Selain Bikin Mandiri, 3 Manfaat Bermain untuk Anak


  • Selain Bikin Mandiri, 3 Manfaat Bermain untuk Anak
    Selain bikin mandiri, terdapat tiga manfaat lain pada tumbuh kembang anak. (Foto: Freepik)


    Masa golden age (usia dini) merupakan krusial dalam kehidupan seseorang. Sebab, perkembangan di masa ini sangat memengaruhi perkembangan di periode tumbuh kembang berikutnya, bahkan sampai dewasa. 

    Terkait hal ini, dokter Sofia Hartati, Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, mengatakan rentang waktu masa usia dini menurut banyak ahli ialah  0-6 tahun. Masa emas terbagi tiga fase penting yakni, lima tahun pertama  di mana terjadi pertumbuhan dan berkembangnya sel-sel saraf  sampai 50 persen. Kemudian, terjadi peningkatan sebesar 30 persen di umur 8 tahun dan meningkat sebesar 20 % saat usia 18 tahun. 



    “Di berbagai fase itu harus ada keterlibatan orang tua. Sebab, sel otak sedang tumbuh dengan cepat dan itu harus distimulasi. Kalau tidak, akan terjadi penyusutan otak dan bahkan otak bisa tidak berfungsi. Jadi, sayang sekali kalau di masa usia dini ada anak tidak distimulasi, baik itu nutrisi yang cukup atau lewat bermain,” katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    (Baca juga: Bermain, Cara Terbaik Menstimulasi Anak)

    Lebih jauh, Nadya Prameswari, psikolog keluarga dan co-founder Rumah Dandelion menambahkan, mengajak anak bermain mutlak harus dilakukan orang tua. Sebab, tanpa ada permainan anak-anak tidak bisa bereksplorasi. Sebaliknya, kalau orang tua mengajak anak bermain, pribadi anak akan mudah berkembang. Sebab, proses belajar anak terjadi saat bermain.

    Tidak hanya itu, masih banyak lagi manfaat dari bermain bagi anak. Apa saja? Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh anak kala bermain:

    1. Personal dan sosial

    "Meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anak dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Selain itu, bermain – khususnya pretend play – bisa mendorong imajinasi dan kreativitas anak," ungkap Nadya.

    2. Kognitif (kemampuan berpikir)

    Melalui bermain, anak akan belajar tentang dunianya, kemampuan proses sebab-akibat dan kemampuan menyelesaikan masalah.

    (Baca juga: Di Hotel Ini, Anak-anak Bisa Bermain Game Sepuasnya)

    3. Emosional

    Meningkatkan kemampuan regulasi diri, membangun kedekatan hubungan orang tua dan teman sebaya. Sementara itu, bermain juga mampu mengasah sisi motoriknya, apakah itu motorik kasar atau motorik halus. Menurut Nadya, bila seorang anak bisa melewati masa usia dininya dengan bermain dan tercukupi nutrisinya, bisa jadi anak yang cerdas di masa depan.

    “Kalau motorik kasar, bermain bisa bisa mengembangkan daya tahan tubuh, melatih koordinasi tubuh dan mengendalikan sifat agresif, atau perilaku melukai orang lalin. Kalau motorik halus, bermain melatih kemampuan koordinasi mata dan tangan gerakan halus lainnya yang terutama akan membantu anak menjalani kehidupan akademis mendatang,” terangnya.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below