Mengintip Sedap Kuliner di Trailer 'Aruna dan Lidahnya'


  • Mengintip Sedap Kuliner di Trailer 'Aruna dan Lidahnya'
    Potongan adegan dari film 'Aruna dan Lidahnya'. (Foto: Dok/PalariFilms)


    "Saya sudah punya list, di mana saja kita bisa makan."  

    Demikian Bono (Nicholas Saputra) memberi kata kunci pada Aruna (Dian Sastrowaradoyo) pada salah satu adegan di film terbaru mereka 'Aruna dan Lidahnya'.  



    Dengan bocornya adegan itu, aktor yang identik dengan peran 'Rangga' dan 'Cinta' itu 'resmi' kembali lagi dalam proyek film bersama. Bedanya kali ini, sebagai dua sahabat yang suka makan. 

    Berdurasi 1 menit 45 detik, bocoran adegan dari film 'Aruna dan Lidahnya' itu muncul lewat trailer yang dirilis Palari Films selaku produser pada Kamis (9/8).  Selain adegan bertemunya Dian dan Nico itu, beberapa adegan lain memberi gambaran cerita akan perjalanan Aruna mencicipi kuliner khas Indonesia. 

    Trailer diawali dengan penugasan yang diterima Aruna oleh pimpinannya Mbak Priya dan Pak Burhan, yang diperankan Ayu Azhari dan Desta. Misinya bisa jadi investigasi, tapi Aruna punya daftar tempat makan yang bisa dikunjungi bersama Bono dan sahabatnya yang lain, Nad (Hannah al Rasyid).

    Dalam perjalanannya, Aruna bekerjasama dengan Farish (Oka Antara). Keduanya terlibat cek cok, antara urusan personal dan juga profesional. Meski berdurasi pendek, trailer 'Aruna dan Lidahnya' berhasil merangkum dan membuat penasaran seperti apa perjalanan Aruna dalam menyelesaikan misi 'investigasinya', dan juga perjalanan makan yang dialaminya. 

    Di balik layar

    Para pemain, kru, dan produser turut hadir dalam peluncuran trailer 'Aruna dan Lidahnya' yang berlangsung di La Moda, Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (9/8).  Dian mengatakan film ini memberi warna lain dalam perfilman Indonesia, membangun tantangan baru akan film kuliner buat penonton Indonesia.

    "Hingga saat ini, masih sedikit film tentang kuliner di Indonesia, dan lewat film ini publik akan lebih mengenal, dan menginspirasi untuk mencicipi kuliner," ujar Nico menambahkan. 


    (Poster resmi film 'Aruna dan Lidahnya'. Foto: Dok/PalariFilms)


    Dari catatan produksinya, disebutkan film ini melakukan pengambilan gambar di sejumlah tempat, antara lain di Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, dan Singkawang. Para pemeran mencicipi berbagai makanan nusantara yang jarang dibahas banyak orang maupun yang sudah populer sebelumnya. Makanan yang akan hadir tersebut di antaranya Lorjuk (makanan khas Pamekasan), Bakmi Kepiting (Pontianak), sampai Nasi Cumi (Surabaya). Di setiap makanannya mereka menemukan sesuatu yang tak terduga.

    Total ada 21 makanan, minuman, dan cemilan yang terdapat dalam film. Selain pencarian makanan, film ini juga menangkap sepenggal kisah perjalanan manusia yang sedang dalam proses menemukan jawaban dalam hidupnya. Masing-masing karakter datang dengan kegelisahan yang berbeda.

    Aruna mencari nasi goreng yang telah lama diidamkannya, Farish berusaha menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya, Bono bergulat dengan perasaan yang ia pendam, dan Nad yang hendak berpetualang kuliner. 

    Perjalanan Aruna

    Jika diperhatikan, ada yang  berbeda dari penggarapan film 'Aruna dan Lidahnya'. Edwin, yang pernah menyutradarai film Posesif, disebutkan memang mengeksplorasi gaya yang jarang ditampilkan dalam film-filmnya.

    Di Aruna dan Lidahnya, dinamika kehidupan orang dewasa dibicarakan di meja makan. Film ini mengandung banyak dialog yang dalam, namun dibawakan dengan ringan. Setiap karakter yang berbeda menunjukkan bahwa keragaman pendapat dapat bertemu di satu meja. 

    “Pemilihan Aruna dan Lidahnya sebagai proyek lanjutan setelah Posesif merupakan usaha Palari Films untuk memotret relasi manusia dengan cara yang jarang diperlihatkan di film Indonesia. Film kali ini bergenre drama romantis yang menekankan pada intimasi hubungan antar manusia yang dinamis seperti pekerjaan, percintaan, persahabatan yang semuanya bertemu di penjelajahan kuliner,” ujar Meiske Taurisia selaku produser. 

    Produser Muhammad Zaidy menambahkan, “Film Aruna dan Lidahnya tidak semata-mata membicarakan makanan sebagai objek. Di film ini meja makan menjadi tempat berkumpulnya manusia yang memungkinkan terjadinya perbincangan secara intim.”

    Peristiwa tersebut disuguhkan sewajarnya, selayaknya kehidupan sehari-hari. Hubungan antara para karakter nyata dan dapat dialami siapa saja. Misalnya bagaimana ketika pekerjaan bersisian dengan urusan pribadi yang tidak diinginkan. Dengan premis seperti itu, film ini menjanjikan pengalaman menonton yang menggiurkan dan juga mengenyangkan pikiran. 

    Film 'Aruna dan Lidahnya' diadaptasi lepas dari novel berjudul sama karangan Laksmi Pamuntjak yang baru saja diluncurkan ulang sampul barunya pada tanggal 3 Agustus oleh Gramedia Pustaka Utama. Sampul diambil dari teaser poster Aruna dan Lidahnya yang menampilkan keempat aktor aktris film. 

    Film 'Aruna dan Lidahnya' dijadwalkan tayang di bioskop pada 27 September. Namun, trailer filmnya sudah dapat disaksikan di kanal YouTube Palari Films. 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below