Menjelajahi Budaya Tiongkok Lewat Pameran Seni Xu Bing


  • Menjelajahi Budaya Tiongkok Lewat Pameran Seni Xu Bing
    Menjelajahi ragam karya perupa Xu Bing dalam gelaran Xu Bing: Thought and Method di Museum MACAN. (Foto:Dok.Museummacan)


    Setelah pameran karya Yayoi Kusama beberapa waktu lalu, Museum of Modern and Contemporary Art Nusantara (Macan) mengusung karya seniman ternama asal Tiongkok, Xu Bing. 

    Mengangkat tajuk 'Xu Bing: Thought and Method', pameran yang berlangsung hingga 12 Januari 2020 ini menampilkan instalasi seni yang unik yang diantaranya menghadirkan ragam budaya Tiongkok dari mulai bangunan bersejarah hingga bahasa.



    Dipamerkan pertama kali di Asia Tenggara, Museum Macan menampilkan lebih dari 60 karya Xu Bing yang terdiri dari drawing, seni grafis, instalasi, film, dan materi arsip dari perjalanan Xu Bing menjelajahi budaya Tiongkok selama lebih dari rentang waktu 40 tahun.

    "Xu Bing adalah seorang perupa global, praktik keseniannya menggali kedalaman sejarah untuk mempelajari proses perpindahan budaya di era komunikasi lintas negara," ujar Aaron Seeto, Direktur Museum MACAN di sela pembukaannya beberapa waktu lalu. 

    (Baca Juga: Mengasah Bakat Seni Lewat Workshop di Museum MACAN)


    (Pameran Xu Bing: Thought and Method. Foto: Dok/MuseumMacan) 


    Melalui Xu Bing: Thought and Method, museum Macam ingin menampilkan ragam seni yang dibuat dengan metode unik dalam penyajian isu yang merefleksikan kehidupan kontemporer yang mengeksplorasi berbagai medium. Hal ini pula sekaligus jadi kacamata lain untuk memahami budaya dengan cara lain.

    "Pameran ini menampilkan beberapa karya terpenting Xu Bing yang telah memaknai pengertian kita, dalam kacamata budaya, tentang peran teknologi, bahasa, dan budaya global dalam kehidupan abad ke-20 akhir dan abad ke-21 awal," tambah Aaron. 

    (Baca Juga: Memasuki Dunia Yayoi Kusama Di Museum Macan)


    (Pameran Xu Bing: Thought and Method. Foto: Dok/MuseumMacan) 


    Beberapa karya yang cukup menarik perhatian di pameran Xu Bing: Thought and Method antara lain 'Book From The Sky', 'Ghosts Pounding the Wall', 'Square Word Calligraphy', 'Honor and Splendor', 'Book from the Ground' dan 'Dragonfly Eyes'. Masing-masing karyanya itu terbentuk dalam instalasi, coretan tinta, film dan lainnya.

    Pada 'Square Word Calligraphy' misalnya. Karya ini adalah sistem kaligrafi yang diciptakan Xu Bing, di mana huruf-huruf alfabet ditulis dalam format persegi sehingga menyerupai karakter Mandarin. 

    Pameran 'Xu Bing: Thought and Method' berlangsung mulai 31 Agustus 2019 lalu hingga 12 Januari 2020. Pameran ini adalah hasil kerja sama antara UCCA Center for Contemporary Art dan Museum MACAN yang cocok untuk berlibur dan mempelajari budaya lain.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below