Kenali Gejala Gangguan Irama Jantung



  • Spektrum penyakit jantung memang luas, salah satu yang kini harus kita perhatikan adalah gangguan irama jantung. Sayangnya di Indonesia, fasilitas untuk menanganinya masih kurang, hanya sedikit rumah sakit besar yang mempunyai fasilitas untuk menanganinya," ujar Dr. daniel Tanubudi, SpJP, Kepala Departemen Kardiologi, Eka Hospital BSD. "Dua dari lima pasien stroke terjadi karena gangguan irama jantung sehingga aliran darah hanya berputar-putar di situ yang menyebabkan bekuan darah. Apabila bekuan itu lepas dan menyumbat pembuluh darah di otak akan menyebabkan stroke yang mengakibatkan disabilitas. "Irama jantung normal adalah 60-100 kali per menit. Pegang nadi kita untuk mengetahuinya.

    Terobosan dalam menangani gangguan ini adalah Studi Elektrofisiologi bagi pasien dengan gangguan irama jantung yang sulit dianalisis dengan EKG (Elektro Kardiografi) dan holter monitor. Prosedur ini dilakukan dengan dengan memasukkan kateter ke jantung melalui pembuluh darah di lipatan paha. Dengan bantuan x-ray, dokter dapat mengarahkan kateter elektroda ke jalur konduksi dan bagian dalam dinding jantung. Elektroda itulah yang akan mengukur dan melakukan pemetaan aktivitas listrik di jantung sehingga dokter dapat memberikan terapi yang tepat untuk mengobati gangguan irama jantung.

     



    (TEKS: LENNY SITUMEANG / FOTO: DOK. HER WORLD)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below