Ulasan Seni: Pertunjukan Musikal Mamma Mia!


  • Ulasan Seni: Pertunjukan Musikal Mamma Mia!
    Hadir dalam rangkaian tur internasionalnya di Jakarta, pertunjukan musikal Mamma Mia! dari West End London menghibur dan mengasikkan. (Foto: Dok/Mammamia!)


    Lagu 'I Have a Dream' menjadi pembuka pertunjukan musikal Mamma Mia! dalam rangkain tur internasionalnya di Jakarta. 

    Di atas panggung, Sophie Sheridan (dimainkan Lucy May Barker) tampak sedang memilih undangan pernikahan. Dari ujarannya, penonton diberi tahu, bahwa ia akan mengundang tiga pria yang kemungkinan adalah ayah kandungnya, yakni Bill, Harry dan Sam. 



    Aksinya itu ia lakukan diam-diam tanpa sepengetahuan ibunya Donna Sheridan (dimainkan Shona White dengan sangat mengesankan) yang kemudian sadar bahwa tiga sosok di masa lalunya hadir di hadapannya. 

    Adegan beralih pada dua sahabat Donna, Tanya dan Rosie dengan karakter masing-masing yang jauh berbeda tapi punya chemistry yang kuat. Persahabatan Donna, Tanya dan Rosie akan membuat siapapun iri. Mereka begitu asik, saling dukung, dan penuh perhatian. 

    Panggung berubah secara ringkas lewat permainan properti jendela biru dan tembok putih ala Yunani, persis sama dengan filmnya yang seketika mengingatkan aksi Meryl Streep dan Amanda Seyfried. Pergantian babak diikuti oleh perubahan tata cahaya yang menandakan waktu siang atau malam, serta penanda mood, sedih atau riang.


    Panggung musikal 

    Dibagi atas dua babak, Mamma Mia! yang diusung SGE Entertainment hadir di Jakarta dalam rangkaian tur internasionalnya ke Asia sebelum ke Manila dan Singapura. 

    Persis sama dengan pertunjukan di West End London, Mamma Mia! dapat dikatakan berhasil sebagai salah satu pertunjukan musikal yang asik dan menghibur. Tak hanya mengajak penonton untuk turut bernyanyi serta bergoyang, cerita di dalamnya juga menyentuh dan mendalam. Tak hanya di permukaan. 

    Di babak pertama, penonton diajak mengenali semua karakter dengan latar dan penceritaan yang menarik. Babak ini lebih berasa fun dengan banyak lagu-lagu beat ABBA dengan tempo cepat dan menghibur, seperti Dancing Queen, Mamma Mia, hingga Super Trouper.  



    Di setiap lagu, para pemain berakting, menyanyi dan sekaligus menari. Koreografi tari di beberapa lagu menjadi penolong utama yang membuat pertunjukan ini begitu asik. 

    Dan setiap perpindahan lagu tentu saja mengikuti jalan cerita. Dari mulai Sophie yang galau akan pencarian siapa ayah kandung yang akan menjadi pengiringnya kala menikah dengan Sky, hingga Donna yang tak menduga akan kembali bertemu tiga cinta di masa lalunya. 

    Serta aksi Tanya dan Rosie sebagai sahabat yang mengingatkan bahwa kenangan indah masa lampau bukan untuk dilupakan begitu saja. Aksi Donna and Duo Dinamyte bagaimanapun menjadi salah satu unsur pertunjukan yang kuat dan berkesan. Di atas panggung, Tanya menjadi salah satu sosok yang kerap mencuri perhatian di setiap penampilannya. 

    Memasuki babak kedua, mood menjadi lebih emosional. Ada banyak drama dan lagu-lagu yang membuat hati tersentuh, dari mulai Slipping Through my Fingers, The Winner Takes it All, dan Take a Chance on Me. 



    Cerita beranjak ke keesokan hari ketika menit-menit menjelang pernikahan Sophie dan Sky yang sakral.

    Shona White sebagai pemeran Donna tampil maksimal ketika secara medley ia menyanyi bersama karakter Sophie, lalu Harry dan Sam. Ekspresi dan suaranya menggelegar menyentuh hingga ke bangku penonton. Tungu sampai ia membawakan The Winner Takes it All dengan sempurna. 



    Kekuatan pertunjukan 

    Selain lagu-lagu hit ABBA yang kuat, deretan para pemain yang sudah berpengalaman menjadi salah satu kunci dari pertunjukan musikal Mamma Mia! 

    Namun di luar itu, pertunjukan ini didukung elemen pelengkap lain yang saling mendukung. Di antaranya, properti yang bisa diubah dalam waktu singkat, tata cahaya yang apik sebagai pengubah mood dan waktu, serta musik pengiring yang seirama mengikuti mood. 

    Di luar itu, tubuh proporsional dan six pack para penari, serta kostum yang memanjakan mata adalah bonus. 

    Secara keseluruhan, pertunjukan musikal yang berlangsung dua jam itu dikemas menarik dan sangat menghibur. Final paradenya sebagai bonus makin menekankan akan perhatian akan detail. Kostum, koreogrrafi tari, musik dan lagu menjadi satu kesatuan yang membuat hati hangat bahkan saat akan beranjak pulang. 

    Berlangsung di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta dari 28 Agustus hingga 9 September 2018, pertunjukan musikal Mamma Mia! bisa jadi satu pengalaman menonton yang mungkin tak akan mudah dilupakan.