Bercermin dari Kelebihan Orang Lain? Bisa!


  • Bercermin dari Kelebihan Orang Lain? Bisa!
    Belajar menjadi lebih baik bisa dilakukan dengan mudah lewat sisi positif orang-orang di sekitar. (Foto: Dok. Bruce Mars/Pexels)


    Suatu hari, ada dua perempuan yang tengah bertemu untuk minum kopi. Tentu tak ada aktivitas lain yang lebih seru selain bergosip sambil menikmati secangkir kopi favorit.

    “Tahu enggak kalau si Mawar lagi bikin yayasan baru untuk anak yatim?” ujar perempuan nomor satu.



    “Ah, paling biar ada kesibukan saja. Omong-omong, Melati jalan-jalan lagi ke Venice. Enak banget ya, pasti hasil membujuk suami tersayang,” timpal perempuan nomor dua.

    Moral cerita supersingkat ini: kita hidup dalam kebiasaan, yang sebagian besar, sulit menerima kelebihan orang lain. Padahal, bisa saja si Mawar memang benar-benar berhati emas dan peduli dengan anak yatim piatu dan Melati yang bekerja keras demi mengumpulkan uang untuk traveling keliling dunia. Tapi apa mau di kata, rasanya bibir ini kelu saat harus mengakui itu semua.

    (Baca juga: Kisah Perjalanan Karier Nina Kozok) 


    Dalam hidup, setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing. Ada yang baik, pintar, cantik, pekerja keras, bertanggung jawab, dan masih banyak lagi. Rasanya tak etis untuk menjadikan kelebihan tersebut sebagai bahan sindiran. Lebih baik, jadikan kelebihan orang lain sebagai cerminan untuk menggali potensi diri. Bagaimana caranya? Mudah!


    (Ilustrasi. Foto: Dok/ILoveSimpleBeyond/Pexels)


    Pertama, coba introspeksi lagi diri kamu. Apakah kamu sudah bekerja sekeras Melati atau bisa melupakan rasa egoisme diri seperti Mawar demi mendahulukan kepentingan orang lain? Jika belum, tak ada salahnya untuk mencoba melakukan perubahan pada diri dengan melihat kelebihan orang-orang ini.

    Kedua, cari sosok role model yang bisa memancing potensi positif dari dalam diri kamu. Tak perlu repot mencari hingga ke Hollywood atau penerima penghargaan kemanusiaan. Cukup lihat di sekitar kamu dan temukan sosok inspirasi dari kalangan terdekat. Berkaca pada atasan saat ini, saya pun terinspirasi untuk melakukan perubahan positif dalam diri.


    (Ilustrasi. Foto: Dok. Raxpixel.com/Pexels)


    Ketiga, ingat bahwa tak ada sesuatu yang sempurna. Ada satu ungkapan menarik yang sempat saya baca beberapa waktu lalu. Kelemahan seseorang justru membuat sosoknya yang sempurna, yang seakan terlihat artifisial... menjadi manusia. Menggali potensi diri bukan berarti kamu harus terus bersikap sempurna. Kelebihan tanpa ada kelemahan tentu tidak akan menjadi sesuatu yang lebih, bukan? Maka dari itu, kita tidak diwajibkan menghilangkan kepribadian yang unik melainkan memadukannya dengan kelebihan yang kita tangkap dari orang lain.

    Terakhir, menggali potensi diri bisa dibilang gampang-gampang susah karena kamu harus benar-benar bisa mengenal diri sendiri dan melihat hal-hal baik dari orang lain (yang kadang bisa jadi sangat, sangat sulit). Bisa saja dengan bercermin dari kelebihan teman sekantor yang pekerja keras, kamu juga bisa menjadi pekerja yang lebih baik bagi perusahaan. Atau, saat sukses mengadopsi sifat teman arisan yang rendah hati, kamu mampu menjadi sosok yang lebih menyenangkan dalam keluarga.

    Pada akhirnya, cermin dibuat untuk memantulkan pandangan yang sama, alangkah baiknya jika pantulan tersebut merupakan sesuatu yang positif.



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below