7 Highlight dari Gelaran 'Bali Fashion Trend 2020'


  • 7 Highlight dari Gelaran 'Bali Fashion Trend 2020'
    Memasuki gelarannya di tahun keempat, Bali Fashion Trend 2020 memberi banyak suguhan menarik dan lebih beragam. (Foto: Dok/Rairahmanindra/herworldindonesia)


    Memasuki gelarannya di tahun keempat, Bali Fashion Trend Spring/Summer 2020 hadir dengan beberapa perubahan. Diantaranya satu slot show panjang yang menampilkan sekitar 15-20 desainer dalam satu malam. Selain itu, ada usungan tema sustainable fashion yang patut mendapat apresiasi, di samping beberapa karya yang berhasil mencuri perhatian berkat gagasan yang menarik untuk dikulik lebih jauh. 

    Pekan mode yang diusung Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Denpasar tersebut menghadirkan 35 desainer selama tiga hari perhelatan pada 7-9 November 2019 lalu. Dan untuk kali pertamanya, peragaan busana yang turut didukung Viva Cosmetics, Asia Pacific Rayon (APR), Epson dan APLF Events ini berlangsung di hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua. 



    Apa saja yang menarik dari perhelatannya kali ini? Simak 7 highlight berikut ini: 

    (Baca juga: Gebrakan Peragaan Pembuka di Bali Fashion Trend 2020) 


    1. 35 desainer/label 


    (Koleksi Parapohon oleh Rosie Rahmadi. Foto: Dok/rairahmanindra/herworldindonesia)


    Selain nama-nama desainer yang sudah lama berkiprah di dunia mode tanah air sejumlah nama baru muncul dengan karya yang cukup unik dan patut jadi perhatian. Diantara para desainer yang menampilkan karyanya kali ini, ada Ali Charisma, Sav Lavin, Eny Ming, Rosie Rahmadi lewat label ‘Parapohon’, Emmy Thee, Adith, Yuliana Wu, dan Oka Diputra.

    Di samping itu, tampil juga karya dari Yon Yulizar, Dewi Suarjani, Saffana, Adhikari Kebaya, Angeliqa Wu, Asti Kaleta, Angga Sari, Momo Batik by Ronny, Weda Githa, Syukriah Rusydi, Yenli Wijaya, Alphiana, Hannie Hananto, Ayu Dewi, dan Nuniek Mawardi. Berikutnya, hadir busana rancangan Phillip, Mahdeeya, Lia Hastuti Davies, Arief, Tufiana, Dimas Dwitanto, Neli Gunawan, Kumala, Velika Hartono, Tricia Nataliza, Asia Flow by Anindra Novitasari, Dwico by Dwi Iskandar, Gingersnap Bali, dan Yunita Harun. 


    2. Siswa sekolah mode 


    (Koleksi Arini Nainggolan, dari sekolah mode Instituto di Moda Burgo Indonesia. Foto: Dok/rairahmanindra/herworldindonesia) 


    Selain karya desainer dan label, Bali Fashion Trend tahun ini juga menampilkan sejumlah rancangan dari siswa sekolah mode, seperti Instituto di Moda Burgo Indonesia, Italian Fashion School dan FDP Universitas Ciputra. Tak hanya siswa, Instituto di Moda Burgo Indonesia juga turut menampilkan karya para pengajarnya, termasuk desainer Amot Syamsuri Moda. Di luar itu, berkolaborasi dengan Perth Fashion Festival, hadir juga koleksi dari desainer asal Australia, En Pointe dan 33 Poets. 


    3. Trade exhibition 


    (Trade exhibition oleh APLF Events. Foto: Dok/rairahmanindra/herworldindonesia) 


    Tak hanya mengusung peragaan busana, BFT SS 2020 juga menghadirkan trade exhibition lewat kerjasama dengan APLF yang berbasis di Hong Kong. Pameran ini menampilkan karya dari berbagai label internasional, seperti Wannasu (Thailand), Kitsilver (Filipina), Leaves, Artphere (Jepang), Zambezi Grace (Afrika Selatan) dan lainnya. 


    4. Semangat Sustainable Fashion 

    Sejumlah desainer menghadirkan koleksi yang mengusung semangat peduli lingkungan, entah itu lewat koleksi yang bebas kain sisa, atau pemakaian bahan yang ramah lingkungan. Ali Charisma, misalnya menghadirkan resort wear yang terinspirasi dari suasana santai pantai Bali yang ia sebut rumah, juga surga. Didominasi gaya busana feminin dan warna ivory, koleksi ini memberi detail kerang dan juga bebatuan. Presentasi yang unik dan dramatis turut membuat peragaan busana karya Ali menjadi sorotan. Sejalan dengan semangat 'sustainable fashion', ia juga menuturkan kali ini koleksinya menerapkan zero waste sehingga tak ada kain sisa. 


    (Koleksi Oka Diputra. Foto: Dok/rairahmanindra/herworldindonesia) 


    Masih dengan gaung peduli lingkungan, Oka Diputra membuat kejutan lewat koleksi busana terbarunya. Tak lagi didominasi warna hitam dan merah seperti biasanya, tapi juga penuh warna, seperti biru, dan hijau, Oka menuturkan setiap potongan busana tak ada kain sisa. Sementara, untuk outerwear pria, bahannya diambil dari potongan atau kain sisa dari seragam karyawan hotel yang ia ajak kerjasama. Beberapa desain busana yang dihadirkan Oka masih bernuansa glamor, feminin dan juga sekaligus elegan. 

    Sementara, Rosie Rahmadi yang tahun ini juga menyabet Designer of the Year BFT SS 2020 menghadirkan koleksi untuk pria yang menarik untuk disimak lewat labelnya Parapohon. Untuk koleksi kali ini, ia tidak menggunakan kancing plastik maupun risleting. Fungsi keduanya digantikan tali dari material busana itu sendiri. Terdiri dari kaos santai, celana pendek, celana panjang serta aksesori seperti tas, di peragaan ini, Rosie juga membuat para model berjalan tanpa alas kaki. 

    Di luar itu, Sav Lavin dan Eny Ming mengusung rancangannya dengan menggunakan bahan dari serat viscose yang mudah terurai dan ramah lingkungan lewat kerja sama dengan Asia Pacific Rayon. Karya-karya keduanya menarik untuk diikuti. 


    5. Dominasi busana sensual 


    (Koleksi Yon Studio. Foto: Dok/rairahmanindra/herworldindonesia) 


    Di luar semangat ‘We Love Earth’ yang diusungnya, desainer yang tampil di Bali Fashion Trend SS 2020 juga menghadirkan koleksi busana sensual, dari mulai busana kasual, gaun pengantin hingga gaun malam. Hampir semua kalau tidak terbuka di beberapa bagian tubuh, menggunakan bahan transparan yang menampilkan lekuk. Diantara koleksi tersebut, ada rancangan Yon Yulizar lewat Yon Studio. Terinspirasi dari Madonna dan gaya nyentriknya, koleksi busana yang dihadirkan Yon didominasi gaun malam berbahan menerawang, dan terbuka di bagian lengan, perut dan juga punggung. Seksi dan juga sensual. 

    Lalu, ada Ayu Dewi dengan Jegeg Bagus yang menghadirkan rangkaian busana pengantin dengan potongan tak kalah sensual. Selain menampilkan lekuk tubuh dan transparan, koleksi rancangannya ada yang berpotongan belahan dada rendah. Ia melengkapi peragaan busananya dengan aksesori headpiece unik yang cukup mencolok. Menambah daftar panjang dominasi sensual di BFT tahun ini, ada Lia Hastuti Davies. Koleksinya merentang dari tank top, hot pants, mini dress dan gaun panjang backless yang membiarkan beberapa bagian tubuh terbuka. 


    6. Modest wear


    (Karya Nuniek Mawardi. Foto: Dok/rairahmanindra/herworldindonesia) 


    Di luar semangat sustainable fashion dan dominasi busana sensual, Bali Fashion Trend SS 2020 juga turut menampilkan sejumlah modest wear yang diusung Nuniek Mawardi dan Hannie Hananto. Nuniek menghadirkan hijab bertumpuk dengan pemilihan warna yang beragam. Sementara Hannie Hananto menampilkan busana muslim dengan motif makanan yang mencolok dan menantang. 


    7. Apresiasi dan penghargaan 


    (Wiwik Lestari (tengah) Model of the Year, Bali Fashion Trend SS 2020. Foto: Dok/rairahmanindra/herworldindonesia) 


    Dalam perhelatannya kali ini, Bali Fashion Trend memberikan penghargaan untuk model dan desainer pilihan tahun ini. Rosie Rahmadi, desainer di balik label 'Parapohon' mendapatkan penghargaan Designer of the Year, sementara Wiwik Lestari menjadi Model of the Year. Di luar itu, BFT juga menggelar kompetisi street photography yang dimenangkan Oming Triasari, Rafif Suthan Syach dan I Putu Febry Eka Nugraha. 




 
Advertisement - Continue Reading Below