Mengenal Bahayanya Nge-Fly Pakai Air Rebusan Pembalut


  • Mengenal Bahayanya Nge-Fly Pakai Air Rebusan Pembalut
    Bahayanya Nge-Fly Pakai Air Rebusan Pembalut. (Foto: Dok/Medclique)


    Dulu, anak jalanan ingin ikut mabuk atau fly dengan menghirup lem (biasa disebut nge-lem) atau pil koplo. Kini semenjak harga lem dan pil koplo naik, anak-anak di beberapa kota seperti Grobogan, Kudus, Pati, Rembang, dan Semarang bagian Timur kini “nge-fly” menggunakan rebusan air pembalut bekas dan baru!

    Keterbatasan ekonomi memaksa anak-anak ini untuk mencoba-coba dan meracik sendiri bahan-bahan kimia yang bisa memberi efek mabuk. Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) yang menemukan kasus ini mengatakan, proses merebus pembalut ini dilakukan untuk mengekstraksi bahan kimianya. Misalnya, sodium polyacrylate yang digunakan untuk menyerap cairan. Dengan demikian, anak-anak usia 13-16 tahun itu merasakan efek seperti mengonsumsi narkotika.



    Kamu tak perlu membayangkan apa jadinya bila pembalut bekas yang dipungut dari tempat sampah itu direbus lalu diminum. Darah menstruasi sendiri, walaupun sering disebut sebagai darah kotor, sebenarnya tidak kotor. “Darah mens itu terbuat dari sel-sel endometrium yang menebal dan terbuang jika tidak ada kehamilan, juga darah dari pembuluh darah di rahim, dan kadang-kadang bekuan darah,” kata pakar kesehatan wanita Jennifer Wider, MD.

    Namun siapa yang tahu kalau darah mens itu tidak mengandung virus HIV atau kuman penyakit lainnya?

    (Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Vagina)

    Hal yang perlu dikhawatirkan lainnya adalah kandungan pembalut itu sendiri. Dari berbagai penelusurannya, Andrea Donsky, founder Naturally Savvy dan penulis buku Label Lessons: Your Guide to a Healthy Shopping Cart mendapati beberapa kandungan berbahaya pada pembalut:


    (Pembalut. Foto: Dok/WorldofBuzz) 


    1. Serat sintetis

    Berbagai produk pembalut sekali pakai umumnya terbuat dari katun, rayon, atau kombinasi keduanya. Rayon adalah serat sintetis yang sangat mudah terserap dan bersifat abrasif, dan karenanya bisa menimbulkan lesi mikro. Akibatnya penyerapan racun pada tubuh bisa meningkat.

    2. Plastik

    Menurut penelitiannya, kandungan setiap pembalut konvensional sama dengan sekitar empat kantong plastik. Padahal bahan kimia dalam plastik sudah lama diketahui punya dampak merugikan. Sebagai contoh, senyawa kimia dalam plastik seperti BPA dan BPS bisa mengganggu perkembangan embrio dan dikaitkan dengan penyakit jantung dan kanker.

    BPA bisa meresap ke dalam makanan atau minuman dari wadah makanan atau minuman yang dibuat dengan BPA. Artinya, menelan bahan kimia ini bisa menimbulkan kemungkinan dampak kesehatan pada otak, perilaku, dan kelenjar prostat pada fetus, bayi, dan anak-anak. Penelitian lain juga menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara BPA dan meningkatnya tekanan darah.

    3. Pewangi sintetis

    Selain plastik minyak bumi, pembalut konvensional juga mengandung sejumlah bahan baku berbahaya lainnya, seperti penetral bau dan pewangi sintetis. Kedua bahan ini terdiri atas pewarna buatan dan serat sintetis seperti polyester, adhesives, polyethylene (PET), polypropylene, dan propylene glycol (PEG). Semua bahan ini berisiko menyebabkan gangguan hormon, kanker, cacat lahir, kekeringan, dan ketidaksuburan.


    (Pembalut. Foto: Dok/Oddnaari)


    4. Chlorine

    Untuk memberikan kesan putih bersih pada pembalut, serat yang digunakan harus di-bleaching. Proses pemutihan dengan chlorine meninggalkan racun dioxin yang bersifat karsinogenik. Dioxin bisa terkumpul di jaringan lemak, dan tidak memiliki tingkat paparan yang aman. Menurut US Environmental Protection Agency (EPA), kadar dioxin yang rendah saja bisa memicu perkembangan jaringan yang tidak normal pada perut dan organ-organ reproduksi, perkembangan sel yang tidak normal di seluruh tubuh, serta gangguan sistem hormon dan endokrin.

    Chlorine, biasanya digunakan untuk menghambat perkembangan bakteri di dalam air dan banyak digunakan untuk produk pembersih rumah. Keracunan chlorine juga bisa terjadi ketika kamu menyentuh, menelan, atau menghirup bahan kimia ini. Chlorine yang bereaksi dengan air di luar tubuh dan pada permukaan jaringan di dalam tubuh -termasuk air di dalam saluran pencernaan- menyebabkan terbentuknya asam hidroklorik dan asam hipoklorit. Kedua substansi ini bisa sangat beracun bagi manusia.

    5. Antibakteri

    Pembalut juga mengandung aluminium, alkohol, bahan tambahan pewangi, hidrokarbon (dari industri petrokimia), obat pembasmi jamur, dan produk-produk antibakteri. Sepertinya hal ini bisa mengatasi masalah pada vagina, tapi sebenarnya bisa menyebabkan iritasi dan alergi.

    Banyak cara yang dilakukan anak jalanan untuk mabuk dengan cara murah. Di Amerika, anak-anak di bawah 12 tahun meminum hand sanitizer karena kandungan alkohol pada produk antibakteri ini jauh lebih tinggi daripada alkohol konvensional. Akibatnya, Georgia Poison Center mencatat 16.117 kasus keracunan alkohol dari hand sanitizer pada 2014.

    Nah, apa dampak membahayakan nge-fly dengan air rebusan pembalut, sepertinya belum pernah disimpulkan secara detail karena belum pernah ada penelitian khusus mengenai hal ini. Namun dari penggunaan yang tidak sesuai dengan manfaat sebenarnya, bisa dibayangkan efek buruknya. Kalau pembalut dengan bahan kimia saja bisa berdampak buruk bagi pemakainya, apalagi ketika dikonsumsi.

    (dari berbagai sumber)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below