[A Chat With] Wong Sim: Hitam-Putih Dunia Fotografi


  • [A Chat With] Wong Sim: Hitam-Putih Dunia Fotografi
    Wong Sim, dan dunia fotografi. (Foto: Dok/Wong Sim)


    Berkiprah hampir satu dekade di dunia fotografi, nama Wong Sim termasuk salah satu fotografer fashion yang menanjak popularitasnya. 

    Dimulai dari ketertarikan akan kamera DSLR, coba-coba dengan teman, pria yang menamatkan studi arsitektur ini justru makin jauh terlibat dengan dunia fotografi. Ia pernah memotret sejumlah model pria, dan juga wanita serta pemotretan untuk sampul majalah. 



    Apa dan bagaimana perjalanannya di dunia fotografi, HerWorld Indonesia berbincang ekslusif dengannya beberapa waktu lalu, di sela-sela pemotretan di Jakarta. 

    (Baca juga: Angel Pieters; Berani dalam Berkarya)

    HWI: Boleh cerita sedikit awal jatuh cinta dengan dunia fotografi dan memutuskan menjadi fotografer?

    Awalnya orang tua membeli kamera SLR waktu saya kecil, dan sejak itu saya tertarik dengan fotografi, tapi tidak pernah belajar atau menekuni dengan serius. Baru setelah 2008,  saya membeli DSLR dan belajar lebih baik. Memutuskan menjadi fotografer, setelah pada tahun 2010, saya mendapat tawaran pekerjaan foto. Saya melihat ada peluang dan memang dari dulu menyukai fotografi. 



    Kabarnya latar belakang pendidikan bidang arsitektur, kenapa kemudian beralih ke dunia fotografi?

    Saya lulusan arsitektur Universitas Tarumanagara, tapi beralih ke fotografi karena passion saya lebih di foto dan projectnya relatif lebih short term.

    Bisa diceritakan jatuh bangun bergelut dengan dunia fotografi, khususnya fotografi fashion?

    Banyak tantangan seperti pada pekerjaan lain. Awalnya, terasa berat dan banyak tantangan seperti ditolak sana-sini atau berbagai hambatan, tapi saya juga banyak bertemu dengan rekan dan teman yang sangat membantu.



    Apa pengalaman paling berkesan menjadi fotografer?

    Yang paling berkesan buat saya adalah pekerjaan pertama yaitu foto untuk male fitness pageant di Jakarta. waktu itu pengalaman saya masih sangat minim dan boleh di bilang baru belajar foto berapa bulan. Berasa sangat grogi tapi untungnya semua lancar.

    Lebih banyak motret male model, apa ada cerita di baliknya?

    Awalnya saya membeli kamera DSLR untuk traveling dan foto landscape. Tapi setelah dibeli jarang saya gunakan. Saya pikir sayang dan pada saat itu ada teman fitness di facebook yang bersedia jadi model. Dari situ jaringan dan portofolio saya lebih memudahkan untuk meneruskan dengan male models.

    Ada komentar jelek atau haters yang sampai kepikiran dan memengaruhi mood gak?

    Tentunya ada komentar jelek dari beberapa orang. Sebisa mungkin saya tidak terpengaruh tetapi saya jadikan penyemangat.



    Lebih memilih tinggal di Banjarnegara, ada alasan khusus? kenapa tidak di jakarta yang mungkin lebih mudah, misalnya?

    Saat ini karena keluarga masih tinggal di Banjarnegara. Ada beberapa pertimbangan lain kenapa belum pindah ke Jakarta. Mungkin Jakarta atau Bali.

    Setelah lebih dari hampir 1 dekade di dunia fotografi, ada impian yang belum terwujud?

    Belum ada 1 dekade rasanya? Mendekati. Banyak sih impian, tapi malu di sebutkan disini dan terlalu banyak. semoga bisa tercapai.



    Siapa model yang paling ingin difoto tapi belum kesampaian?

    Wah banyak banget...mungkin David Gandy.

    Bagaimana melihat perkembangan fotografi fashion di indonesia? apa harapan mas untuk dunia fotografi indonesia ke depan?

    Saya melihat perkembangan fotografi fashion di indonesia cukup bagus yah. Harapannya buat kedepan semoga bisa makin bagus.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below