Rambut rontok adalah kondisi yang umum dialami banyak orang. Namun, jika kerontokan terjadi secara berlebihan dan berlangsung dalam waktu yang lama, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu. Rambut rontok akibat penyakit biasanya disertai dengan gejala lain yang perlu kamu perhatikan agar penyebabnya dapat segera diketahui dan ditangani.
Ada perbedaan antara rambut rontok normal, hair shedding berlebih, dan hair loss yang perlu kamu pahami agar bisa menentukan langkah perawatan yang tepat. Berikut penjelasannya.
- Rambut rontok normal terjadi setiap hari
- Hair shedding berlebih bersifat sementara
- Hair loss menyebabkan rambut menipis
- Kenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai
Berikut beberapa ciri-ciri rambut rontok karena penyakit yang perlu kamu waspadai.
.jpg)
Kerontokan normal umumnya berkisar antara 50 hingga 100 helai rambut setiap hari. Namun, jika kamu menemukan rambut berjatuhan dalam jumlah yang jauh lebih banyak saat menyisir, mencuci rambut, atau bahkan saat bangun tidur, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan, seperti gangguan tiroid, anemia, atau penyakit autoimun.
Jika rambut terlihat semakin tipis secara merata, bukan hanya di satu area, hal ini bisa berkaitan dengan masalah hormon, kekurangan nutrisi, atau penyakit kronis. Penipisan rambut yang terjadi perlahan tetapi terus berlanjut sebaiknya tidak diabaikan.
.jpg)
Salah satu tanda rambut rontok akibat penyakit adalah munculnya area botak berbentuk bulat atau oval dalam waktu singkat. Kondisi ini sering dikaitkan dengan alopecia areata, yaitu penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut.
Perhatikan kondisi kulit kepalamu. Jika muncul kemerahan, gatal, bersisik, nyeri, atau luka, kerontokan bisa disebabkan oleh infeksi jamur, psoriasis, atau penyakit kulit lainnya. Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan agar penyebabnya dapat ditangani dengan tepat.
.jpg)
Rambut yang mudah patah disertai kerontokan dapat menjadi tanda tubuh kekurangan zat besi, protein, zinc, atau vitamin tertentu. Selain itu, gangguan tiroid juga dapat menyebabkan rambut menjadi lebih kering, rapuh, dan mudah rontok.
Rambut rontok akibat penyakit biasanya tidak datang sendirian. Kamu mungkin juga mengalami tubuh mudah lelah, berat badan turun atau naik tanpa sebab yang jelas, kulit pucat, demam, hingga gangguan menstruasi. Jika gejala-gejala tersebut muncul bersamaan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Kerontokan sementara bisa terjadi setelah stres berat, demam tinggi, atau melahirkan. Namun, jika rambut terus rontok selama lebih dari tiga bulan tanpa menunjukkan tanda-tanda membaik, kondisi tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut karena dapat berkaitan dengan penyakit tertentu.
(Baca juga: Hal yang Tidak Boleh Kamu Lakukan untuk Cegah Rambut Rontok)
Mengenali ciri-ciri rambut rontok karena penyakit sejak dini dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih parah. Jangan hanya berfokus pada penggunaan produk perawatan rambut, tetapi perhatikan juga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, peluang untuk mengatasi penyebab kerontokan akan menjadi lebih optimal.
(Penulis: Sania Zelikha)