Ini 9 Tanda Miss V Kamu Tak Sehat, Cek Yuk Ladies!


  •  Ini 9 Tanda Miss V Kamu Tak Sehat, Cek Yuk Ladies!
    Foto: Freepik

    MENJAGA kesehatan organ intim, penting dilakukan para wanita. Karena organ ini sangat sensatif yang bisa berubah jadi tak sehat akibat hal-hal yang dilakukan kita sehari-hari.


    Itu karena lokasi Miss V kita terapit dua saluran lain. Seperti yang kamu sudah ketahui, terdapat 3 saluran dalam organ intim wanita, yakni saluran kemih (untuk kencing), saluran kemaluan dan dubur. Dan saluran kemaluan berada di antara dua saluran itu. Jadi, bisa dibayangkan, untuk membuat saluran kemaluan tidak terkontaminasi  kotoran dari dua saluran itu agar tetap sehat, itu tidak mudah.




    Menurut dr. Neni Anggraeni, Sp.OG, ahli kebidanan dan kandungan, dari RSB Permata Sarana Husada, ada 3 indikator Miss V sehat, yaitu kelembapan, bau dan warna cairan. Untuk kelembapan, dikatakan vagina wanita sehat bila kadar pH di dalam area Miss V itu pH-nya: 3.8-4.5 pH. 


    Sementara untuk bau, normalnya tidak atau berbau sedikit amis. Sedangkan untuk warna cairan, kata dokter Neni, yang sehat itu berwarna bening seperti putih telur. 


    Lantas, apa tanda kalau Miss V tidak sehat? Terjadi tidak keseimbangan flora yang di akibatkan keasaman pH dalam organ intim berubah, kata dokter Neni.


    “Tandanya, vagina kering. Karena biasanya muncul cairan dari dalam. Kemudian muncul keputihan yang berwarna kuning dan cokelat, berbau tidak sedap, dan gatal.


    Pada kondisi lebih parah, bisa membuat radang, lecet, sensasi panas, pendarahan pada vagina dan rasa nyeri usai aktivitas sekual,” terangnya alam diskusi media More Active, More Confident yang diselenggarakan oleh Absolute hari ini di Café Paradigma, Jakarta, Jumat (20/4/2018).


    Hal itu bisa terjadi awalnya karena vagina lembap yang dibiarkan. Di vagina ada kuman yang baik atau buruk. Dan mikro organisme sejenis laktosa bacillos bisa menjaga flora agar bakteri tidak baik jadi tidak berkembang. 


    Tetapi karena lembap, maka kuman tidak baik akhirnya berkembang di organ intim. Lalu, kemudian membuat ketidakkeseimbangan pH. “Setelahnya, kemudian muncullah masalah-masalah (di atas) yang membuat wanita jadi tidak nyaman beraktivitas,” pungkas dokter Neni.


    Well, ladies... Sehatkah organ intim kamu?