Putus dengan pasangan sering kali menjadi pengalaman yang menguras emosi. Selain merasakan sedih dan kehilangan, tidak sedikit orang yang mengalami kecemasan setelah hubungan berakhir. Pikiran tentang masa depan, rasa kesepian, hingga kebiasaan yang berubah dapat membuat kamu merasa tidak tenang.
Ada kalanya salah satu atau bahkan kedua pasangan mulai kehilangan rasa hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan.
Perubahan ini umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada beberapa tanda yang dapat menjadi sinyal bahwa hubungan sedang berada di fase yang kurang sehat. Berikut beberapa ciri-ciri pasangan sudah tidak lagi memiliki rasa yang dapat berujung pada putus hubungan.
- Komunikasi semakin jarang dan terasa hambar
- Tidak lagi meluangkan waktu bersama
- Kehilangan perhatian dan kepedulian
- Lebih sering bersikap dingin dan mudah marah
- Tidak lagi membicarakan masa depan bersama
- Kedekatan fisik mulai berkurang
Meski terasa berat, rasa cemas setelah putus merupakan hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana kamu mengelola perasaan tersebut agar tidak berlarut-larut. Berikut beberapa cara yang dapat membantu kamu melewati masa sulit setelah berpisah dengan pasangan.
.jpg)
Tidak perlu memaksakan diri untuk segera terlihat baik-baik saja. Berikan ruang bagi diri sendiri untuk merasakan sedih, kecewa, marah, atau cemas. Menerima emosi yang hadir justru menjadi langkah awal agar kamu dapat pulih secara perlahan.
Keinginan untuk mengetahui kabar mantan memang sering muncul. Namun, terlalu sering melihat unggahan atau aktivitasnya di media sosial justru dapat memicu kecemasan dan membuat proses pemulihan menjadi lebih lama. Cobalah membatasi paparan tersebut agar pikiranmu lebih tenang.
.jpg)
Mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat dapat membantu mengurangi rasa cemas. Kamu bisa mencoba berolahraga, membaca buku, menonton film favorit, memasak, atau mempelajari keterampilan baru. Aktivitas positif akan membantu pikiranmu lebih fokus pada perkembangan diri.
Memendam semua perasaan sendirian dapat membuat beban terasa semakin berat. Jangan ragu berbicara dengan keluarga atau sahabat yang kamu percaya. Dukungan dari orang-orang terdekat sering kali mampu memberikan rasa nyaman dan membantu kamu melihat situasi dari sudut pandang yang lebih baik.
.jpg)
Kecemasan dapat memengaruhi kualitas tidur, nafsu makan, hingga kondisi tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, usahakan tetap tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga. Tubuh yang sehat dapat membantu menjaga kondisi mental tetap stabil.
Memikirkan kembali semua kenangan memang sulit dihindari. Namun, terus-menerus mengulang kejadian yang telah berlalu hanya akan memperpanjang rasa cemas. Mulailah membuat target baru, baik dalam pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan pribadi agar kamu memiliki semangat untuk melangkah ke depan.
Apabila rasa cemas tidak kunjung membaik, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau berlangsung dalam waktu yang lama, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog. Bantuan profesional dapat membantumu memahami emosi yang dirasakan sekaligus menemukan strategi yang tepat untuk mengatasinya.
(Baca juga: Tenang Saja! Ini 8 Cara Bangkit Kembali Setelah Putus Cinta)
Putus cinta memang tidak mudah, tetapi bukan berarti kamu akan terus berada dalam kondisi tersebut. Dengan memberi waktu untuk diri sendiri, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta mencari dukungan saat dibutuhkan, kamu dapat melewati masa sulit ini dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan percaya diri.
(Penulis: Sania Zelikha)