ditemui di tempat lain. Semangkuk Kari Lam terdiri atas bihun medan yang tebal-tebal, daging ayam atau sapi (bisa dipilih), jeroan, dan kentang. Yang jadi bintangnya adalah kuah kari yang kental berwarna kemerahan, dengan rasa rempah yang menggugah selera. Kalau kurang kenyang, kamu juga bisa menikmatinya dengan nasi putih.


    6. Sate Kuah Pontianak Bang Anek

    Sate biasanya diolesi dengan bumbu kacang atau kecap, tapi tak ada salahnya kamu mencoba sate yang direndam kuah berempah yang memberi rasa hangat. Kamu bisa memilih sate ayam atau sate sapi, dengan kuah yang kaya akan rasa cengkeh, bunga lawang, dan kapulaga. Tetapi tenang saja, bumbu kacang tetap disediakan kok, dengan potongan lontong dan mentimun.




    7. Ketupat Cap Gomeh Gloria 

    Ini juga salah satu kuliner di kawasan Glodok yang terkenal. Hidangan cap gomeh biasanya menggunakan lontong, tapi kali ini yang dipakai adalah ketupat. Semangkuk kecil Ketupat Cap Gomeh Gang Gloria ini berisi potongan ketupat, sayur labu siam, suwiran ayam kampung, telur, tahu, petai, dan sambal goreng ebi. Kuah santannya seperti kuah opor yang kental dengan warna kuning kecoklatan.


    8. Cakwe Orchard

    Ini dia, cakwe kekinian yang diberi berbagai macam topping manis dan gurih. Ada cakwe choco cheese, balado, telor asin, barbeque, mayones keju pedas, juga green tea. Saya memesan cakwe mayones keju pedas yang katanya menu best seller-nya. Rasanya memang dominan asam, manis, pedas, dan gurih dari kejunya. Yang asyik, meski mayonesnya melimpah ruah, tapi cakwenya tetap garing.


    (Cakwe Orchard. Foto: Dok/DiniFelicitas)


    9. Sekba Bektim 999 

    Bagi penikmat makanan nonhalal, Sekba Bektim ini memang jadi favorit. Isi dasarnya sayur sawi asin, kentang, tahu, dan telur rebus. Kamu bisa menambahkan daging babi, samcan (perut babi), berbagai jeroan seperti paru, jantung, usus, lidah, serta pipi, hidung, dan kulit babi, dengan tambahan harga. O ya, kuah sekba ini terbuat dari kaldu babi yang dibumbui bawang merah, bawang putih, pekak, cuka, dan bumbu ngohiong.




    10. Kedondong Kiamboy

    Es Kopi Tak Kie sepertinya menjadi minuman wajib saat ada festival kuliner. Namun kalau kamu sudah cukup eneg dengan berbagai jajanan tadi, coba nikmati segelas jus kedondong kiamboy. Jus ini tidak hanya menggunakan kedondong, tetapi juga diberi beberapa potong kiamboy (buah plum kering) yang manis dan asin. Hm… segar!

    Nah, mumpung masih seminggu lagi, yuk coba kuliner Petak Sembilan yang legendaris ini.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below