Ramaikan Hari Ibu dengan Gerakan 'Ibu Bangsa Membaca'


  • Ramaikan Hari Ibu dengan Gerakan 'Ibu Bangsa Membaca'
    Memeringati Hari Ibu yang jatuh tiap 22 Desember, Perpustakaan Nasional dan iPusnas mengusung gerakan 'Ibu Bangsa Membaca'. (Foto: Dok/Perpusnas)


    Memeringati Hari Ibu tahun ini, Perpustakaan Nasional RI menggelar acara Deklarasi “Gerakan IBU BANGSA MEMBACA” yang dirangkai dengan pergelaran literasi pada Jumat (13/12), di Auditorium Gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan 11, Jakarta Pusat.

    Dalam acara ini, 25 tokoh perempuan dari berbagai profesi, kalangan, generasi dan komunitas, tampil membacakan kutipan paragraf pilihan dari buku-buku elektronik yang menjadi koleksi iPUSNAS, aplikasi Perpustakaan Digital yang memungkinkan pencinta buku menikmati koleksi konten Perpustakaan Nasional. 



    Di antara mereka, hadir Mufidah Jusuf Kalla, istri Wakil Presiden RI, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, istri Menteri Sosial yang juga Pengembang Properti Loemongga Haomasan Kartasasmita, Duta Baca Nasional Najwa Shihab, Filantropis Lia Candrasari, Aktivis Literasi Chicha Koeswoyo, Aktris dan Pendongeng Cut Mini, Atlet Angkat Besi Acchedya Jagaddhita, penyanyi Sita Nursanti hingga aktris muda Prilly Latuconsina. 

    Mereka adalah sebagian dari 25 perempuan yang membacakan berbagai kutipan yang dijalin dalam sebuah pertunjukan tujuh babak dalam tujuh tema berbeda dalam keseharian seorang perempuan Indonesia, yakni tentang 'Indonesia, Manusia, Perbedaan, Memaafkan, Pasangan Hidup, Cinta dan Perempuan'.  

    (Baca juga: Rayakan Hari Ibu dengan 10 Kegiatan Seru Berikut Ini)

    Konten yang dibacakan oleh para penampil Pergelaran Literasi “Ibu Bangsa Membaca” ini seluruhnya karya penulis perempuan Indonesia, merupakan koleksi Perpustakaan Nasional dan iPUSNAS yang telah dikurasi oleh tim iPusnas bersama komunitas Gerakan 'One Week One Book dan Booktube Indonesia. Kutipan-kutipan tersebut dirangkai menjadi sebuah “kisah” oleh penulis skenario terkemuka Titien Watimena. 


    (Deklarasi Gerakan Ibu Bangsa Membaca. Foto: Dok/Perpusnas)


    Koreografer dan Penata Artistik Ari Tulang mengejawantahkan naskah tersebut tak hanya sekadar pembacaan biasa, melainkan menjadi sebuah pertunjukan yang berkesan.  

    Gerakan 'IBU BANGSA MEMBACA' ini ditujukan untuk mengajak para Ibu dan perempuan Indonesia lebih berperan aktif dalam kegiatan literasi dan meningkatkan kebiasaan membaca dan menularkan kebiasaan tersebut pada anak-anak dan keluarganya.

    “Membaca dan membuka wawasan melalui berbagai buku serta bahan bacaan lainnya, diyakini akan mampu membantu setiap orang yang hidup di zaman digital yang serba cepat seperti sekarang ini untuk mampu memiliki saringan untuk menapis banjir informasi yang banyak di antaranya berisi berita bohong, ujaran kebencian dan narasi negatif yang bisa berdampak buruk pada perkembangan psikologis anak-anak, bahkan juga orang dewasa,” ujar Muhamad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional RI.   

    (Baca juga: Merayakan Momen Hari Ibu bersama herworld Indonesia)

    Sebagai “guru” pertama yang ditemui seorang manusia, Ibu, menurut M. Syarif Bando, merupakan pembangun fondasi yang mampu menentukan kualitas sumber daya manusia. Hal ini yang membuat Perpustakaan Nasional merasa perlu dan mendesak untuk mengajak para Ibu dan perempuan Indonesia untuk lebih banyak membaca bagi keluarganya.


    (Deklarasi Gerakan Ibu Bangsa Membaca. Foto: Dok/Perpusnas)


    Hal ini juga yang membuat Perpustakaan Nasional merasa perlu membuat iPUSNAS, sebuah platform digital untuk koleksi-koleksi buku yang dimilikinya.

    “Harapannya, dengan iPUSNAS, jangkauan keterbacaan buku-buku koleksi kami menjadi lebih luas. Bisa melampaui batas wilayah serta waktu,” katanya.

    Untuk melakukan proses digitalisasi tersebut, Perpustakaan Nasional dibantu oleh Aksaramaya, sebagai pengembang Perpustakaan Digital iPUSNAS. 



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below