Show di Bahrain, Ferry Sunarto Pamer Batik dan Kebaya


  • Show di Bahrain, Ferry Sunarto Pamer Batik dan Kebaya
    Desainer Ferry Sunarto menampilkan peragaan busana dengan dominasi batik dan kebaya di hadapan publik dan pencinta mode Bahrain. (Foto:Dok/FerrySunarto)


    Kebaya cocktail bernuansa modern dengan sentuhan batik menjadi suguhan utama desainer Ferry Sunarto saat tampil di hadapan publik dan pencinta mode Bahrain. 

    Tampil dalam peragaan bertajuk 'The Glance of Indonesia', pada Rabu (26/9) desainer yang sebelumnya kerap menggelar peragaan busana di tanah Eropa ini, lagi-lagi mengusung kekayaan tradisi Indonesia dalam gaya kekinian untuk publik di luar negeri. 



    Dalam peragaan busana yang diusung Bahrain business council tersebut, Ferry menyuguhkan koleksi kebaya dari lini utamanya FerrySunarto, yang dipadukan dengan kain batik keris dari Solo. 

    (Baca juga: [A Chat with] Ferry Sunarto: Di Balik Peragaan Moskow)

    "Acara ini merupakan undangan khusus dari Asean Business Council Royal Kingdom Bahrain, dan KBRI di Bahrain. Saya mewakili Asia untuk menampilkan show tunggal," ujar Ferry pada her world Indonesia, baru-baru ini.


    (Peragaan The Glance of Indonesia. Foto: Dok/FerrySunarto)

    Menurut Ferry, ini adalah kesempatan pertama kalinya bagi Indonesia sebagai wakil Asia. Dalam peragaan tersebut selain pencinta mode, dan undangan, turut hadir presiden Asean Bahrain Council, Sheikh Daij bin Isa Al Khalifa, yang merupakan putra Raja Bahrain. 

    "Seperti kita ketahui Bahrain dengan pendapatan perkapita tertinggi nomor dua di dunia dengan letak negara berdekatan dengan Dubai, yang merupakan Hub fashion Timur tengah, diyakini mempunyai demand yang cukup tinggi terhadap fashion couture, dan desainer dunia pun sudah sangat mengincar pasar Timur Tengah," ujarnya menambahkan. 


    (Peragaan The Glance of Indonesia. Foto: Dok/FerrySunarto)


    Dalam tampilan show di Bahrain kali ini, Ferry optimistis look kebaya yang menjadi kebanggaan Indonesia dapat diterima di sana. 

    "Koleksi kali ini menggunakan bahan France lace, dan detail Swarosky," ujarnya. Kebaya-kebaya tersebut kemudian ditampilkan dengan paduan kain batik tulis ATBM atau anyaman tangan bukan mesin dengan benang sutra terpilih dari batik keris Solo. 

    Dengan mengusung kebaya dan aneka motif batik, Ferry berharap publik dan pencinta mode Bahrain dapat melihat kekayaan budaya Indonesia, dan sekaligus menerimanya dengan baik dalam tampilan dan sentuhan modern. 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below