Cerita Pengakuan Mariah Carey yang Mengidap Bipolar


  • Cerita Pengakuan Mariah Carey yang Mengidap Bipolar
    Foto: Mushable.com

    GANGGUAN bipolar ialah masalah gangguan jiwa yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem, antara suasana hati baik dan buruk.

    Dan beberapa selebriti dari hollywood diketahui mengalami gangguan bipolar, mulai dari Kurt Cobain, Robin William, mendiang vokalis Cranberries Dolores O'Riordan dan seterusnya. Dan daftar itu kian bertambah setelah menyusul pengakuan penyanyi pop Mariah Carey.




    Ya, Carey ini mengaku kepada majalah People bahwa dirinya didiagnosa gangguan bipolar pada tahun 2001 lalu. Tetapi, kabar itu tak serta merta membuatnya mengambil langkah terapi. 


    Hal itu bermula saat ia dirawat di rumah sakit karena mood-nya bermasalah saat pengambilan gambar untuk film Glitter. Lalu setelah dicek apa masalahnya, diagnosis menyimpulkan bahwa Carey mengalami gangguan bipolar.


    Mendengar vonis itu membuat psikis Carey terguncang. Sampai kurun waktu sepuluh tahun lebih ia masih tidak percaya, dan menyangkal diagnosis dokter. Ia dihantui ketakutan dijauhi orang-orang bila ada seseorang mengetahui kondisinya. Alhasil, ia baru bisa melakukan terapi belum lama ini

    "Ini beban yang terlalu berat untuk ditanggung dan saya tidak bisa menyangkal itu lagi. Saya mencari dan menjalani terapi, saya menempatkan orang-orang positif di sekitar saya. Lalu saya kembali melakukan apa yang saya sukai, menulis lagu dan membuat musik," urainya.

    Seperti orang yang mengidap gangguan bipolar, Carey mengalami masalah perubahan suasana hati yang ekstrem. Hal yang ia ingat dari gangguan ini, dirinya jadi pribadi yang mudah tersinggung dan selalu takut mengecewakan orang lain. 

    Selain itu, Carey mengaku gangguan bipolarnya lebih membuat dia sulit tidur dan hiperaktif. Hal itu sebagaimana pernyataan dokter dulu bahwa Carey mengalami gangguan bipolar tipe II yang membuatnya hiperaktif dan terjadi perubahan suasana hati – tapi tidak parah.

    "Dulu, sempat saya berpikiran bahwa saya mengalami gangguan tidur yang parah. Dan saat saya mulai menerima gangguan ini. Ternyata kondisi itu saya sedang dalam fase manik (perasaan gembira dan percaya diri yang berlebihan)," kata penyanyi itu.

    Kondisi itu pun memengaruhi hidupya, mulai dari perceraiannya dengan komedian Nick Cannon sampai pertunangan singkat pada 2016 dengan pengusaha Australia James Packer.

    Namun, belakangan kondisi sudah membaik setelah ia mengalami perawatan dan minum obat. Emosinya jauh lebih stabil, dan beruntung teman-teman dekatnya selalu meng-support dia. Efek dari hiperaktif dan sulit tidur membuatnya produktif dalam membuat lagu. Hingga di akhir tahun ini ia siap mengeluarkan album terbaru. Whoop!


    “Saya berada di tempat yang baik sekarang. Saya sudah mulai bisa terbuka dengan kondisi saya saat ini, dan tetap berjuang atas gangguan bipolar II saya,” terangnya.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below