Daur Ulang Sampah Elektronik



  • Seiring perkembangan zaman, kehidupan manusia semakin tak bisa terlepas dari kebutuhan akan barang elektronik. Semakin bertambahnya permintaan akan barang-barang tersebut, tanpa kita sadar hal itu juga meningkatkan jumlah sampah yang dihasilkan dari produk elektronik ini. Dan parahnya, di Indonesia belum ada satu pun pusat daur ulangnya.

    Dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2014, tercatat 19.300 ton sampah elektronik dihasilkan dari sekitar 2.000 industri besar. Itu belum ditambah dengan data sampah yang berasal dari sektor rumah tangga dan industri kecil menengah.

    Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan sampah elektronik?



    Salah satunya adalah dengan daur ulang. PT. Mitra Kersa Artha, perusahaan yang menaungi iSiaga, meluncurkan Ecocash, yakni layanan daring yang siap membeli sampah elektronik untuk didaur ulang. Jenis sampah elektronik yang bisa diserahkan untuk didaur ulang di antaranya seperti komputer, ponsel, tablet, printer, kamera, televisi, mesin cuci, dan pendingin udara.

    Prosedur untuk melakukant transaksi di Ecocash pun terbilang tidak rumit, cukup mengikuti tiga langkah mudah yang dapat ditemukan di situs mereka ini:

    1. Cek harga barang yang mereka tentukan secara online.
    2. Konfirmasi barang yang ingin didaur ulang.
    3. Dapatkan uang Anda atau donasikan.

    Pilihan lain adalah membawa barang elektronik ke toko barang elektronik online yang menyediakan jasa daur ulang seperti olx dan sekenhen. Yuk, mari mulai budayakan kebiasaan mendaur ulang limbah elektronik demi menjaga bumi kita ini.

     

    (TEKS: MONADISA UTAMI DEWI / FOTO: BERBAGAI SUMBER)


    Limbah elektronik yang terbengkalai


    0

    Furnitur modern hasil daur ulang sampah elektronik


    0



  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Velove Vexia Cover April 2022
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below