Pertolongan Pertama Hadapi Situasi Darurat



  • Jika orang tersebut...

    TERSEDAK

    • Baringkan penderita dalam posisi miring untuk membuka jalan napasnya lalu berdirilah di belakang mereka.
    • Lingkarkan tangan Anda pada pinggang penderita, tepatnya di atas perut, para pertengahan di antara pusar dan batas pertemuan iga kiri dan kanan. Usahakan kedua tangan Anda saling menggenggam.
    • Kemudian entakkan tangan Anda ke atas sambil menarik tubuh penderita ke belakang.
    • Sambil melakukan entakkan, minta penderita memuntahkan benda yang mengganjal di tenggorokannya. Cara ini disebut dengan heimlich maneuver.

    PINGSAN



    • Jika wajah orang yang pingsan pucat karena kelelahan atau kelaparan, sebaiknya baringkan ia di tempat datar. Letakkan kepalanya lebih rendah dari kaki agar darah dapat mengalir ke kepala.
    • Jika wajah orang yang pingsan lebih merah, tahan kepalanya dengan bantal agar darah di kepalanya bisa mengalir ke tubuh secara normal.
    • Apabila korban pingan muntah, miringkan kepalanya agar muntahannya bisa keluar dengan mudah sehingga jalur pernapasannya kembali lancar.
    • Longgarkan pakaian yang ia kenakan agar lebih mudah bernapas.
    • Setelah siuman, berikan air gula atau teh manis hangat untuk mengembalikan tenaganya.

    ASMA

    • Bawa penderita ke tempat yang nyaman dan sejuk.
    • Posisikan ia dalam keadaan setengah duduk sambil bersandar di tembok. Pada bagian leher, berikan bantal agar terasa lebih nyaman. Jangan posisikan penderita dalam keadaan berbaring atau tidur.
    • Berikan air hangat.
    • Pijat bagian jempol kakinya secara perlahan, tepatnya 3-5cm di atas ruas jempol. Posisi itu merupakan saraf paru-paru yang membantu penderita bernapas lebih mudah.

    EPILEPSI

    • Pindahkan barang-barang berbahaya di sekitar penderita dan jangan pindahkan posisi si penderita, kecuali ia dalam situasi yang berbahaya.
    • Longgarkan pakaian yang ia kenakan agar lebih mudah bernapas.
    • Jangan masukkan benda apa pun ke dalam mulut penderita, terutama bahan yang solid, karena hal itu dapat melukainya.
    • Jika ia muntah atau menghasilkan banyak air liur, miringkan kepala ke satu sisi.
    • Amati kondisi kejang, baik kesadaran pikirannya, warna wajah, posisi mata, gerakan keempat anggota badan, suhu tubuh, serta durasi dan periode kejang.
    • Dampingi terus hingga ia pulih. Jika tidak ada keluhan setelah kejang mereda, berarti ia telah sepenuhnya pulih. Namun jika si penderita mengalami sakit kepala dengan tatapan kosong atau mengantuk, biarkan ia beristirahat sampai dokter atau bantuan lainnya datang.

     

    (TEKS: MONADISA UTAMI DEWI / FOTO: BERBAGAI SUMBER)




  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Marsha Timothy April 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below