Apa Sih Dampak dari Sunat Bagi Perempuan?


  •  Apa Sih Dampak dari Sunat Bagi Perempuan?
    ilustrasi bayi perempuan yang disunat, (Foto: Freepik)

    LANTARAN sunat bagi perempuan belum populer masyarakat Indonesia, banyak orang tua belum mengerti dampak -- entah itu baik atau buruk --  sunat bagi perempuan. Alhasil, ada orang tua yang menghindari anaknya disunat tanpa tahu alasannya.


    Lantas, apa saja dampak sunat bagi perempuan?




    Menjawab hal itu, dr. Valleria SpOG, menjelaskan bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan dari sunat pada perempuan. Sebab, sunat perempuan hanya membuka sedikit penutup tudung klitoris. Sehingga, tak memberi dampak, baik itu secara fisik maupun kesehatan.


    “Tidak ada pengaruh khusus. Berdarah juga tidak. Malah diuntungkan karena klitoris justru lebih mudah dibersihkan dari kotoran dan najis karena kulit terbuka,” dalam acara yang bertema Memahami Sunat Perempuan dari Sisi Medis, Hukum dan Syariat, di Hotel Puri, Kuningan, beberapa waktu lalu,


    Saat pengerjaannya minim darah dan juga terbilang cepat dan mudah, yakni kurang dari lima menit. Menurut dokter Valleria, orang tua tak perlu cemas bila menyunatkan anak bayi perempuannya selagi memakai jasa dokter. Itu karena pasti tidak melukai klitorisnya.


    Dalam prakteknya, dokter hanya melakukan goresan pada kulit yang menutupi bagian depan klitoris dengan menggunakan ujung jarum khusus yang sudah disterilkan. Karena umumnya dilakukan pada usia kurang dari 5 tahun, dengan anatomi tudung klitoris yang masih sangat tipis dan belum banyak dilalui pembuluh darah serta saraf. Tindakan ini tidak membuat banyak berdarah dan rasa sakit,” katanya.


    “Efeknya dari sunat ini, nanti akan membuat klitoris “lebih terbuka” pada usia dewasa terkait perkmbangan organ temrasuk di daam vagina. Di sisi lain kebersihan vagina teruma sekira klitoris menjadi lebih terjaga dan terhindari bau yang tidak sedap,” terangnya.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below