Etika Media Sosial



    •  Mengobral selfie

    Sebenarnya tidak ada yang salah dengan selfie atau mengabadikan foto diri sendiri untuk kemudian diunggah ke media sosial. Tapi jika sepanjang hari Anda melakukan hal yang sama berulang kali, tentu akan mengganggu para pengikut akun Anda. Well, they can simply unfriend you if they want, tapi tentunya itu bukan sesuatu yang Anda inginkan, kan? Kuncinya adalah lakukan selfie dengan tujuan tertentu di baliknya, seperti menunjukkan potongan rambut baru atau referensi make up.

    • Foto jenazah

    Kehilangan kerabat dekat karena meninggal dunia tentu akan membuat Anda larut dalam duka mendalam. Tak jarang, Anda pun mengekspresikan kesedihan atau ucapan belasungkawa di media sosial. Hal tersebut sangat wajar, namun akan menjadi sebaliknya ketika Anda mengunggah foto jenazah yang disemayamkan. Perlu diingat, tak semua orang merasa nyaman saat melihat foto seperti itu. Akan jauh lebih baik jika Anda mengunggah foto ketika almarhum masih hidup untuk mengenang hal-hal manis tentang dirinya.

    • Tag produk komersil

    Berjualan di media sosial memang bukan hal yang aneh, bahkan sudah banyak akun khusus yang dibuat untuk berjualan. You're totally cool with that. Tapi kondisi ini berubah menjadi menyebalkan tatkala notifikasi Anda dipenuhi dengan komentar dari orang yang tidak dikenal karena nama Anda di-tag di salah satu foto produk dagangan dari orang yang juga tidak Anda kenal! Jika Anda adalah si oknum penjual, ingatlah bahwa "ikan akan datang menghampiri kail". Cukup unggah foto tanpa tag, jika ada yang tertarik tentu mereka akan memberi respon.



    • Berbagi opini, bukan curhat pribadi

    Berbagi opini atau pemikiran bisa jadi konsep dasar sebagian media sosial. Namun jangan biarkan ini membuat diri Anda tampak buruk karena membagikan hal yang tak seharusnya diumbar. Kata-kata seperti sumpah serapah, curhat pribadi, dan luapan emosi berlebihan sebaiknya dihindari. Utarakan pemikiran atau info yang bisa bermanfaat bagi orang lain, sebab media sosial adalah sarana Anda untuk bersosialisasi, bukannya membuat sesuatu yang bersifat pribadi menjadi konsumsi publik.

     

    (TEKS: CINDY EGIFANIA / FOTO: BERBAGAI SUMBER)



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below