10 Etika ke Pameran Seni


  • 10 Etika ke Pameran Seni
    Mengunjungi pameran seni bisa jadi momen rekreasi. Namun, ada aturan ‘tak tertulis’ yang baiknya diikuti. (Foto: Bara Cross from Pexels.com)


    Mengunjungi pameran seni bisa jadi momen rekreasi. Namun, ada aturan ‘tak tertulis’ yang baiknya diikuti, agar tidak menganggu kenyamanan orang lain atau bikin malu diri sendiri. 

    Apalagi mengingat banyaknya gelaran pameran seni, baik di museum ataupun galeri, saat ini. Mengetahui etika ini bisa jadi penting. Di antara gelaran itu, Art Jakarta yang memasuki gelarannya yang ke-10 tahun ini salah satunya. Digelar di Grand Ballroom, Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, pada 2-5 Agustus 2018, pameran ini menghadirkan banyak karya seni yang mungkin sayang untuk dilewatkan. 



    Sebelum mendatanginya, ketahui 10 etika berikut ini:

    (Baca juga: 17 Program Menarik di Pameran Seni 'Art Jakarta' 2018)

    1. Pakaian nyaman dan kasual

    Kaos kasual atau celana panjang longgar bisa jadi pilihan saat ke pameran seni. Jangan pakai jas dengan kemeja resmi, atau gaun panjang penuh perhiasan. Ini demi kemudahan, apalagi jika nanti bertemu karya seni interaktif.

    2. Jaga ketenangan

    Saat melihat-lihat pameran seni bersama teman usahakan tidak berisik. Meski ada karya seni yang membuat takjub sekalipun. Kalau perlu bicaralah dalam volume kecil.

    3. Jangan terlalu dekat

    Usahakan berjarak dengan karya seni, atau ikuti garis pembatas yang disediakan. Melihat terlalu dekat bisa berisiko menyenggol, menggores, mengubah tata letak, atau merusaknya. 

    4. Jangan sentuh

    Karya seni memang menggoda buat disentuh tapi ada baiknya jangan, karena jari tangan mengandung minyak atau kotoran yang berpotensi bisa merusak karya seni.

    (Baca juga: Mengintip Instalasi Meliantha Muliawan di Art Jakarta)

    5. Etika berfoto

    Pastikan boleh tidaknya berfoto bersama karya. Jika diijinkan, berfotolah tanpa menghalangi pandangan atau menganggu pengunjung lain, serta hindari pemakaian blitz atau flash karena berpotensi merusak karya.

    6. Baca caption

    Untuk lebih memahami karya seni, sempatkan diri untuk membaca keterangan atau caption yang sudah disediakan, entah itu di samping atau bawah karya. Ini bisa memperkaya wawasan.

    7. Meet the artist

    Jika ada sesi bertemu seniman dari karya yang dipamerkan, maka hadiri. Karena, ini kesempatan bisa berdiskusi dengan seniman langsung secara terbuka dan berdialektika. Seru!

    (Baca juga: Metamorfosis Ay Tjoe Christine di Art Jakarta 2018)

    8. Baca katalog

    Supaya memahami pameran dan karya yang disuguhkan, tak ada salahnya membeli atau membaca katalog. Jika masih ragu, jangan enggan bertanya pada penjaga pameran. 

    9. Tidak makan/minum

    Ruang pameran mestinya bebas dari makanan dan minuman. Jika ingin makan, lakukanlah di luar ruang pameran, agar tidak merusak karya dan menganggu kenyamanan. 

    10. Awasi anak

    Jika harus bawa anak ke pameran seni, pastikan untuk bisa mengawasinya dengan baik, entah itu dengan menggendong atau menggandeng tangannya. Jangan sampai lalai, karena nanti bisa berisiko merusak karya tanpa sengaja.



 

Related Articles

Etika Media Sosial

Etika Media Sosial

oleh Anggita Dwinda

Etika Sosial Media

Etika Sosial Media

oleh Andhini Puteri Lestari

Etika Dasar Telemarketing

Etika Dasar Telemarketing

oleh Monadisa Utami Dewi

Advertisement - Continue Reading Below