Hilangkan Napas Tak Sedap di Balik Masker dengan 9 Cara Ini


  • Hilangkan Napas Tak Sedap di Balik Masker dengan 9 Cara Ini
    Ikuti cara ini untuk hilangkan napas tak sedap selama pakai masker. (Foto: Dok. Her World)

    Selain maskne, hal yang cukup mengganggu akibat menggunakan masker setiap saat adalah merasakan napas yang kurang segar. Agar produktivitas tidak terganggu dan tetap merasa segar sepanjang hari saat bekerja, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menyiasati napas tak sedap di balik masker. 


    (Baca juga: Apa Penyebab Bau Mulut Saat Bulan Ramadan)




    1. Memaksimalkan Perawatan Kebersihan Mulut

    Jika biasanya perawatan mulutmu hanya mencakup sikat gigi dua kali sehari, kini saatnya untuk menambah beberapa langkah, seperti:


    - Mulai biasakan flossing. Ritual ini penting untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan yang tidak terjangkau oleh sikat gigi dan pada akhirnya memicu perkembangan bakteri dan bau tak sedap. Cukup gunakan dental floss sehabis sikat gigi pada malam hari.


    Coba:


    (Oral B Essential Floss Rp45.000. Foto: Dok. Watsons Indonesia)


    - Gunakan pembersih lidah. Selain mampu membuat lidah tampak lebih bersih, tongue scraper juga efektif mengurangi penumpukan bakteri dan sisa makanan, sehingga bau mulut pun terhindari. Cara menggunakan tongue scraper yang benar adalah: posisikan bagian yang melengkung di belakang atau tengah lidah, lalu keruk ke arah ujung luar. Bersihkan tongue scraper dengan tisu setelah setiap kerukan. Ulangi beberapa kali sampai bersih. Cuci tongue scraper menggunakan air hangat dan sabun lalu simpan di tempat yang kering.


    Coba:


    (Dr. Tung’s Tongue Cleaner Rp95.000. Foto: Dok. iHerb)


    - Sediakan sikat dan pasta gigi khusus untuk bepergian atau bekerja, sehingga saat dibutuhkan (biasanya setelah mengonsumsi makanan dan minuman pemicu bad breath), kamu bisa menyegarkan mulut kembali secara menyeluruh. Ganti sikat gigi setiap dua sampai tiga bulan. Jika tidak memungkinkan menyikat gigi saat bekerja, kamu juga bisa menggunakan mouthwash.


    2. Pilih Mouthwash Bebas Alkohol

    Mouthwash memang sering dijadikan solusi pengusir napas tak sedap, namun ternyata, pilihan mouthwash-mu justru bisa menjadi penyebabnya lho. Tanpa disadari, kandungan alkohol yang tinggi dalam mouthwash bisa membuat mulut kering, dan memicu bakteri tumbuh lebih banyak. Jadi jika menginginkan solusi napas segar yang berjangka panjang, kamu bisa mulai dari memilih mouthwash bebas atau rendah alkohol.  


    Coba:


    (Dentiste Oral Rinse 200ml Rp102.500. Foto: Dok. Kay Collection)

    Dapat mengurangi bakteri patogen di mulut dalam jangka panjang dengan bahan-bahan alami seperti ekstrak sage dan minyak cengkih. Ia juga mengandung xylitol, kamomil, eucalyptus, dan vitamin C untuk memperbaiki enamel gigi, menyembuhkan sariawan, sampai menguatkan gusi. Opsi yang lebih natural, namun rasanya tetap pedas menyegarkan. 



    3. Menghindari Makanan dan Minuman Tertentu

    Jika terbiasa memulai hari dengan secangkir kopi, you might want to rethink. Selain memiliki rasa yang kuat, kafein di dalam kopi juga dapat mengurangi produksi air liur, hal ini menyebabkan bertambahnya bakteri penyebab bau mulut. Beberapa makanan lain yang bisa dihindari untuk menjaga napas segar adalah yang tinggi gula dan bawang-bawangan.



    4. Minum Air Mineral yang Cukup

    Keseimbangan air liur memiliki peran penting dalam menjaga kesegaran mulut karena ia memiliki fungsi antibakteri dan antijamur. Saat kamu dehidrasi atau kurang minum, produksi air liur menurun, sehingga sisa-sisa makanan di dalam mulut tidak terurai sempurna dan bakteri pun lebih cepat berkembang.



    5. Memeriksakan Kondisi Kesehatan Lainnya

    Jika hal-hal di atas sudah dilakukan namun aroma napas tak segar tetap mengganggu, mungkin kamu perlu cek permasalahan kesehatan lainnya. Kondisi seperti kondisi gangguan lambung seperti asam lambung naik sampai GERD bisa berpengaruh pada aroma mulut. Pada penderita diabetes tipe 1, seringkali napasnya juga beraroma manis. Sementara penderita penyakit ginjal dapat memiliki aroma napas seperti amonia. 



    6. Mengonsumsi Probiotik

    Usus yang sehat berkontribusi besar pada napas yang segar. Anda bisa rajin mengonsumsi makanan probiotik seperti kimchi, yogurt, dan kefir untuk menjaga serta meningkatkan bakteri baik pada usus. 



    7. Pilih Lip Balm yang Menyegarkan

    Untuk ekstra kenyamanan dan kesegaran di balik masker, kamu bisa menggunakan lip balm beraroma minty


    Coba:


    (Fresh Sugar Mint Rush Freshening Lip Treatment Rp340.000. Foto: Dok. Sephora Singapore)



    (Dior Lip Maximizer Hyaluronic Lip Plumper Rp540.000. Foto: Dok. Christian Dior)



    (Cle de Peau Beaute Lip Glorifier Rp750.000. Foto: Dok. Cle de Peau Beaute)

    8. Selalu Sedia Permen Karet yang Mengandung Xylitol

    Mengunyah permen karet dapat menstimulasi produksi air liur, sehingga dapat meluruhkan bakteri yang menempel. Sementara xylitol merupakan pemanis buatan yang juga berfungsi sebagai antibakteri. 


    Coba:


    (Xyloburst Sugar Free Peppermint Gum Rp119.000. Foto: Dok. iHerb)


    (Baca juga: Manfaat Minyak Kelapa Untuk Kesehatan Gigi & Mulut)


    9. Coba Gunakan Spray Penyegar Mulut

    Jika tidak suka mengunyah permen karet atau permen mint, kamu bisa menggunakan semprotan penyegar mulut yang lebih praktis.


    Coba: 


    (Amway Glister Mint Refresher Rp79.000. Foto: Dok. Amway)

    Penyegar mulut non-aerosol ini mengandung menthol dari mint alami yang memberikan sensasi dingin sambil membasmi aroma tak sedap pada mulut secara instan. Ukurannya kecil dan ringan sehingga praktis dibawa ke mana saja. 





  • Our Digital Cover




    Latest Issue Her World Ayla Dimitri Dan Andra Alodita Juni 2021
    Grab it Now!



 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below