4 Tanda Kamu Perlu 'Couple Therapy'


  • 4 Tanda Kamu Perlu 'Couple Therapy'
    Nyatanya, semakin banyak pasangan belum menikah yang mengikuti couple therapy. Simak 4 tanda kamu perlu mengikuti couple therapy. (Foto: Dok/Natthanon Kongyam/Pexels)


    Pacar mungkin belum melamar kamu, tapi sekarang semakin banyak pasangan belum menikah yang mulai mencari bantuan terapis saat ada masalah. Manfaatnya: memastikan masa depan hubungan sehingga kamu bisa menghindari kunjungan ke kantor perceraian pada masa depan.

    Berhentilah berpikir bahwa couple therapy merupakan usaha terakhir bagi mereka yang memiliki masalah dalam pernikahan. Nyatanya, sah-sah saja bagi pasangan belum menikah untuk melakukan konseling jenis ini. Data dari Reach Counselling Service menunjukkan ada lebih dari 20% pasangan belum menikah yang mengikuti couple therapy pada 2016.

    Alasannya karena mereka tak ingin berlama-lama memperburuk masalah melainkan segera memperbaikinya. “Seseorang akan lebih terbuka pada perubahan dan masukan saat masih berpacaran,” jelas Larry Lai, Psikoterapis dan Principal Counsellor di Focus on the Family, Singapura.

    (Baca juga: Tips Menghadapi Pasangan yang Suka Mengeluh)

    Pasangan muda juga tahu bahwa hubungan yang harmonis membutuhkan kerja keras. Larry menambahkan bahwa tingginya tingkat perceraian di masyarakat menyadarkan para pasangan muda ini bahwa sebuah akta pernikahan tak menjamin masa depan yang bahagia selamanya.

    Lalu, apakah kamu membutuhkan couple therapy? Berikut 4 tanda kamu perlu mengikuti couple therapy:

    1. Kamu sering bertengkar tanpa alasan

    Kemungkinan besar, kamu dan pasangan memiliki masalah cukup dalam yang selama ini dikesampingkan. Larry memberikan contoh, misalnya pasangan ingin membuat joint account tapi kamu nggak melihat manfaatnya. “Satu orang melihat joint account sebagai bukti keseriusan suatu hubungan, dan separate account adalah tanda ketidak-percayaan,” tambah Larry. Terapi menciptakan area aman bagi kamu untuk menumpahkan unek-unek tanpa harus khawatir menyakiti perasaan pasangan.

    2. Pasangan selingkuh

    Mudah rasanya untuk terperangkap dalam emosi sesaat. Kalau menurut kamu hubungan tersebut masih bisa diselamatkan, seorang terapis bisa membantu menentukan apakah hubungan tersebut patut dilanjutkan atau segera dilupakan.

    3. Kamu berpikir bukan pasangan yang baik

    Seorang couple therapist bisa menilai tingkat kecocokan kamu dan pasangan. “Kami melihat hal-hal seperti gaya komunikasi, latar belakang, kepribadian, sikap finansial, cara mereka mengatasi stres, dan seberapa dekat mereka sebagai pasangan,” jelas Winny Lu, Therapist dan Senior Counsellor di Reach Counselling Service. Kamu bisa saja dikategorikan sebagai “vitalised” couple (sangat cocok) atau justru “conflicted” couple (tidak cocok). Jika kamu masuk dalam kategori kedua, bukan berarti hubungan sudah pasti berakhir, melainkan masih memerlukan kerja keras.

    (Baca juga: Tips Mencari Kado Ulang Tahun untuk Pasangan)

    Menyadari perbedaan antar pasangan merupakan permulaan yang baik dan seorang terapis bisa mengidentifikasi masalah yang harus dihadapi secara personal. “Dalam sebuah pertengkaran, cara Anda menghadapinya bisa saja dipicu dari ketakutan dan kekhawatiran diri. Atau bisa juga berasal dari cara Anda dibesarkan,” jelas Larry.

    4. Tak bisa jujur pada pasangan

    Komunikasi adalah bagian terpenting saat melakukan couple therapy. Hal ini tentu akan membantu kamu yang sering kesulitan untuk mengeluarkan emosi atau unek-uneknya.

    Nah, itu tadi 4 tanda kamu memerlukan couple therapy atau tidak. Apa pun pilihanmu, percayalah bahwa semua hubungan membutuhkan komunikasi dan kerja keras antar dua pihak.