Awas, Skoliosis Banyak Dialami Perempuan Ketimbang Pria


  • Awas, Skoliosis Banyak Dialami Perempuan Ketimbang Pria
    Awas, Skoliosis Banyak Dialami Perempuan Ketimbang Pria, (Foto: Freepik)

    Skoliosis, kelainan pada rangka tubuh berupa kelengkungan tulang belakang, bisa terjadi pada siapapun, termasuk anak-anak maupun orang dewasa. 

    Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, skoliosis banyak terjadi pada perempuan. Ungkapan itu disampaikan konsultan ahli dari klinik Scoliosis Care, dokter Ninis Sri Prasetyowati. 

    Lebih jauh ia menjelaskan, pada anak-anak skoliosis bisa berubah menjadi kondisi yang serius seiring dengan pertumbuhannya. Efek yang muncul bagi tubuh seseorang yang menderita skoliosis biasanya muncul rasa nyeri yang menjalar dari tulang belakang ke kaki, punggung, dan pinggul.



    Dan bila sudah masuk kondisi  serius, ia akan merasa lemas dan sesak. Itu terjadi karena tulang rusuknya sudah menekan organ dalamnya, yakni paru-paru.  Skoliosis juga dapat terjadi pada orang dewasa, bahkan yang tak pernah mengalami kondisi tersebut. Hal itu bisa terjadi karena degenerasi pada tulang belakang dan faktor usia yang bertambah tua. 

    “Progresivitas skoliosis terjadi pada umur 10-18 tahun. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, skoliosis lebih banyak terjadi pada perempuan. Dari keseluruhan skoliosis yang terjadi, sebanyak 80% merupakan skoliosis idiopatik, kondisi yang terjadi kecenderungannya karena genetika,” katanya dalam seminar media, di Jakarta, Selasa (17/7).

    Untuk mencegah dampak skoliosis yang lebih parah, seseorang bisa melakukan pendeteksian awal. Sebab bila seseorang sudah didiagnosis skoliosis namun membiarkan kondisinya tanpa penanganan atau perawatan, tak jarang nasibnya berakhir ruang operasi.

    “Umumnya, skoliosis dapat terjadi karena faktor genetik, kelainan kongenital atau bawaan dari lahir, kelainan pembentukan tulang atau kelainan neurologis. Selain itu, skoliosis juga terjadi kebiasaan sehari-hari, seperti sering membawa barang berat,” ungkapnya.

    Sementara untuk mendeteksi secara awam, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut selengkapnya: 

    Mengecek dari belakang

    1. Bahu asimetris atau miring

    2. Adanya tonjolan di tulang bahu

    3. Bentuk kurva yang terlihat

    4. Pinggul miring

    5. Pinggang miring


    Mengecek dengan membungkuk

    1. Punuk di punggung atas

    2. Punuk di bawah punggung



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below