Dunia skincare terus menghadirkan berbagai inovasi baru, dan belakangan ini PDRN menjadi salah satu kandungan yang banyak diperbincangkan, terutama berkat popularitasnya dalam industri K-Beauty. Ingredient ini mulai banyak ditemukan dalam serum, essence, hingga moisturizer yang berfokus pada skin repair, hidrasi, dan tampilan kulit yang lebih glowing.
Meski disebut sebagai salmon DNA, sebenarnya apa itu PDRN dan mengapa kandungan ini semakin populer?

PDRN merupakan kumpulan fragmen DNA yang secara tradisional dari sel tertentu pada ikan trout dan, yang lebih umum digunakan dalam skincare, salmon. Bahan tersebut melalui proses ekstraksi dan pemurnian sebelum digunakan dalam formulasi kosmetik. PDRN awalnya lebih dikenal dalam bidang medis dan aesthetic treatment untuk mendukung penyembuhan serta perbaikan jaringan, sebelum akhirnya berkembang menjadi ingredient dalam produk skincare topikal.
Kini, popularitas PDRN semakin meningkat berkat tren K-Beauty yang banyak berfokus pada skin regeneration, healthy skin barrier, dan tampilan glass skin. Bahkan, selain PDRN yang berasal dari salmon, sudah mulai tersedia alternatif berbasis tumbuhan, seperti yang berasal dari ginseng
Salah satu alasan PDRN menarik perhatian adalah potensinya dalam mendukung proses perbaikan kulit. PDRN dikaitkan dengan dukungan terhadap produksi kolagen dan elastin, sehingga dapat membantu memperbaiki tampilan tekstur, elastisitas, dan kekencangan kulit serta menyamarkan tampilan garis halus.
PDRN juga dikaitkan dengan aktivasi adenosine A2A receptors, yang berperan dalam proses inflamasi dan perbaikan jaringan. Karena itu, kandungan ini banyak digunakan dalam formula yang ditujukan untuk membantu kulit terlihat lebih sehat, plump, halus, serta mendukung fungsi skin barrier.
Manfaat lainnya berkaitan dengan tampilan warna kulit. PDRN disebut berpotensi membantu mengurangi produksi melanin berlebih sehingga dapat mendukung tampilan hiperpigmentasi, bekas jerawat, dan sunspots yang lebih samar. Namun, hasil dari skincare topikal tentu dapat berbeda pada setiap orang dan bergantung pada formula produk serta penggunaannya.

Salah satu daya tarik PDRN adalah sifatnya yang relatif gentle. Ingredient ini dapat digunakan pada berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif dan reaktif. PDRN juga dapat ditemukan dalam formula bersama bahan aktif populer lainnya, seperti retinol, vitamin C, AHA, BHA, maupun growth factors.
Meski begitu, penting untuk membedakan PDRN dalam skincare topikal dengan treatment PDRN yang dilakukan secara injeksi. Konsentrasi, cara penghantaran ke kulit, serta bukti klinis keduanya tidak sama, sehingga hasil dari serum PDRN di rumah tidak dapat langsung disamakan dengan prosedur profesional.
Cara penggunaan PDRN bergantung pada jenis produknya. Jika menggunakan serum atau essence, aplikasikan setelah cleansing dan toner, kemudian lanjutkan dengan moisturizer untuk membantu mengunci hidrasi. Beberapa formula dapat digunakan pada pagi dan malam hari, tetapi tetap ikuti petunjuk penggunaan dari masing-masing produk.
PDRN mungkin terdengar seperti tren skincare terbaru, tetapi daya tariknya terletak pada fokusnya terhadap repair dan skin resilience, bukan sekadar memberikan efek glowing sesaat. Bagi kamu yang ingin menjaga skin barrier sekaligus membantu kulit tampak lebih plump dan sehat, skincare dengan PDRN bisa menjadi salah satu ingredient yang menarik untuk dieksplorasi.
(Penulis: Sasha Anjani)