Buku Terbaru JK Rowling Dianggap Mencirikan Transphobia


  • Buku Terbaru JK Rowling Dianggap Mencirikan Transphobia
    JK Rowling kembali menuai kontroversi di Twitter karena buku yang dirilisnya dianggap mencirikan transphobia. (Foto: Dok. Instagram/j.k.rowling__)

    Penulis buku yang terkenal dengan serial Harry Potter-nya, yakni JK Rowling, kembali menuai kontra dan menjadi trending di Twitter. Kali ini ia baru merilis sebuah buku berjudul Troubled Blood yang dianggap transphobia atau orang yang takut dengan transgender.


    (Baca Juga: Apa Kabar Emma Watson?)




    Troubled Blood menceritakan tentang seorang pria pembunuh berantai yang menyamar sebagai wanita agar dapat memangsa korban yang merupakan perempuan. Buku ini merupakan bagian dari rangkaian serial detektif Cormoran Strike yang ditulisnya dengan nama pena Robert Galbraith.


    Dikutip dari ulasan kritikus Jake Kerridge yang dimuat dalam The Telegraph, nilai moral yang disuarakan dalam buku yang dirilis pada 15 September ini seperti menyatakan, “Jangan pernah mempercayai seorang pria yang berpakaian seperti wanita.”


    Review tersebut yang kemudian memicu #RIPJKRowling menjadi tren yang dibicarakan di Twitter. Hingga saat ini, terdapat 114 ribu tweets yang menggunakan tagar tersebut. Tagar tersebut bukan berarti JK Rowling meninggal, melainkan menurut warganet, penulis ternama tersebut telah mengakhiri kariernya sendiri dengan sudut pandang yang diciptakannya.


    Sebagian warganet justru memanfaatkan tagar tersebut untuk merekomendasikan buku yang ditulis oleh penulis trans lainnya, tetapi ada juga yang membela kebebasan JK Rowling dalam mempertahankan sudut pandangnya.







    Buku tersebut nampaknya mengacu pada stereotip yang menggambarkan orang-orang transgender sebagai sosok yang jahat. Hal tersebut berlawanan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang transgender justru sering mengalami kekerasan dan pelecehan seksual.


    Selain itu, Troubled Blood bukanlah novel pertama yang ia tulis berdasarkan sudut pandang transphobia. Ia pernah menulis The Silkworm pada 2014 yang juga merupakan rangkaian dari Cormoran Strike.


    Kejadian ini bukan pertama kalinya ia menuai kontroversi yang berkaitan dengan transgender. Pada 2018, JK Rowling menyukai sebuah tweet yang mempromosikan sebuah tulisan tentang transphobia di Medium yang ditulis oleh Harvey Jeni, seorang feminis radikal.


    Pada Juni lalu juga dirinya ramai dibicarakan akibat sebuah tweet saat ia merespons sebuah opini dari Devex. Warganet dengan cepat mengatakan bahwa yang mengalami menstruasi tidak hanya perempuan cisgender dan beberapa aktor yang membintangi Harry Potter juga angkat bicara terkait pernyataan JK Rowling.




    (Baca Juga: 6 Tempat Wajib Dikunjungi Oleh Penggemar Harry Potter)


    (Penulis: Aurelia Gracia)