Pesona Batik Tiga Generasi di 'Indonesia's Fine Batik'


  • Pesona Batik Tiga Generasi di 'Indonesia's Fine Batik'
    Pesona Batik tiga generasi di Indonesia's Fine Batik. (Foto:Dok.pitaemas/Instagram)


    Batik merupakan warisan negara yang perlu dilestarikan dan dibudidayakan dari generasi ke generasi. Hal inilah yang akhirnya mendasari terjadinya kolaborasi antara Lions Club Jakarta Pusat Centennial TERRA dengan Pita Emas untuk mengadakan ajang 'Indonesia’s Fine Batik' beberapa waktu lalu.

    Menampilkan koleksi dari tiga generasi, fashion show kali ini diperagakan di Galeri F. Widayanto, Jakarta dengan menggandeng beberapa pecinta dan kolektor batik Nusantara.



    Peragaan ini menampilkan puluhan kain batik cantik, diantaranya batik tulis halus pagi sore milik Widianti Widjaja yang merupakan seorang pembatik generasi ketiga penerus Oey Soe Tjoen, Sutoyo Slamet salah seorang pengrajin batik pekalongan, dan koleksi batik Sapuan yang mengusung cerita serta filosofi unik yang terdapat di balik setiap motifnya.

    (Baca juga: Daftar Promo Khusus yang Ramaikan Hari Batik Nasional) 


    Widianti Widjaja bersama kedua musenya.



    Kain-kain cantik tersebut diperagakan beberapa model diantaranya Anita Ayu, Catherine Liong, Chita Anwar, Deline Wenardy, Dewi Anthy, Ida Pradjonggo, Ine Noor, Inggrid Dwiputra, Judy Uway, Nana Hasmanan, Natalia Kusuma Dewi, Nia Kurnia, Ria Musiawan Sumiko, Terry Wijaya Supit, Trisni Puspitaningtyas dan Yusi Rusfandari.

    Sukses memberikan kesan classy dan elegan, yang menarik perhatian dari rangkaian koleksi kali ini adalah pengaplikasian warna-warna cerah yang tidak biasa seperti merah muda, biru dan ungu. Di samping itu, juga terdapat deretan motif-motif unik seperti merak, pringgodani, dan aneka bunga, diantaranya mawar, seruni, tulip, lotus dan anggrek. Sepertinya, penggunaan warna-warna cerah khas batik pesisiran dengan goresan halus dan detail memang merupakan ciri khas dari batik tulis Oey Soe Tjoen. 


    Koleksi batik Sutoyo Slamet yang diperagakan oleh muse Trisni Puspitaningtyas.


    Koleksi batik Sapuan yang diperagakan oleh muse Dewi Anthy Widaya.



    Lewat kolaborasi karya kali ini, Agnes Pinnar ingin menampilkan koleksi tradisional budaya Indonesia dengan gaya yang berbeda dan tetap relevan dengan kondisi kekinian. Didukung Galeri Keramik F. Widiyanto, Javachic Flowers, Manjusha Nusantara dan Seroja, gelaran peragaan busana ini juga dilanjutkan dengan pelelangan beberapa kain batik yang nantinya hasil penjualan yang terkumpul kelak akan didonasikan untuk kegiatan club yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan.

    Acara ini juga menghadirkan eksibisi kain batik yang masih dapat dinikmati hingga tanggal 31 Januari 2020 di Galeri F. Widiyanto.