Sudah Terbukti! Ini Tips Cegah Miss V Alami Keputihan


  • Sudah Terbukti! Ini Tips Cegah Miss V Alami Keputihan
    Foto: Freepik

    KEPUTIHAN ialah keluhan yang suka dialami para wanita, khususnya mereka yang aktif sehari-harinya dan gaya hidupnya cenderung tak higienis. Itu karena Miss V sangat sensitif yang ketika lembap atau terpapar kotoran, kondisi itu memicu perubahan pH dan akhirnya mengalami keputihan


    Tapi alam sudut pandang kesehatan, keputihan punya tiga jenis yakni karena bakteri, trikomonas, dan jamur. Keputihan karena jamur, dominannya muncul rasa gatal. Kemunculan keputihan akibat bakteri ialah bau yang tak sedap. Sementara karena trikomonas, khasnya ialah perubahan warna keputihan yakni, kuning kehijauan.




    Namun, apa pun jenisnya, lebih penting dari semua itu bagaimana kita bisa mencegahnya. Nah, apakah kamu sudah tahu cara mencegahnya, ladies? Bila belum, berikut penjelasan lengkap dari dr. Mery Sulastri, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia.


    Selalu cuci tangan

    Mengapa harus cuci tangan? Karena tangan kita rentan terpapar bakteri dan bakteri yang menempel di tangan kita mudah pindah ke Miss V kalau kita tidak cuci tangan -- baik itu untuk mengganti pembalut, buang air kecil atau besar. Untuk itu, usahakan selalu cuci tangan setiap kamu ada melakukan sesuatu yang bakal menyentuh Miss V kamu. Bahkan, termasuk untuk kegiatan masuk dan keluar kamar mandi.


    Cuci dengan air bersih

    Untuk membersihkan Miss V, tidak disarankan memakai sabun batang atau cair. Karena, sabun akan mengganggu kadar keasaman yang ada di dalam Miss V. Di mana 'bakteri jahat' yang akan berkembang banyak. Sehingga, bisa mendatangkan keluhan Miss V kering atau keputihan.


    Solusi dari kondisi itu, kamu cukup mencuci dengan air bersih saja. Ya, kamu hanya perlu membasuh organ genital kamu sampai dirasa sudah bersih. Setelah itu, keringkan dengan tisu yang sekali pakai.


    Gunakan sabun pembersih khusus Miss V

    Kalau kamu merasa basuhan air belum bikin Miss V kamu bersih, kamu bisa menggunakan sabun khusus untuk Miss V. Itu karena kadar pH-nya yang ada di dalam sabun sama dengan kadar pH yang ada di area Miss V. Jadi, tidak akan mengganggu keseimbangan flora (bakteri baik dan bakteri jahat) di dalamnya. 


    Penggunaan tepat sabun khusus ini, dijelaskan dokter Mery ialah saat kamu sedang memasuki masa haid atau sedang aktif-aktifnya menjalani hari. Itu karena dikondisi itu, Miss V cenderung sangat lembap hingga riskan untuk muncul infeksi di area kewanitaan.


    Bersihkan dari arah yang benar

    Apa maksud dari membersihkan di poin ini? Yakni saat kamu ingin mengeringkan kegiatan usai kencing atau buang air besar. Apa kamu sudah tahu, ladies? Cara yang benar: membasuh dari depan ke belakang, yaitu dari bagian kemaluan sampai ke dubur. Bukan sebaliknya. Kalau dari belakang ke depan, ditakutkan sisa kotoran dari dubur masuk lobang saluran kemaluan, dan bakteri berkembang disana.


    Jangan pakai tisu basah

    Apa yang ada di pikiran kamu dari poin ini? Takut area Miss V jadi lembap? Yes! Kamu benar, ladies. Karena yang kita 'cari' dalam mencegah keputihan bagaimana area kewanitaan tidak lembap. Dan memakai tidur basah hanya akan membuat Miss V jadi lembap. 


    "Lebih baik, pakailah tisu lembut. Pakailah tisu yang sekali pakai buang. Atau, handuk juga boleh. Caranya juga sama: dari arah depan ke belakang. Tapi, ingat ya, jangan bolak-balik mengeringkannya. Kalau bolak-balik sama saja. Risiko kotoran dari dubur bisa naik dan masuk ke saluran ke Miss V," terangnya.



    Pakai celana dalam berbahan katun

    its big no no ya, ladies, pakai celana dalam berbahan nilon! Sebab, bahan itu tidak menyerap keringat saat kamu aktif. Sekali saja kamu melakukan aktivitas yang bikin kamu keringatan --- entah kerja atau mengurus anak, area intim kamu otomatis akan lembap. Dan kalau sudah seperti itu, kamu kian dekat dengan risiko keputihan yang menimbulkan rasa gatal atau muncul bau tak sedap.


    Jadi, pilihlah bahan celana dalam yang menyerap keringat seperti katun. Itu akan membuat kamu nyaman beraktivitas sekalipun aktivitas sehari-hari kamu sangat menguras tenaga dan bikin banjir keringat.


    Rajin ganti pembalut

    Yuhu! Siapa disini yang masih malas ganti pembalut kalo lagi haid, hayo ngaku!? Jangan salah paham ya, kami nanya seperti ini. Karena masih banyak dari kita malas mengganti pembalut dan merasa harus menunggu 'penuh' dulu baru ganti. Padahal efeknya bikin bau tak sedap di Miss V dan pembalut (yang akan kita buang).

    Dokter Mery menjelaskan bahwa bau yang muncul itu merupakan wujud dari bakteri berkembang di area Miss V kamu. Oleh sebab itu, gantilah pembalut kamu tanpa harus menunggu 'penuh', semisal saat kamu istrihat kerja. Selain itu, kalau lagi 'banyak-banyaknya' darah yang keluar, pastikan kamu sudah menggantinya sebelum tidur --- secapek pun kamu. 


    Itu karena di fase tidur itu bakteri gampang berkembang. Tersebab, haid akan membuat Miss V jadi sangat lembap plus aktivitas kamu pasti akan membuat jadi lembap. Efeknya? Ah, kami yakin kamu sudah itu... Yes! Keputihan.





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below