Bahaya Larva Cacing, Mulai dari Muntah Hingga Diare


  • Bahaya Larva Cacing, Mulai dari Muntah Hingga Diare
    (Foto: Freepik)

    Baru-baru ini, heboh berita penarikan produk ikan kalengan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) RI lantaran ditemukan cacing di dalamnya. Hal itu buntut dari temuan parasit cacing pada produk makan ikan makarel kaleng.


    Tetapi, pernahkan terbersit dipikiran Anda seberapa bahaya cacing itu terhadap tubuh kita?




    Rupanya, larva cacing itu bisa membuat orang mengalami masalah kesehatan serius. Ya, dijelaskan Ari Fahrial Syam, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Pencernaan dari FKUI, cacing dengan nama Anisakis sp ini jika tertelan manusia dalam keadaan hidup bisa menempel di dalam lambung atau usus halus, lalu menimbulkan berbagai keluhan. 


    Mulai dari nyeri perut, mual, muntah, kembung, diare ada darah dan demam –yang tidak terlalu tinggi. Selain itu, larva cacing ini pada tubuh manusia juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada tubuh manusia yang bisa berakibat fatal.


    Namun demikian, larva cacing Anisakis ini tidak bisa berkembang biak di tubuh manusia. Tetapi, ia bisa bertambah besar, karena sejatinya siklus hidup cacing ini ada di dalam tubuh ikan. 


    “Sejauh ini – sebagai dokter penyakit dalam yang melakukan endoskopi – saya tidak pernah menemukan secara langsung larva cacing Anisakis di saluran pencernaan pasien. Tapi saya pernah mendapatkan berbagai cacing lain seperti cacing gelang (Askaris), cacing cambuk (Trikuris) atau cacing pita (Taenia) yang didapat melalui pemeriksaan endoskopi,” ungkap dokter Ari dalam rilis yang diterima redaksi Her World, Jakarta, 2 April 2018 


    Menurut dokter Ari, cacing ini sering juga ditemukan pada raw fish atau raw sea food. Sehingga, kasus penemuan cacing ini banyak ditemukan pada masyarakat Jepang yang menyukai Sashimi atau Sushi. 


    Seiring dengan mulai banyaknya restoran Jepang di Indonesia yang menyediakan sushi atau sashimi, ia meminta masyarakat untuk mewaspadai peningkatan jumlah kasus ini pada masyarakat Indonesia. Seperti yang terjadi di masyatakat Amerika jumlah kasus infeksi Anisakis ini sudah mulai rutin dijumpai. 


    “Bagaimana dengan larva anisakis yang ditemukan pada ikan makarel ini? Hal ini jelas harusnya tidak terjadi. Dan saya sangat setuju bahwa BPOM langsung bertindak tegas atas produk yang tercemar tersebut,” tegas Ari. 


    Kendatipun, lanjut Ari, ikan yang mengandung larva tersebut dimasak sampai ikannya matang, larva tersebut akan mati. Di samping itu, larva cacing tersebut sebenarnya juga akan mati jika disimpan dalam suhu -20 derajat celcius. 


    “Apapun kita tetap harus tetap mewaspadai, dan tetap hati-hati akan keberadaan larva tersebut yang mencemari makanan yang akan kita konsumsi. Terutama jika akan dikonsumsi secara mentah, pungkasnya. (Qalbinur Nawawi/ Dok. Free Pik)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below