5 Reaksi Tubuh Saat Merindukan Seseorang


  • 5 Reaksi Tubuh Saat Merindukan Seseorang
    Reaksi tubuh saat kamu rindu seseorang. (Foto: Dok. Eduardo/Pexels)

    Jatuh cinta menyimpan sejuta rasa yang tak bisa digambarkan oleh kata-kata. Kadang naik, kadang turun, seolah membawa kita bermain rollercoaster. Ada kalanya kita bahagia, ada juga kalanya kita sangat merindukan sang belahan hati. Bahkan, tak jarang rasa rindu itu seolah tak tertahankan. Lalu, bagaimana kita bisa merasakan rindu yang sangat intens? Berdasarkan ilmiah, inilah 5 hal yang mungkin terjadi dalam tubuh saat merindukan seseorang.


    Hati bercampur aduk

    Mungkin hari ini rasanya masih biasa saja, namun esok tiba-tiba ingin sekali bertemu, lusa sudah terlalu rindu hingga ingin menangis. Pernah merasakan seperti ini? Umumnya, intensitas rasa rindu ini dipengaruhi oleh hormon. Menurut peneliti Gabrielle Lichterman, pasang surutnya estrogen, testosteron, dan progesteron pada siklus bulanan wanita sangat berpengaruh dalam perubahan suasana hati, sensitivitas, hingga tingkat ketergantungan kita pada seseorang. Hormon-hormon ini pula yang akhirnya mendorong rasa sentimental saat kita rindu pada seseorang.


    (Baca Juga: Begini Cara Pria Menahan Rindu Yang Patut Diketahui)


    Rindu yang tak tertahankan

    Saat kita berada jauh dari pasangan, biasanya kita akan melewati beberapa fase berikut. Pada minggu pertama, kita akan merindukan momen menyenangkan dengan si dia. Pada minggu kedua, kita mulai merindukan adanya kedekatan fisik. Pada minggu ketiga, naluri keibuan kita mulai berbicara. Umumnya, setiap wanita memiliki naluri untuk merawat atau nurturing. Keinginan ini baru akan terpuaskan saat kita bisa memberi perhatian pada orang yang kita sayangi. Pada minggu terakhir, keberadaan pasangan akan menjadi kebutuhan darurat yang harus segera dipenuhi.


    Tubuh mulai sakit

    Jatuh cinta punya ikatan erat dengan hormon dopamin. Hormon ini punya pengaruh terhadap besar kecilnya ketahanan kita akan rasa sakit, bahagia, dan hasrat. Kedekatan fisik dengan orang yang kita sayang juga akan meningkatkan produksi dopamin. Inilah kenapa berada dekat dengan orang yang kita sayang rasanya sangat membahagiakan. Lucunya, efek dopamin ini sama kuatnya seperti candu. Produksi dopamin juga akan memengaruhi hormon serotonin yang mengendalikan stres, suasana hati, dan napsu makan. Nah, inilah alasan kenapa berjauhan dengan pasangan bisa terasa berat dan menyakitkan.


    Seolah tak ada yang bisa menggantikan

    Kita memang selalu punya keluarga, kerabat, bahkan teman-teman dekat yang bisa diandalkan untuk sejenak "melupakan" pasangan yang jauh. Namun, tentu rasanya tidak akan sama, seolah kedekatan pasangan tak akan tergantikan. Sebenarnya, bagi pasangan yang sedang jatuh cinta, ada ikatan emosional yang tercipta karena hormon oksitosin. Dari majalah Time, studi menemukan bahwa hormon ini juga menjadi kunci kesetiaan. Saat memiliki hormon oksitosin, pria yang sedang berjauhan dengan pasangannya cenderung lebih setia. 


    (Baca Juga: Cara Pacaran Jarak Jauh Agar Tidak Bosan)


    Pelukan dan ciuman jadi obat

    Akhirnya kita bisa bertemu lagi dengan pasangan. Hal pertama yang mungkin dilakukan adalah memeluk dan menciumnya. Lalu, kenapa dua hal ini seolah jadi obat ampuh untuk mengobati rasa rindu? Menurut penulis Sheril Kirshenbaum dalam bukunya The Science of Kissing: What Our Lips Are Telling Us, kedekatan fisik seperti pelukan dan ciuman bisa memicu produksi dopamin, serotonin, dan oksitosin secara maksimal. Maka, setelah berpelukan dan berciuman, semua rasa gundah mendadak hilang dan kita akan jadi lebih lega.


    Itulah hal-hal yang mungkin terjadi dalam tubuh saat kita merindukan seseorang. Sungguh menarik, bukan? Rasa rindu nyatanya bisa memengaruhi tubuh dan pikiran kita sedemikian rupa.