Daftar Film Pemenang Kompetisi di Balinale 2018


  • Daftar Film Pemenang Kompetisi di Balinale 2018
    Bali International Film Festival 2018 atau Balinale memilih beberapa film terbaik dari sesi kompetisi. Berikut para film pemenangnya. (Foto: Dok/Facebook/BalinaleInternationalFilmFestival)


    Bali International Film Festival atau yang dikenal dengan Balinale kembali hadir di perhelatannya yang ke-12. Selain pemutaran 100 film dari 30 negara, ada sesi kompetisi yang memperebutkan hadiah bergengsi sebagai film terbaik, untuk kategori pendek, dokumenter, dan film panjang.

    Mengambil tempat di dua lokasi di Bali, yakni Cinemaxx Lippo Mall Kuta dan Plaza Renon, Balinale 2018 berlangsung dari 24 sampai 30 September 2018. Pada malam penutupan, gelaran festival film internasional tahunan ini juga mengumumkan para pemenang.



    Salah satu dari daftar pemenang itu, film Night Bus dari Indonesia meraih Jury Award. Bagaimana dengan kategori lainnya? 

    (Baca juga: Festival Film Anak dan Remaja Kidsfest Hadir Kembali)


    Adapun dewan juri Balinale 2018 antara lain Orlow Seunke, sineas Belanda yang telah lama tinggal di Indonesia; Jeane Huang, Produser dari Taiwan; Rayya Makarim, penulis scenario dari Indonesia; dan Marinta Serina Singarimbun, penulis dari Indonesia. 

    Dikutip dari laman resmi Facebook Bali International Film Festival 2018, berikut daftar film pemenang sesi kompetisi Balinale 2018: 

    1. Michael Inside

    - kategori Film Terbaik 

    Film asal Irlandia, yang disutradarai Frank Berry ini memenangkan Best Feature film. Dewan Juri menilai film ini memilukan hati, mengenai sistem penjara dan seorang remaja yang perlahan jatuh ke dalam kehancuran. Michael Inside unggul dari The Decaying (Sonny Calvento, Filipina), Night Bus (Emil Heradi, Indonesia), The Carousel Never Stops Turning (Ismail Basbeth, Indonesia), Custody (Xavier Legrand, Perancis), dan Golnesa (Sattar Chamani Gol, Iran). 


    (Foto: Dok/Facebook/Balinale International Film Festival)

    2. Invisible Hands

    - kategori Film Dokumenter Terbaik 

    Disutradarai Shraysi Tandon, film ini dinilai menyampaikan kebenaran mengerikan mengenai perbudakan anak-anak. Invisible Hands unggul dari Tarling is Darling (Ismail Fahmi Lubis, Indonesia), In Praise of Nothing (Boris Mitic, Serbia), Kusama-Infinity (Heather Lenz, AS), Of Father and Sons (Talal Derki, Jerman), dan Manry at Sea (Steve Wystrach, AS).


    (Foto: Dok/Facebook/Balinale International Film Festival)

    3. Punchline 

    - kategori Film Pendek Terbaik 

    Film yang dibesut Christophe M. Saber ini dinilai sebagia sebuah karya yang cerdas dan menghibur; sebuah komedi modern mengenai mafia. Punchline unggul dari Bonobo (Zoel Aeschbacher, Swiss), Gwala Rising (Stephanie Gordon, AS), Joko (Suryo Wiyogo, Indonesia), dan Marked (Jovan Dopudj, Serbia). 


    (Foto: Dok/Facebook/Balinale International Film Festival)

    4. Night Bus 

    - kategori Jury Award

    Disutradarai Emil Heradi, film ini dianggap memiliki alur cerita dengan ketegangan emosional yang terus meningkat tiada hentinya dengan kekacauan dan konflik selama film berlangsung.


    (Foto: Dok/Facebook/Balinale International Film Festival)

    Selain empat film tersebut, Balinale 2018 juga memberikan penghargaan Gary L Hayes Awards for Emerging Indonesian Filmmaker pada Ibnu Rusd Larantuka, sutradara Hitlove, dan penghargaan Bali Taksu Award pada Roland Joffe, sutradara nominator Oscar yang kreativitasnya dinilai telah membuka mata penonton kepada budaya dari belahan dunia lain. 

    (Editor: Rahman Indra)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below