Yang Menyabet Juara di Rever Future Artist Awards 2018


  • Yang Menyabet Juara di Rever Future Artist Awards 2018
    Yang Menyabet Juara di Rever Future Artist Awards 2018. Riasan Venom. (Foto: Dok/Rever Academy)


    Selain mengusung pameran dan aneka workshop demo makeup, Art de Beaute 2018 juga diisi dengan kompetisi tata rias wajah bagi siswa Rever Academy. Ajang tahunan ini sudah berjalan sejak 2005 dan terbagi atas beberapa kategori, di antaranya beauty bridal makeup, beauty commercial makeup, beauty fashion & conceptual makeup, beauty niternational modification makeup, beauty traditional modification makeup dan hair category.

    Gelaran yang diberi tajuk Rêver Future Artists Awards (RFAA) itu menjadi ajang unjuk gigi bagi para siswa, calon makeup artist untuk unjuk kemahiran dan kemampuan yang mereka miliki. 



    Deretan para juri yang menilai di antaranya Emmy Poejiastuti perwakilan dari PT Rembaka, Riva Tamara Managing Director & Rêver Master Artist, Erica Arifianda Beauty Editor of Harper’s Bazaar Indonesia, Cindercella Beauty Influencer dan Evy Soenardi founder of Rêver Academy Indonesia, serta David Mercer, Director of ToniandGuy Malaysia dan Essensual Salon Bali.

    Siapa saja yang meraih juara? Berikut para pemenang kompetisinya: 

    (Baca juga: Mencari Inspirasi Tren Kecantikan di Art de Beaute 2018) 

    Mengangkat tema Pocahontas: A Maiden's Voyage, Meilyana Tadu meraih Award THE MOST OUTSTANDING MAKE-UP’S STUDENT yang dinilai dari akademik juga teknik riasan. Terinspirasi dari kecantikan dan jiwa pemberaninya, Meilyana menampilkan versi Pocahontas yang modern dengan menampilkan sisi putri yang anggun tanpa menghilangkan salah satu sisi dirinya yang menyatu dengan alam. Riasan yang dominan oranye, dan mixed color menjadikan kreasinya lebih hidup.

    Leyla Latifa dengan tema The Glamorous of “Anak Daro”,terinspirasi dari keanekaragaman budaya Indonesia salah satunya pernikahan ala adat Minagkabau Sumatera Barat. Dimana pengangtin perempuan atau disebut “Anak Daro” tampil dengan balutan gaun warna merah maroon dan kemegahan yang sempurna dari Suntiang Emas, sehingga memancarkan aura etnik nan glamour dari seorang “Anak Daro”. Berhasil meraih Award THE MOST TALENTED MAKE-UP ARTIST.


    (Anak Daro, di RFAA 2018. Foto: ReverAcademy)


    Terinspirasi dari tokoh Xena the Warrior Princess, yang merupakan wanita berparas cantik, anggun, tangguh juga mahir dalam pertempuran, serta memiliki ambisi yang garang dan keinginan untuk berkuasa. Dengan permainan warna bronze, gold dan hijau tosca Christina Ramli pada RFAA meraih Award THE MOST ARTISTIC MAKE-UP.

    Berbeda dengan Renny Yumaisary yang meraih Award THE MOST CREATIVE MAKE-UP dengan tema “Le Beaute Pas Eternelle” yang terinspirasi oleh pesona sihir dari snowflakes yang indah namun menyimpan sejuta rahasia kecantikannya, dan permainan snowflakes terlihat dari permainan eyeshadow yang memadukan warna biru, silver dan menggunakan bahan sterofoam untuk memperkuat kesan dingin, snowflakes pada area matanya. Layaknya frozen witch yang anggun rupawan dan dapat memikat siapa saja yang telah melihatnya. Sayangnya keindahan itu tak abadi karna tak ada kecantikan yang abadi.

    (Baca juga: Cerita Seru di Nu Skin Expo Live di Singapura) 

    “Mermaid” yang terinspirasi oleh cerita di “Cornwall,Inggris”, dimana nyanyian Mermaid dapat membuat orang yang mendengarnya terpesona hingga tewas karena tenggelam. Dengan eyeshadow berwarna biru tua melambangkan dalamnya lautan. Kezia Desmonda dengan berani memadupadakan warna biru tua, muda, ungu dan menggunakan bahan tile untuk mewujudkan kesan sirip milik mermaid di area bawah matanya. Berkat penampilan yang memikat dan dapat menghidupkan si tokoh legendaris ini, Kezia meraih THE BEST CONCEPTUAL MAKE-UP.

    Sementara, untuk THE BEST HI-FASHION MAKE-UP kali ini diraih Gabriela Vivian Sally dengan tema “The Huma Simorgh”. Terinspirasi dari Phoenix, burung api legendaris keramat yang memiliki bulu sangat indah berwarna merah keemasan, serta dikenal sebagai simbol kemakmuran, kedamaian dan keabadian. Dengan eyeshadow merwarna dominan merah dan berani.

    Devhi Yuda membuat kreasi dengan Kanjeng Putri Asmarandhana. Terinspirasi oleh busana bangsawan keraton Surakarta yang menjadi simbol berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan berbalut busana tradisional khas solo, Devi Yuda berhasil menampilkan tata rias seorang putri bangsawan dan meraih THE BEST TRADITIONAL BRIDAL MAKE-UP Award. 

    Bridal Makeup kategori seperti Vita Magdalena Santoso meraih THE BEST BEAUTY BRIDAL MAKE-UP bertema “Glorious White”. Terinspirasi dari seorang pengantin modern yang tidak terlepas dari kesan megah dan glamour. Keindahan warna putih yang melambangkan ketulusan dan kemurnian dari seorang pengantin.

    Memecahkan rekor tersendiri, Suntika menyabet dua Award sekaligus yaitu THE BEST INTERNATIONAL MODIFICATION MAKE-UP & THE BEST PERFORMANCE MAKE-UP CATEGORY, tema Opera memukau mata juri dan penonton atas penampilan juga riasan opera yang otentik dengan modifikasi dan permainan bahan swarovzky, menjadikan riasannya hidup.


    (Mermaid. Foto: Rever Academy) 

    (Baca juga: International Makeup Expo Datang Lagi)

    THE BEST BEAUTY COMMERCIAL MAKE-UP diraih oleh Grace Yemima yang memilih tema “Déesse Blanche” karena terinspirasi dari kecantikan batiniah sang mempelai wanita pada saat prosesi pelepasan sepasang burung merpati di hari pernikahannya. Perpaduan antara gaun yang sederhana namun memukau dengan flawless makeup yang memberi kesan pure lebih menyempurnakan penampilan sang pengantin di hari pentingnya.

    Performa Academy dan tampilan terbaik dengan Award THE MOST OUTSTANDING HAIR’S STUDENT diraih oleh Mary Vanessa yang mempersembahkan the most enigmatic,complex and devious character called “The Deathly Venom”. Sebuah karya yang terinspirasi dari karakter parasit antagonis. Terinspirasi dari hal tersebut, Mary Vanessa merangkai bentuk sanggul sedemikian rupa sehingga terciptalah sosok venom yang terkesan sedang ‘melahap’ seorang manusia dimana mereka akan menyatukan sebagai sesosok mahkluk yang keji dan tak tertandingi, serta didukung dengan pemilihan warna dominan hitam yang dapat mempertegas sisi gelap venom namun masih tetap berkarakter.

    Dominan warna hijau kreasi cutting daripada Kristina Ayu yang berani dan terinspirasi dari penggundulan hutan tanpa adanya tebang pilih yang dilakukan pihak yang mencari keuntungan semata, dimana semakin berkurangnya pepohonan, sang penunggu hutan belantara pun menjadi pemeran penting dalam menjaga serta memperbaiki keadaan hutan belantara. Kreasinya meraih Award THE MOST CREATIVE CUT & COLOUR CATEGORY.


    (Opera. Foto: Dok/Rever Academy) 

    Nuansa keabu-abuan juga di aplikasikan Maharani pada model cutting dan sanggul kali ini ibarat malam yang dingin di sinari cahaya bulan. Bentuk sanggul yang melengkung-melengkung indah menggambarkan fase bulan yang selalu berubah-ubah jika di lihat dari bumi. Maharani menyabet THE BEST AVANTGARDE HAIRSTYLING CATEGORY.

    Sementara, untuk Hair Category THE BEST PERFORMANCE HAIR CATEGORY diraih Anastasia memilih tema “Warrior”. Dengan suku wanita dikenal kuat maka Anastasia terinspirasi karya guntingan dengan teknik geometri yang menggambarkan sosok wanita yang tegas dan tangguh dengan perpaduan warna dominan orange dan cokelat serta memberi aksen warna merah dan hijau yang menggambarkan rasa percaya diri dan semangat wanita. Pada karya sanggul, Anastasia menggunakan teknik anyam untuk menggambarkan kecerdikan seorang Hippolyta dalam mengatur strategi perang, namun masih memiliki sisi kemanusiaan.




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below