Stop Trafficking melalui Pemberdayaan Wanita



  • "Kita harus ambil api, bukan abu dari Kartini"

    -Mulia Jayaputri

    (Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi PPLIPI)



     

     

    Dalam rangka menyambut hari Kartini dan sosialisasi Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI), organisasi ini menggaet Grand Indonesia Shopping Center untuk bekerjasama menyelenggarakan sebuah pameran bertema "Bangkit Kartini Indonesia, Berbagi Untuk Negeri" pada tanggal 17 April 2017 hingga 30 April 2017 silam.

     

    Mengingat masih maraknya kasus perdagangan wanita dan anak-anak di Indonesia untuk kemudian dijual sebagai pelacur, pekerja paksa, penjualanbelian organ tubuh, dan perbudakan hutang (bekerja untuk membayar hutang), maka PPLIPI merasa berkewajiban untuk membuat pameran berdasarkan fakta tersebut. Organisasi ini juga merasa harus menyumbangkan segala dayanya demi mengangkat harkat dan martabat wanita.

     

    "Dalam satu tahun, satu juta manusia diperdagangkan dari Indonesia. Ada yang diambil organ tubuhnya dan dijual dengan harga ratusan juta. Ada yang menjadi pengantin pesanan, atau dipaksa menjadi pekerja seks komersial." terang Mulia Jayaputri. "Intinya wanita harus diberdayakan agar terhindar dari obyek perdagangan manusia melalui pendidikan dan usaha ekonomi". Data dari Departemen Sosial pun mencatat bahwa terjadi satu juta kaus perdagangan manusia dengan nilai Rp. 63 trilyun/tahun di nusantara. Angka yang bombastis untuk sebuah harga diri sekaligus nyawa. Ada pun daerah yang paling rawan adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.  Sayangnya, pemerintah masih dirasa kurang cukup memenuhi standar minimum Trafficking Victims Protection Act's (TVPA).

     

    Usaha sudah dilakukan namun belum signifikan.

     

    Ada pun puncak pameran ini direalisasikan dalam bentuk acara penggalangan dana yang diberi nama "Kartini for Charity" yang dirangkaikan dengan talk show, peragaan busana, dan beragam hiburan. Momen bincang-bincang pun dihadiri oleh para nara sumber seperti Okky Asokawati (ketua dewan pembina PPLIPI), Suraia (ketua Yayasan Bunga Aceh), dan Nina Moran selaku co-founder dari Resonation Women Empowerment Conference dan media enterpreneur.

     

    Sebuah pameran bermakna yang sangat penting dalam menyuarakan jutaan kepiluan kaum wanita di luar sana yang terasa jauh dari jangkauan.



    0


    0


    0


    0


    0


    0


    0


    0


 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below