Cara Baru Cari Modal Dengan P2P Lending


  • Cara Baru Cari Modal Dengan P2P Lending
    Muncul lagi cara baru untuk mencari modal usaha, salah satunya dengan sistem peer-to-peer lending yang tengah marak saat ini. (Foto: Dok. Pexels.com/freestocks.org)

    Sebagai pebisnis, modal jadi salah satu elemen penting yang dibutuhkan. Bahkan, modal bisa jadi salah satu faktor penentu kesuksesan sebuah bisnis.

    Di tengah kecanggihan teknologi dan maraknya fintech, kini modal bisa dicari dengan lebih mudah. Salah satunya adalah melalui sistem Peer-to-Peer Lending yang secara pesat jadi produk favorit publik. Sebelum mencobanya, mari kenali cara baru cari modal berikut ini.

    Sebelum berjamurnya fintech atau financial technology, mencari modal biasanya harus melibatkan perantara seperti bank, koperasi, jasa kredit, atau pemerintah, di mana prosesnya dirasa lebih kompleks.



    Kini, peer-to-peer lending atau biasa disingkat dengan P2P Lending menjadi cara baru favorit yang digunakan para pebisnis muda. Sistem ini sebenarnya merupakan metode memberikan atau mengajukan pinjaman uang kepada individu atau bisnis yang dilakukan secara online.



    (Pengusaha kini punya alternatif baru untuk peminjaman dana. Foto: Dok. Pexels.com/Kaboompics)

    Konsep P2P

    Pada dasarnya, sistem P2P Lending mirip dengan konsep online marketplace yang menyediakan wadah sebagai tempat pertemuan antara pembeli dan penjual. Sistem ini tentu menjadi alternatif baru yang digemari karena publik bisa mengajukan pinjaman pada orang-orang awam lainnya sehingga istilah “peer-to-peer” pun muncul.

    Menurut Aliyah Natasya, Financial Educator sekaligus Founder Investashe, bisa dibilang P2P Lending menjadi salah satu opsi peminjaman usaha. “Biasanya, para pengusaha membutuhkan biaya modal dalam jangka waktu cepat demi mengejar deadline penyelesaian proyek. Di sinilah P2P memfasilitasi hal tersebut, khususnya untuk SME atau small medium enterprise,” jelas Aliyah.



    (Prosesnya tergolong mudah dan cepat karena bisa dilakukan secara online. Foto: Dok. Pexels.com/Canva)

    Proses pinjaman

    Salah satu keunggulan P2P Lending adalah prosesnya yang mudah. Sebagai peminjam, kamu hanya perlu mengunggah semua dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan pinjaman secara online. Proses ini pun tergolong relatif cepat. Beberapa dokuman yang dibutuhkan berupa laporan keuangan dan tujuan peminjaman.

    Perlu diingat bahwa permohonan kamu bisa diterima atau ditolak, semuanya tergantung dari beragam faktor. Jika permohonan ditolak, kamu bisa memperbaiki hal-hal yang jadi alasan penolakan. Jika diterima, suku bunga pinjaman akan diterapkan dan pengajuan akan dimasukkan ke marketplace yang tersedia sehingga para investor bisa melihat pengajuan kamu.



    (Kemudahan transaksi dan pengawasan jadi kelebihan P2P Lending. Foto: Dok. Pexels.com/bruce)

    Kelebihan P2P

    Proses cepat dan tidak terlalu formal layaknya bank sehingga biaya administrasi lebih terjangkau. Kalau kamu punya reputasi buruk soal peminjaman, kamu bisa menjelaskan alasan di balik hal tersebut.

    Kamu pun bisa meminjam untuk tujuan apa pun selama ada investor yang tertarik. P2P merupakan pinjaman tanpa agunan dan bisa diakses secara mudah melalui smart phone. Transaksi dan pengawasan pun bisa dilakukan secara mobile.


    Kekurangan P2P

    Sebagai peminjam, suku bunga pinjama tergolong lebih tinggi, apalagi saat kelayakan kredit jatuh. Jika telat membayar, jumlah tagihan akan meningkat drastis. Pinjaman pun hanya cocok untuk jangka pendek dan masih ada risiko perusahaan sebagai platform P2P tutup.


    Maraknya aplikasi finansial dengan segala kelebihannya memang kadang membingungkan pengguna, terutama untuk mencari tahu situs atau perusahaan P2P mana yang terpercaya. Namun, Aliyah menyarankan dua hal demi meminimalisir keraguan tersebut.

    Pertama, pilih platform P2P yang sudah terdaftar dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di mana mereka biasanya menyantumkan logo OJK di aplikasi atau situsnya. Kedua, do some research, siapa saja perusahaan P2P di Indonesia dan sejauh mana perkembangan mereka. Reputasi, kepercayaan, dan testimonial adalah kunci.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below