Catatan dari Moskow: Pameran Bvlgari Terbesar di 2018


  • Catatan dari Moskow: Pameran Bvlgari Terbesar di 2018
    Catatan dari Moskow: Pameran Bvlgari Terbesar di 2018. (Foto: Dok/Bvlgari)


    Di usianya yang sudah melebihi satu abad, brand perhiasan asal Italia, Bvlgari menggelar pameran perhiasan terbesar di kompleks museum Kremlin, Moscow beberapa waktu lalu. Lebih dari 500 perhiasan dari Bvlgari Heritage Collection hingga koleksi pribadi dipamerkan secara apik di lantai dasar Patriarch Palace dan Assumption Belfry.

    Bertajuk 'Bvlgari Tribute To Femininity', pameran ini terbuka untuk umum mulai 7 September lalu hingga 13 Januari 2019. Pameran ini sekaligus menguatkan pernyataan bahwa perhiasan merupakan sahabat sekaligus simbol kekuatan perempuan di segala masa. Berikut laporan Shantica Warman yang menghadiri acara pembukaannya di Moscow, Rusia.



    (Baca juga: Menyusuri Pameran Foto 'Timeless Glamour' Bvlgari) 

    Selebrasi Terbesar

    Kremlin merupakan sebuah area di pusat kota Moscow yang telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu cagar budaya dunia. Di dalamnya terdapat kumpulan bangunan heritage dengan arsitektural megah yang dibangun sekitar abad ke-16. Beberapa di antaranya masih berfungsi sebagai gereja, museum dan sebagian lagi menjadi tempat pusat pemerintahan Moscow.

    Museum Kremlin dikenal sebagai tempat penyimpanan ratusan ribu koleksi seni yang berasal dari Rusia maupun berbagai negara lain di dunia. Publik telah menikmati keindahan harta budaya tersebut sejak dibukanya di tahun 1806. Beberapa tahun belakangan, Kremlin juga mulai terbuka bagi pameran seni yang digelar secara berkala. 

    Elena Gagarina, putri astronot Yuri Gagarin yang menjabat sebagai General Director Moscow kremlin Museums, menjadi tuan rumah pameran Bvlgari retrospektif ini bersama Jean-Christophe Babin dan Lucia Boscaini, CEO serta Brand & Heritage Curator Bvlgari. Ketiganya memberikan keterangan tentang latar belakang dibuatnya pameran ini, pada para media internasional yang khusus diundang demi menyaksikan acara pembukaan.


    (Koleksi perhiasan. Foto: Dok/Bvlgari)


    “Saya berharap, Anda dapat merasakan perpaduan budaya lama dan baru, tradisi dan trend, pertemuan timeless jewellery dan desain kontemporer, yang mengikuti perkembangan selera peremuan dunia dari masa ke masa,” demikian diutarakan oleh Jean-Christopher Babin pada surat undangan resminya untuk kami.

    Acara pembukaan ditandai dengan cocktail party yang dihadiri para VVIP termasuk relasi dan keluarga Bvlgari , selebritas dan sosialita papan atas yang menjadi brand ambassador yaitu Alicia Vikander, Eva Green, Shu Qi dan Lady Kitty Spencer serta para global digital influencer seperti Helena Bordon, Kristina Bazan, Gilda Ambrosio dan Giorgia Tordini yang semuanya hadir dilengkapi sematan perhiasan Bvlgari nan menawan. 

    Perayaan diadakan di sebuah gedung ikonik bergaya neo-klasik yang bernama Pashkov House dengan taburan lighting dan logo Bvlgari yang terpampang megah di halaman depannya. Alunan musik dan suara energik dari grup band serta penyanyi jazz kenamaan Italia, Matteo Barancaleoni membuat suasana bertambah hangat dan meriah. Para tamu pun bebas berdansa dan merayakan spirit Bvlgari yang menggebu. 

    Koleksi Heritage

    Pagi itu, pada hari dibukanya pameran perhisan retrospektif Bvlgari, kompleks Kremlin ditutup untuk umum. Para tamu yang hadir, termasuk kami, diwajibkan membawa undangan yang disertai kartu identitas resmi. Kami harus bersabar berdiri di antara antrian panjang akibat pemeriksaan yang cukup ketat di pintu gerbang.

    Rasa penasaran pun semakin menggebu saat kami mulai mendekati area pameran, yang ditandai gelaran poster-poster raksasa dengan foto seorang model cantik mengenakan lilitan kalung statement Bvlgari bergandul heksagonal.

    Pameran digelar di dua gedung yang berbeda di dalam satu kompleks. Area pertama yang kami masuki adalah Belfry, dimana di dalamnya sudah terdisplay perhiasan Bvlgari dari masa ke masa, termasuk koleksi perhiasan perak pertama karya sang pendiri, Sotirio Bulgari pada tahun 1870-1890, dan juga koleksi-koleksi privat yang belum pernah dipertunjukkan ke hadapan umum.

    Salah satunya adalah mahkota berbatu biru aquamarine yang dikenakan oleh Ratu Infanta Beatriz dari Spanyol pada saat pesta pernikahannya di tahun 1930. Juga koleksi Bvlgari Heritage milik aktris legendaris Elizabeth Taylor yang menjadi salah satu spot yang dikerumuni pengunjung paling lama. Sebuah koleksi dengan rangkaian 17 batu Colombian Emerald dan kalung bergandul batu safir sebesar 60 karat pemberian aktor Richard Burton kala itu, saat mereka jatuh cinta di pembuatan film Cleopatra yang berlokasi di Roma. 


    (Ingrid Bergman. Foto: Dok/Bvlgari) 


    Di area lain, dipamerkan serial perhiasan ikonik yang terus menjadi koleksi signature khas brand ini hingga sekarang. Misalnya koleksi Parentesi, yaitu perhiasan berbentuk modular pertama Bvlgari, juga seri Tubogas yang dipamerkan mulai dari besutan pertamanya di akhir tahun ’50. Seri Tubogas dikenal sangat popular dengan bentuk dan tekstur yang khas, yaitu rangkaian material logam fleksibel yang dibuat melilit berlapis-lapis. 

    Koleksi Serpenti dalam berbagai variasi yang tersebar dari empat dekade tentu mendapat tempat khusus di pameran ini. Koleksi berbentuk ular yang terinspirasi dari mitologi Romawi ini terlihat mengalami evolusi tanpa meninggalkan karakter kuatnya sebagai identitas Bvlgari. Paduan logam mulia, berlian dan batu berwarna kuat seperti emerald, sapphire, ruby, lapis lazuli, turquoise, amethyst menjadi penanda Bvlgari yang tak dapat dipungkiri juga bernilai investasi tinggi untuk diwariskan pada generasi selanjutnya. 

    Interior yang didominasi warna hitam dan emas semakin memperkuat suasana sakral nan romantik, sambil mengelilingi satu showcase ke showcase lain yang membawa kami dalam lompatan waktu dari dekade ke dekade. Tak hanya perhiasan, di dalam area ini juga dipamerkan foto para perempuan powerful: royal family, bangsawan, pengusaha & konglomerat, serta aktris terpopuler dari masa ke masa lengkap dengan narasi yang menggambarkan ikatan antara perhiasan dan persona masing-masing. 


    (Pembukaan pameran. Foto: Dok/Bvlgari)

    Publik dapat mengunjungi pameran yang terbuka untuk umum ini hingga 13 Januari 2019, dengan harga tiket 500 RUB atau sekitar Rp111 ribu. Bebas biaya masuk untuk pengunjung berusia di bawah usia 16 tahun.

    Pameran Pembuka di GUM

    Sebelum menuju kompleks museum Kremlin, kami para media internasional digiring menuju GUM, sebuah mall berinterior klasik berusia lebih dari 500 tahun di Moscow. Letaknya tak jauh dari hotel dan juga Kremlin. 

    Di tempat ini, juga digelar pameran BVLGARI Tribute to Femininity dalam bentuk yang berbeda. Beberapa selasar mall digelar karpet berwarna ungu dengan deretan pop up counter jingga dan ungu menyala, yang berisi display beberapa perhiasan ikoni, dibarengi dengan foto-foto para perempuan powerful yang mengenakan perhiasan tersebut pada jamannya.


    (Ruang pameran. Foto: Dok/Bvlgari)


    Saat memasuki mall, kami disambut oleh suguhan es krim yang sengaja dibuat dengan label Bvlgari. Kami berjalan menyusuri pameran yang terbuka untuk umum ini sambil mengagumi display apik yang mengagumkan. Di sini, kami mendapat banyak informasi pembuka yang cukup untuk membekali kami sebelum melihat pameran besarnya di Kremlin. 

     Sebuah sajian sarapan khas Rusia telah disiapkan buat kami di Bosco Café. Di tempat ini, kami berkesempatan bertemu dan mengobrol langsung dengan para ‘keluarga’ Bvlgari, tim panitia, serta beberapa artis serta influencer terkenal yang sengaja diundang untuk menghadiri pembukaan pameran akbar ini.

    (Teks: Shantica Warman. Foto: Dok/Bvlgari, Dok/ShanticaWarman)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below