Once or Never!



  •  "Jangan benci musuh Anda," kata Michael Corleone dalam film The Godfather. Jadi, jika ingin mengalahkan ketakutan dalam hidup, jangan membencinya tapi bertemanlah dengan rasa takut itu. Sepuluh orang berikut memulainya dengan mencicipi hidangan yang (mungkin) hanya dicobanya sekali seumur hidup.

     

    1. Deta Unggul, 30, Musisi



    "Kalajengking. Belum afdol rasanya jika tidak mencoba 'kudapan' ini saat berlibur ke Bangkok. Rasanya krenyes-krenyes, garing karena digoreng. Bumbunya asin dan semua bagiannya bisa dimakan, capitnya juga saya kunyah."

     

    2. Ruddy Hatumena, 29, Seniman

    "Saya pernah mencoba makan daging ular kobra di Yogyakarta. Rasanya di antara daging ayam dengan daging ikan. Tapi enak juga. Saya penasaran ingin mencoba darah ular. Katanya khasiatnya bagus untuk kejantanan."

     

    3. Andhini Puteri Lestari, 28, Sr. Feature & Lifestyle Editor

    "Waktu kecil, saya mudah dibohongi. Saya melihat kakak lelaki saya memakan semut hitam besar yang ada di taman (padahal sebenarnya semut itu dibuangnya). Karena ia berkata rasanya enak, saya pun mengambil satu semut yang besar, memijatnya hingga mati, dan mengunyahnya. Rasanya pedas dan seperti ada gas di dalam semut itu yang memenuhi mulut."

     

    4. Anggita Dwinda, 27, Sr. Feature & Lifestyle Editor

    "Saat sedang berada di Afrika, saya pergi ke daerah pedalaman, lalu penduduk setempat menghidangkan sepiring daging yang sangat alot saat dikunyah. Namun karena sangat berbumbu jadi tetap terasa nikmat seperti daging sapi biasa. Setelah selesai makan, saya baru tahu kalau yang saya makan itu daging jerapah."

     

    5. Herbert Hans, 29, Guru Les Desain

    "Belalang goreng di Wonosari. Rasanya seperti makan rumput dan sangat renyah, tapi ada bunyi 'krenyes' seperti bunyi kecoa terinjak."

     

    6. Dion Wiyoko, 30, Aktor dan Presenter

    "Saat syuting di suatu daerah pelosok, saya mencoba makanan hasil perburuan dan kala itu hewan yang sedang diburu adalah landak. Tanpa dibumbui, hanya dibersihkan dan dibakar, saya coba. Daging landak rasanya parah sekali. Dagingnya keras. Sepertinya sudah agak membusuk plus aromanya sangat tidak enak."

     

    7. Hanna Pratiwi, 26, Desainer Interior

    "Di sebuah rumah makan Jepang, saya mencicipi hidangan yang termasuk paling beracun di dunia, ikan buntal. Semangkuk sup ikan buntal pun tampak menggiurkan. Aromanya cukup kuat, rasanya pun tak jauh beda dengan daging ikan biasa tapi terasa sedikit lebih manis. Dagingnya putih dan padat. Setelah menghabiskan setengah mangkuk, seketika saya merasa mual dan daerah pipi mati rasa. Saya segera ke dokter dan menghabiskan banyak susu putih di perjalanan. Setelah minum obat, pipi saya tak lagi kebas dan segera muntah."

     

    8. Arifa Malik, 23, Fashion & Beauty Reporter

    "Saat SMP, saya dan keluarga berjalan-jalan ke Sumbawa. Saat itu kami berniat mencicipi Susu Kuda Liar, kebetulan di daerah tersebut ada sebuah rumah makan yang menyajikan daging kuda. Daging ini dibakar dan diberi bumbu kecap, rasanya seperti daging sapi tapi teksturnya lebih alot. Setelah menghabiskan satu porsi, rasa panas menjalar dari mulut hingga perut, dan masih terasa hingga beberapa jam ke depan."

     

    9. Febie Babyrose, 28, Pegawai Negeri

    "Makanan paling menggelikan itu Stinky Tofu di Taiwan. Ternyata, meski rasanya seperti tofu biasa, aftertaste-nya bau seperti air comberan. Bau ini menetap di hidung dan mulut selama 20 menit!"

     

    10. Arifin Putra, 26, Aktor

    "Sayangnya saya belum pernah mencicipi makanan yang aneh-aneh, tapi pasti jika berlibur ke Bangkok, saya akan mencoba jangkrik goreng. Mungkin dicampur nasi enak kali, ya. Oh, dan saya juga ingin mencoba makan rayap!"

     

    (TEKS: ANDHINI PUTERI LESTARI / FOTO: BERBAGAI SUMBER)



 

Related Articles

#YOLO (You Only Live Once)

#YOLO (You Only Live Once)

oleh Anggita Dwinda

Food Review: When Once is (Not) Enough

Food Review: When Once is (Not) Enough

oleh Andhini Puteri Lestari

Never Be Late for This Choco Shop

Never Be Late for This Choco Shop

oleh Andhini Puteri Lestari

Advertisement - Continue Reading Below