Tip Sebelum Membuat Kartu Keanggotaan di Gym



  • Buat “exit strategy”

    Ya, kami tahu, rasanya aneh membuat rencana “putus hubungan” bahkan sebelum hubungan itu dimulai. Tapi nyatanya begitulah seharusnya Anda memperlakukan “hubungan” Anda dengan gym. Percayalah, Anda akan membuat hidup the future you yang ingin membatalkan keangotaan di gym lebih mudah bila Anda tidak membiarkan gym mendebit pembayaran secara otomatis dari kartu Anda setiap bulannya. Bila perlu, gunakan kartu kredit karena lebih mudah menangani setiap “unauthorized fee” yang ada di tagihan kartu kredit dibandung kartu debit.

    Tak perlu hiraukan segala bentuk promosi



    Banyak hal yang pada awalnya terdengar bagus namun pada akhirnya memburuk. Sebelum membuat keputusan, kunjungi gym yang menjadi pertimbangan Anda pada hari dan waktu yang telah dipilih, dan perhatikan kesibukan yang terjadi di sana. Jika suasa terasa nyaman untuk Anda, then go ahead.

    Jangan buat “komitmen finansial” sebagai motivasi

    Banyak orang berpikir bahwa dengan langsung mendaftarkan diri sebagai anggota selama setahun, akan membuat mereka lebih termotivasi untuk pergi ke gym. Bila pada awalnya pikiran seperti, “Saya sudah mengeluarkan banyak uang untuk jadi anggota di gym ini, jadi saya harus pergi” bisa terkesan efektif, seiring dengan berjalannya waktu hal ini akan jadi beban.

    Belanjakan uang dengan bijak

    Sebelum membuat keputusan, hitung jumlah biaya tahunan di gym, lalu mulailah mempertimbangkan berbagai alternatif lainnya. Menghabiskan sebanyak Rp. 1.400.000 untuk mengikuti kelas TRX selama dua bulan mungkin terkesan mahal, tapi bila dihitung kembali, biaya tersebut kurang lebih sama dengan menjadi anggota di gym.

     

    (TEKS: ANGGITA DWINDA / FOTO: BERBAGAI SUMBER)




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below