Perawatan kulit kini semakin dekat dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Bukan hanya soal mencari bahan aktif yang sedang populer, tetapi juga memahami bagaimana kulit bekerja dan apa yang dibutuhkan untuk menjaga kondisinya dalam jangka panjang. Pendekatan inilah yang menjadi dasar Augustinus Bader, merek skincare yang lahir dari penelitian Professor Augustinus Bader di bidang biologi sel punca dan regenerative medicine.
Selama lebih dari 30 tahun, Professor Bader meneliti kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki diri. Pada 2008, ia mengembangkan gel untuk membantu penyembuhan trauma kulit berat tanpa operasi atau cangkok kulit. Penelitian tersebut kemudian menjadi salah satu dasar teknologi TFC8® yang digunakan dalam rangkaian skincare Augustinus Bader.
.jpeg)
TFC8® atau Trigger Factor Complex merupakan teknologi yang dipatenkan dan dikembangkan berdasarkan penelitian selama lebih dari tiga dekade. Kompleks ini terdiri dari asam amino alami, vitamin berkualitas tinggi, serta molekul sintetis yang secara alami ditemukan dalam kulit. Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung proses pembaruan alami kulit.
Pendekatan ini kemudian diterapkan dalam sejumlah produk, termasuk The Rich Cream, The Eye Cream, The Essence, dan The Cream Cleansing Gel. Masing-masing memiliki fokus berbeda sesuai kebutuhan kulit.
The Rich Cream, misalnya, merupakan pelembap harian dengan kandungan TFC8®, evening primrose oil, squalane, dan vitamin E. Sementara itu, The Eye Cream menggabungkan TFC8® dengan vitamin C, niacinamide, centella asiatica, ekstrak pohon arjun, serta dua jenis ekstrak rumput laut untuk area mata.
.jpeg)
Bagi mereka yang menginginkan rutinitas lebih ringkas, The Essence dirancang sebagai produk multifungsi setelah membersihkan wajah. Kandungannya mencakup phytic acid, salicylic acid, gluconolactone, hyaluronic acid, dan wasabi ferment. Ada pula The Cream Cleansing Gel yang menggunakan rose flower water, ekstrak mentimun, dan aloe vera untuk membersihkan kulit tanpa membuatnya terasa kering.
Yang menarik, pendekatan Augustinus Bader tidak berhenti pada klaim teknologi. Berdasarkan hasil studi pengguna dan uji klinis pada beberapa produknya, dalam produk The Rich Cream, misalnya, mencatat peningkatan hidrasi kulit setelah empat minggu dalam uji klinis yang melibatkan 30 peserta.
.jpeg)
Konsep yang ditawarkan cukup jelas bahwa skincare tidak hanya dipandang sebagai langkah untuk memperbaiki tampilan kulit hari ini, tetapi juga sebagai bagian dari rutinitas yang mendukung kondisi kulit dalam jangka panjang. Ada pula pilihan travel kit yang bisa menjadi titik awal bagi first timer. Ukurannya lebih praktis untuk dibawa bepergian, terutama bagi perempuan dengan mobilitas tinggi yang tetap ingin menjaga rutinitas skincare saat berpindah kota atau negara. Jadi, mencoba rangkaian baru tidak harus langsung dimulai dengan ukuran penuh.
Untuk yang masih penasaran dengan rangkaian Augustinus Bader, produknya kini bisa ditemui secara langsung di Galeries Lafayette, Pacific Place, Jakarta. Kehadiran gerai ini juga memberi kesempatan untuk mengenal tekstur dan rangkaian produknya sebelum menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit.