Agar Kamu Bisa Naik Gaji dengan Mudah, Caranya… (II)


  •  Agar Kamu Bisa Naik Gaji dengan Mudah, Caranya… (II)
    Bicara dengan bos, (Foto: Freepik)

    Tiga bulan belakang kamu merasa gaji kamu tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan. Sudah berhemat sana-sini, tetap saja masih kurang. Solusi yang ada di kepala kamu pun hanya satu: minta kenaikan naik gaji. Tapi, mendadak kamu bengong karena tidak tahu caranya. 


    Sebelum keinginan naik gaji kamu hanya tinggal keinginan, simak artikel ini untuk mendapatkan panduannya.




    Menurut Lauren McGoodwin, pendiri badass dan CEO Career Contessa dan creator database The Salary Project, persiapan sangat penting dalam pengajuan kenaikan gaji dengan atasan, itu karena saat melakukn akan terjadi adu argumentasi. Bila dasar argumentasi kamu lemah, akan mudah ditepis atau dibantah pengajuan itu. Oleh karenanya, perlu persiapan matang bagi kamu yang ingin meminta naik gaji diterima.


    Apa saja itu? Kamu bisa mengumpulkan prestasi-prestasi yang kamu dapat selama mengisi jabatan kamu, apakah itu target penjualan, dan sertifikat karyawan of the month. Kemudian, membawa riwayat kehadiran kamu yang selalu tepat waktu dan, dokumen sebagai tim inti dalam keberhasilan mendapatkan proyek besar.


    Tak sebatas itu, masih ada faktor penting lain yang harus dipersiapkan untuk pengajuan kenaikan gaji. Berikut penjelasan lengkap dari McGoodwin.


    Atasi rasa gugup

    “Sebelum kamu meminta kenaikan gaji atau promosi, pastikan kamu sudah bisa mengatasi rasa gugup atau cemas kamu. Karena, diproses ini bukan hanya kematangan persiapan saja yang dibutuhkan, tapi juga mental agar kamu bisa memenangkan argumentasi dengan bos kamu. Jika mental kamu tidak siap, data-data dan latihan yang kamu persiapkan, akan percuma –kamu akan terbata-bata saat menjelaskan data tersebut.


    Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi itu?


    Pertama, pisahkan value dari skill yang kamu dihargai perusahaan dan value skill yang ada di perusahaan-perusahaan lain. Ini agar kamu sadar bahwa kamu sedang akan melakukan negoisasi agar skill kamu dihargai seperti yang ada di 'pasaran', atau bahkan lebih. Dan kamu tidak akan menggebu-gebu saat menjelaskan permintaan kenaikan gaji kamu.


    Setelahnya, paparkanlah performa kerja kamu dengan keterusterangan yang jelas. Mulai dari kontribusi kamu yang memengaruhi kenaikan keuntungan perusahaan, dan kemudian beritahulah tujuan kamu. Kamu bsia mengatakan, ”Dengan performa dan kontribusi saya selama ini kepada tim, saya ingin mba/ atau mas mempertimbangkan kenaikan gaji saya antara 9-10 juta. Dengan gaji tersebut, saya akan mengembangkan diri lagi untuk makin membesarkan perusahaan di masa mendatang.”


    Bagaimana? lumayan kan usulan itu? Setelah itu, latihan bicaralah untuk saat menjelaskan kenaikan gaji dengan atasan kamu. Sebab, sekali kamu gagal untuk usaha meminta perkembangan, kamu akan minder untuk memintanya lagi. Karena terngiang kegagalan yang dulu, katakanlah ‘kalah’ berargumentasi.


    “Selain itu, tak lupa mendengarkan baik saat waktunya atasan kamu berbicara. Jangan terlalu menggebu-gebu hingga kamu mendominasi sampai-sampai waktu bicara bosmu sangat sedikit. Berilah dia waktu. Biarkan dia waktu untuk berkomentar permintaan kamu. Rasa menggebu-gebu muncul biasanya karena tidak matang secara persiapan, sehingga membuat orang jadi banyak bicara,” terangnya.



    Siapkan mental kalau ditolak

    Bagaimana bila apa yang sudah kamu lakukan ditolak? Tak usah kecil hati ya ladies. Bila dia merasa performa dan kontribusi kamu masih belum layak untuk diganjar kenaikan gaji, mintalah bos kamu memberi target spesifik sebagai tolak ukur kamu layak naik gaji. 


    Kemudian, sebagai bukti kamu serius menjawab ‘tantangan’ dari bos kamu, ajak bos kamu meeting santai. Di mana dalam pertemua itu kamu memaparkan rencana aksi kamu – dalam mengajar target dari bos kamu. Alasannya, bila bos kamu sadar bahwa kamu serius dan memantau progres dari awal yang kamu lakukan sampai akhir. Sehingga, saat target itu tercapai, dan kamu mengajukan kenaikan gaji lagi, tak ada alasan untuk dia mengeles.


    “Ini ide yang paling masuk akal agar bos kamu setuju untuk me re-evaluasi gaji kamu, agar kamu bisa naik gaji,” terangnya.


    “Bila bos kamu tidak memberi masukan atas target yang kamu incar agar salar kamu naik, itu mungkin saat nya kamu mencari pekerjaan baru.”



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below