Review Film: 'Suzzanna, Bernapas Dalam Kubur'


  • Review Film: 'Suzzanna, Bernapas Dalam Kubur'
    Suzzanna: Bernapas dalam Kubur menghidupkan kembali sosok legendaris 'Suzzanna'. (Foto: Dok/SorayaIntercineFilms)


    Film horor 'Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur' mengembalikan ingatan akan sosok legendaris Suzzanna, yang menjadi sundel bolong dan menuntut balas. Namun, kali ini, sisi romantis dan komedinya mendapat porsi lebih banyak.  

    Luna Maya berperan sebagai Suzzanna. Ceritanya sendiri meski sekilas mirip dengan judul 'Bernapas dalam Lumpur' atau 'Beranak dalam Kubur', film ini mengusung cerita sendiri. Seolah ini adalah lanjutan film terbaru Suzzanna hanya saja kali ini diperankan oleh seorang yang mirip Suzzanna. 



    Dengan hampir dua puluhan film horornya yang legendaris, Suzzanna: Bernapas dalam Kubur bisa jadi awalan untuk hidupnya kembali sosok ratu film horor Indonesia yang wafat pada 2008 lalu ini. Seperti apa kisah terbarunya? 

    (Baca juga: Review Film: A Man Called Ahok

    Film 'Suzzanna: Bernapas dalam Kubur' dibuka dengan cerita Suzzanna (Luna Maya) yang sedang mengandung setelah lima tahun menanti bersama pasangannya Satria (Herjunot Ali). Keduanya bersuka cita hingga satu insiden di satu malam membuat semua yang indah itu buyar. 


    (Adegan Suzzanna: Bernapas dalam Kubur. Foto: Dok/SorayaIntercineFilms) 


    Empat karyawan pabrik Satria, Jonal (Verdi Soelaiman), Umar (Teuku R Wikana), Gino (Kiki Narendra), dan Dudun (Alex Abbad) menjarah dan merampok rumah di saat Satria ditugaskan ke luar kota. Tiga pembantunya pun bermalam minggu menonton layar tancap di luar rumah. Suzzanna terjebak, terluka dan dikubur hidup-hidup. 

    Esoknya, Suzzanna kembali ke rumah tapi dalam wujud berbeda. Ia telah menjadi sundel bolong yang bingung dan menuntut balas. Satu persatu penjahat yang membuatnya tiada dihantui hingga mengakhiri hidup. 

    Namun, cerita tak sampai di sana. Romantisme Suzzanna-Satria digali lebih jauh dan mereka dihadapkan pada satu momen untuk menghadapi kenyataan pahit sama-sama. Entah apakah ini akan dibuat versi lanjutannya? Siapa tahu. 

    Balutan komedi-romantis 

    Dengan kemiripan luar biasa, 'Suzzanna: Bernapas dalam Kubur' tak pelak seolah menghidupkan kembali sosok legendaris Suzzanna. Rias wajahnya, busana, hingga mata melotot itu persis Suzzanna. 


    (Adegan Suzzanna: Bernapas dalam Kubur. Foto: Dok/SorayaIntercineFilms) 


    Luna Maya juga 'meniru' persis gerak gerik Suzzanna, dari ekspresi datarnya, pilihan kata, intonasi, hingga bahasa tubuh. Kemiripan ini bisa jadi nilai lebih sendiri bagi para penggemar film-film Suzzanna. Namun, ini saja tak cukup untuk membuat film ini berhasil. 

    Ada beberapa kejanggalan di sepanjang film. Entah itu kadang temponya yang lambat, atau justru adanya yang hilang saat momen-momen penting yang mestinya bisa digali lebih jauh untuk menimbulkan kesan horor dan seram. 

    Kontinuity atau keberlanjutan cerita mengalir biasa saja sesuai plot. Semua bisa ditebak sehingga tak cukup 'memberi' kejutan berarti. Termasuk empat tokoh penjahat yang sangat hitam-putih dan bikin gemas. 

    Di luar itu, yang menarik justru kehadiran tiga pembantu Suzzanna yang hampir selalu mencuri perhatian. Aksi kocak Asri Welas sebagai Mia, Oppie Kumis sebagai Pak Rojali, dan Ence Bagus sebagai Tohir setidaknya berhasil mencairkan suasana dan sekaligus membuat senyum simpul dan tawa sepanjang film. 

    Sementara untuk sisi horor, kengerian justru muncul dari aksi balas dendam yang berujung kematian. Darah bercecer di mana-mana, dan potong tebas kepala. Bagian tertentu baiknya disensor, jika mengingat film ini ditonton untuk 13 tahun ke atas. 


    (Adegan Suzzanna: Bernapas dalam Kubur. Foto: Dok/SorayaIntercineFilms) 


    Diproduksi Soraya Intercine Films, Suzzanna Bernapas dalam Kubur disutradarai dua orang, yakni Anggi Umbara dan ROcky Soraya. Perpindahan sutradara dan adanya adegan yang dibesut ulang dengan kisah berbeda bisa jadi turut berperan dengan hasil akhirnya. 

    Namun, bagaimanapun, Suzzanna: Bernapas dalam Kubur hadir 'mengobati' kerinduan akan film legendaris Suzzanna. Dan jika ke depan akan ada lanjutan lainnya dengan kisah lebih 'segar' dan 'twist' lebih mengejutkan bisa jadi film Suzzanna akan terus dinantikan. 

    Film 'Suzzanna: Bernapas dalam Kubur' mulai tayang di bioskop Indonesia 15 November 2018. 





 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below