Crinkle menjadi jenis kain yang memiliki permukaan berkerut alami, memberikan efek bertekstur yang estetik tanpa perlu disetrika. Bahan ini populer digunakan banyak brand fashion untuk menciptakan tampilan yang kasual, stylish, dan effortless. Walau unik, kamu perlu mengenali kelebihan dan kekurangan bahan crinkle biar tahu cocok atau tidaknya dengan kebutuhan gaya kamu.
Selain bikin tampilan kamu lebih modis, efek bertekstur dari bahan crinkle ini punya beberapa kelebihan yang membuatnya lebih memikat dari bahan lain.

Salah satu daya tarik bahan crinkle adalah sifatnya yang anti kusut! Kerut pada kain ini memang bagian dari desainnya, jadi kamu tidak perlu selalu menyetrikanya. Setelah baju kering, kamu bisa langsung memakainya dari lemari! Pakaian dengan bahan ini cocok untuk kamu yang tidak punya waktu buat menyetrika.
(Baca juga: DIBBA Tampilkan Koleksi ‘Odyssey’ di Thailand Fashion Week!)

Bahan crinkle punya daya tarik visual tersendiri. Teksturnya yang khas memberikan kesan santai, tapi tetap stylish. Kamu bisa menemukannya pada gamis, blouse, hijab, hingga dress musim panas.

Sebagian besar kain crinkle dibuat dari bahan yang ringan seperti rayon, katun, atau poliester. Jadi kamu bakal merasa nyaman seharian, terutama di cuaca panas atau saat beraktivitas seharian.
Baca Juga: Kualitas Premium, Ini Kelebihan & Kekurangan Rayon Twill

Karena tidak perlu disetrika dan tidak mudah kusut, bahan crinkle sangat praktis dibawa saat traveling. Cukup dilipat seperti biasa dan dimasukkan ke dalam tas tanpa khawatir penampilan jadi berantakan.

Selain mudah dirawat, bahan crinkle sering menjadi pilihan untuk pakaian yang bisa menyamarkan lekukan tubuh yang kurang menarik dan menonjolkan bagian yang membuat kamu percaya diri. Kamu pun bisa tetap tampil stunning.
Walau terkesan praktis, bahan crinkle juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan sebelum kamu memutuskan untuk membelinya. Inilah list kekurangan bahan crinkle yang bisa jadi pertimbangan kamu sebelum memilihnya sebagai outfit sehari-hari.
Beberapa jenis crinkle, terutama yang berbahan dasar rayon atau campuran poliester murah cenderung melar setelah dicuci beberapa kali. Kerutan alaminya juga bisa berkurang seiring waktu. Jadi kamu perlu perhatikan bahan utama dari crinkle sebelum membeli ya!
Karena karakter kainnya yang unik, kerusakan seperti sobek atau benang tertarik bisa lebih sulit diperbaiki dibandingkan kain biasa. Kalau kamu memaksakan menjahit ulang, pola tekstur alaminya bisa rusak.
Crinkle memang tidak perlu disetrika. Namun, bahan ini tetap memerlukan perhatian lebih saat dicuci. Hindari mencucinya dengan pemutih atau suhu tinggi saat menjemur. Kamu juga bisa mencuci dengan tangan atau mode pelan di mesin cuci biar teksturnya tidak rusak.
Pakaian berbahan crinkle cenderung mudah dipadupadan. Tapi bahan ini kurang cocok untuk acara formal seperti wawancara kerja atau meeting. Teksturnya yang kasual membuatnya lebih cocok dipakai di kegiatan santai.
Baca Juga: Inspirasi Bergaya dengan Kain Penutup Kepala yang Stylish
Ada beberapa variasi bahan crinkle yang terasa kasar dan panas saat dipakai, terutama yang terbuat dari poliester berkualitas rendah. Jadi sebaiknya kamu cek dan rasakan dulu bahannya sebelum membeli ya!
Kalau kamu mencari bahan yang tidak ribet dan cocok untuk tampilan kasual, crinkle bisa menjadi pilihan tepat. Tapi kalau kamu lebih mengutamakan kenyamanan jangka panjang dan ketahanan, pastikan kamu memilih bahan crinkle berkualitas tinggi dan tahu cara merawatnya dengan benar.
(Penulis: Zahrah Pricila)