RUU PKS Lengser? Lakukan 21 Hal Ini Wahai Perempuan


  • RUU PKS Lengser? Lakukan 21 Hal Ini Wahai Perempuan
    Kecewa boleh, menyerah jangan! Lakukan 21 hal berikut untuk lindungi diri dari pelecehan dan kekerasan seksual (Foto:Dok. Pexels.com)

    Berita tentang ditariknya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual oleh DPR nyatanya amat menghebohkan jagat maya. Penyesalan yang tumpah dari para perempuan, warganet, Komnas Perempuan, kaum feminis, bahkan figur publik Tanah Air di Twitter, Instagram, hingga seluruh platform media sosial yang ada tanpa terkecuali, bisa dikatakan merupakan bentuk kekecewaan luar biasa di mana mereka merasa gagal mendapat perlindungan dari negara.




    Women March dilakukan tanpa absen tiap tahun, sejumlah LSM perlindungan perempuan bermunculan di mana-mana, sosok perempuan-perempuan tangguh yang berani menyuarakan hak mereka untuk mendapat hukum yang jelas mengenai ganjaran dan tindak tegas bagi para pelaku pelecehan dan kekerasan seksual seakan-akan bak angin lalu yang terhembus tanpa sisa. Lalu, apa yang harus dilakukan?


    Mengingat pada kenyataannya RUU ini bersifat darurat untuk disahkan namun pada akhirnya justru dilengserkan dari agenda, apakah cita-cita kita untuk punya UU yang melindungi korban kekerasan dan pelecehan seksual bukan hanya pada perempuan tapi juga semua gender harus pupus di tengah jalan? Apa yang harus dipersiapkan jika memang undang-undang ini tak akan pernah ada? 


    Berikut yang harus kita lakukan jika RUU PKS tak kunjung tersedia:


    1. Kumpulkan kontak LSM


    Kini ada banyak lembaga swadaya masyarakat yang dibangun untuk lindungi perempuan. Mulai dari mengadakan ruang diskusi tentang apa yang baik dilakukan untuk masa depan agar perempuan dapat terbebas dari bayang-bayang pelecehan dan kekerasan seksual sampai jadi tempat aman untuk bercerita mengenai trauma yang pernah dialami. Mereka hadir untuk perempuan dan dari kumpulan perempuan yang peduli akan keselamatan lahir dan batin kaum Hawa. Simpan nomor kontak mereka sekaligus alamatnya jika satu saat kamu perlu datang ke sana. Beberapa di antaranya adalah: 

    - Hollaback! Jakarta

    - Koalisi Perempuan Indonesia

    - Komnas Perempuan

    - Lembaga Bantuan Hukum APIK, dan

    - Yayasan Lentera Sintas Indonesia.


    Ingat, jangan takut untuk datang dan hubungi mereka jika kamu betul-betul butuh bantuan, ya!


    2. Tajamkan naluri


    Bicara tentang aksi pelecehan dan kekerasan seksual memang tak pernah mudah. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi dan begitu banyak dorongan pada seseorang yang akhirnya dijadikan landasan untuk melakukan salah satu tindakan paling tercela dan bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan ini. Namun meski demikian, sulit dipahami bukan berarti tak bisa diuraikan. Sambil menunggu negara atau siapa pun mengurainya, yang bisa kita lakukan hanyalah mawas diri.


    Latih diri untuk tajamkan naluri. Karena ketika sesungguhnya negara punya kewajiban untuk melindungi rakyatnya dari tindak kejahatan yang tak diinginkan, rakyat pun sebenarnya punya hak bahkan kewajiban untuk melindungi dirinya sendiri saat sedang berada di kondisi terjepit. Manusia dibekali naluri untuk menjaga diri dalam situasi genting. Bahkan sejak zaman purba, perempuan malah harus menajamkan nalurinya untuk melindungi anak-anak dan keluarga dari serangan binatang buas. Laki-laki pun demikian. Sama saja. Oleh sebab itu dalam hal ini, kita sebagai perempuan wajib untuk mendengarkannya. 


    Naluri atau suara kecil di dalam kepala adalah sebentuk alarm yang bertugas mengerem kita dari sesuatu yang berpotensi membahayakan. Jika kamu jalan sendirian, berada di tempat sepi, atau masuk daerah asing, biasanya suara kecil ini akan memberitahumu untuk waspada dan ia muncul tanpa diminta. Berterimakasihlah dengan cara memercayainya. Jika perasaanmu sudah tak nyaman, berarti jangan lanjutkan perjalanan. Atau jika ini terasa pada seseorang, jika ada yang mendekatimu dan seketika kamu merasa tak nyaman, pergilah dan hindari close contact dengannya sebab artinya, ada sesuatu yang tak beres. Dengan mendengar nalurimu, kamu bahkan bisa melindungi dirimu sendiri dan memutus kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi jika kamu tak memedulikannya.


    3. Lindungi diri

    Jika sudah terjadi, jika kamu sudah ada di posisi terancam, maka hal pertama yang HARUS kamu lakukan adalah protecting yourself. Bawa selalu alat perlindungan diri di dalam tas. Di Indonesia, yang bisa kamu bawa adalah semprotan merica, stun gun, baton stick, hingga personal alarm yang paling tidak bisa memberimu sedikit waktu untuk lari atau minta pertolongan. Jika di Amerika tiap orang diperbolehkan membawa pistol, tidak sama dengan hukum di Indonesia yang tak membolehkannya karena sangat berbahaya saat tak digunakan dengan benar.


    Lalu, jangan pernah memandang ke arah mata sebab bisa saja mereka menggunakan metode hipnotis yang marak diberlakukan di sini. Alihkan pandangan, segera ambil alat pelindung diri, dan lari. Kalau bisa, gantungkan di tas agar mudah digapai saat dibutuhkan. Pepper spray dan personal alarm adalah dua benda yang mudah untuk digantungkan di pegangan handbag. Bahkan, stun gun ada yang berbentuk handphone sehingga mudah dimasukkan ke dalam kantong celana atau digantungkan di leher saat harus berjalan sendiri di malam hari atau naik kendaraan umum di jam-jam rawan. Jangan pasrah! Use the instinct and protect yourself.



    4. Hindari jalan sendiri di tempat rawan

    Jika kamu sudah tahu tempat-tempat yang rawan tindak kriminal, sering mendengar dari orang lain, atau bahkan nalurimu yang memberitahumu, maka jangan pernah melewatinya seorang diri. Ajak teman laki-laki setidaknya satu atau dua orang untuk menemanimu menyusurinya jika memang tempat itu benar-benar harus dilewati. Menghindari area rawan kejahatan sama saja dengan menghindari hal buruk terjadi pada dirimu sendiri.

     

    (Baca Juga: Women of the Year 2019: Hannah Al Rashid )


    5. Hindari pergi sendiri ke daerah sepi terutama malam hari

    Sama halnya dengan poin sebelumnya, hindari pergi sendiri ke daerah sepi terutama di malam hari. Bahwa bukan hanya tempat rawan yang berbahaya bagi perempuan untuk dijalani sendiri, tempat sepi di malam hari juga amat berbahaya di mana pun kamu berada. Di desa, di kota-kota besar, di kampus, di area kantor, di mana saja bahkan di seluruh dunia kondisi ini sama bahayanya.


    Di Inggris, kasus perkosaan, penculikan, bahkan pembunuhan seringkali terjadi pada perempuan yang pulang sendirian saat malam hari sesaat setelah keluar dari klub. Di Amerika, perempuan pulang kerja yang harus melewati daerah bronx pun kerap jadi korban. Artinya, ancaman ini tak hanya ada di Indonesia melainkan di seluruh benua. So, yang bisa kita lakukan adalah menghindari kemungkinan. Cari barengan atau jangan lewat tempat tertentu yang sudah jelas sepi. Kalau kamu tahu UU PKS masih belum ada dan perlindungan untuk korban kekerasan dan pelecehan seksual belum diusahakan, maka setidaknya usahakan untuk selamatkan diri sendiri terlebih dahulu. 



    6. Dekati keramaian

    Jika ada jalan yang lebih ramai untuk dilewati, jangan lewat jalan tikus yang gelap meski dirasa lebih dekat. Ingat, mendekati keramaian cenderung jauh lebih aman dibandingkan lewat tempat yang sepi dan sendirian. Setidaknya, kalau terjadi apa-apa, kamu masih bisa teriak minta tolong dan bisa lebih cepat lari ke tempat tertentu untuk minta perlindungan karena ada banyak orang di sekitarmu.



    7. Selalu simpan nomor kontak polisi

    Untuk jaga-jaga, ketahui lokasi kantor polisi terdekat dan simpan nomor teleponnya untuk keperluan mendadak. 



    8. Screening area

    Berdasarkan situs livescience.com, dikatakan bahwa "When walking alone, women should avoid being distracted and should pay attention to their surroundings. Kardian recommends scanning areas that may look deserted but could be harboring predators, such as parking lots." Di sini, Steve Kardian, seorang martial-arts expert dan mantan police officer yang lama bekerja di Office of Public Safety at the New York State Division of Criminal Justice, mengatakan bahwa memerhatikan baik-baik di mana keberadaan kita adalah salah satu cara paling efektif dalam menghindar dari predator, salah satunya di lapangan parkir yang luas.


    Mungkin kalau di Indonesia, tempat-tempat yang dimaksud bisa lebih beragam seperti misalnya pasar, gang kecil, jalan setapak yang gelap, jalan raya lewat tengah malam, dan lain sebagainya. Intinya, tajamkan intuisi dan jauhi tempat-tempat berisiko yang mungkin sebetulnya kamu sudah tahu bahwa di sana kurang aman.


    9. Hindari main handphone

    Masih dari situs yang sama dan orang yang sama, Steve Kardian kembali menyatakan bahwa "don’t be on your cellphone when you're walking to your car". Di sini, ia mengingatkan bahwa fokus pada telepon genggam selama berjalan akan melemahkan nalurimu untuk waspada. Area jadi tak diperhatikan, suara-suara tertentu jadi tak terdengar, dan kamu pun jadi tak maksimal berjaga-jaga sehingga saat ancaman datang, kamu akan langsung kaget dan clueless sehingga pada akhirnya kamu tak tahu harus berbuat apa. Jangan sampai seperti ini. Sebab, menurut laporan yang diterima oleh Steve Kardian setelah cara-cara mawas diri ini dilakukan di areanya, kasus perkosaan dan pelecehan seksual yang terjadi pada perempuan usia 12 tahun ke atas berhasil turun drastis. Kamu pun pasti dan harus bisa melakukannya demi dirimu sendiri.

     


    10. Jangan diam jika terasa mulai ada tanda-tanda

    Jika kamu sudah mulai merasa ada yang mengganggu, segeralah menjauh, lari, cari keramaian, atau minta pertolongan. Ini bisa dilakukan di mana saja. Di kantor, di kampus, di sekolah, di sekitar rumah, di jalan, dan ain sebagainya. Kamu diharuskan untuk bertindak. Jadi, jangan diam saja karena diam tak akan menolongmu dari situasi bahaya. Banyak pelecehan seksual atau kasus kekerasan yang terjadi karena kita diam saja entah karena takut atau bingung. Jangan! Menghindar jika belum terjadi dan teriak atau lakukan perlindungan dirilah jika kontak fisik sudah terjadi. 


    Masih dari situs livescience.com, Steve Kardian membeberkan sebuah rahasia bahwa ""Every predator has two fears: getting caught or getting hurt.When you don't act as the predator expects you to, you ruin his plan.". Di sini, ia menjelaskan bahwa hampir semua predator mengira bahwa calon korbannya akan takut pada mereka. Entah calon korban hanya akan diam, nurut dengan ancamannya, atau malah melawan namun lemah. Nah, jika kamu melakukan sesuatu di luar ekspektasinya, maka kamu akan mengacaukan rencananya dan mereka akan panik.


    Dengan bepura-pura memanggil seseorang padahal tidak ada, akan membuat pandangan mereka goyah seketika karena was-was. Ini waktu yang tepat untuk lari atau melancarkan serangan. Jangan sampai kamu ikuti arahan mereka untuk pindah ke tempat yang lebih sepi karena pertolongan akan lebih sulit untuk didapat. Sebelum sampai ke sana, gagalkan rencananya terlebih dahulu.


    Yakinkan dirimu bahwa kamu bisa menghindar dari segala upaya kekerasan yang akan terjadi dengan tidak membiarkan calon pelaku kejahatan membaca kesempatan. Jangan terlihat lemah karena ini yang akan dimanfaatkan oleh mereka. Bentengi diri dengan sikap tangguh meski mungkin sebetulnya tidak. Namun perawakan perempuan berani dan kuat akan sedikit menyiutkan nyali mereka sebelum bertindak lebih jauh.


    (Baca juga: Cara Menghindari Pelecehan Seksual Di Tempat Kerja )


    11. Jangan mudah percaya pada orang baru

    Ini yang paling penting. Kini, banyak aplikasi kencan online atau kenalan dengan orang-orang baru via daring. Jangan sekali-sekali kamu memberi seluruh informasi pribadi mulai dari nama lengkap, alamat, rutinitas, dan lain sebagainya karena ini berhubungan dengan data diri yang bisa dilacak dan aktivitas yang bisa dibaca.  Kemungkinan paling tak diinginkan adalah ia bisa membuntutimu tanpa kamu tahu. Ia pun bisa datang ke rumahmu tanpa diundang. Kamu belum kenal siapa mereka dan kamu pun tak tahu motif mereka sesungguhnya apa. Ini yang berbahaya.


    Para predator tahu persis di aplikasi kencan online banyak perempuan yang bisa ditemui dan diajak ngobrol. Bahkan mereka juga tahu banyak juga perempuan yang mudah diajak ketemuan hanya dengan menggunakan foto profil palsu. Waspadalah akan hal ini. Karena bagi kamu atau para perempuan yang tak terbiasa perihal kencan online atau tak biasa ngobrol dengan banyak orang, maka kemungkinan ini akan jauh lebih besar dan mengkhawatirkan.


    Jika akhirnya bertemu, kenalanlah dengan biasa saja tanpa harus jujur atas banyak hal. Beri informasi seadanya tanpa harus memberi semua detailnya. Tolak dulu untuk pergi ke lebih dari satu tempat. Pilih juga tempat ramai yang kamu bisa merasa aman dan nyaman di sana. Jangan pulang terlalu malam dan tolak juga secara baik-baik tawarannya untuk mengantarmu pulang. Jika memang ia adalah orang yang baik, tentu akan ada waktunya untuk memberitahu lebih banyak informasi dan menerima ajakan pulang bersama. Tapi untuk pertemuan pertama dan belum ada kepercayaan antara kalian berdua, rasanya bukan hal yang bijaksana untuk mempermudah dirinya tahu banyak tentang dirimu. Hati-hati, sebab banyak sekali kejahatan yang bermula dari kenalan online.


    12. Jaga diri

    Jaga diri sangat berbeda dari melindungi diri. Jaga diri adalah hal pertama yang harus kamu lakukan saat baru akan keluar rumah. Di sini, menjaga diri telah mencakup semuanya. Jangan mudah percaya orang baru, selalu waspada, bekali diri dengan alat perlindungan pribadi, hingga menjaga sikap agar kita terbebas dari segala bentuk kejahatan.


    Salah satu yang paling harus diperhatikan adalah saat kita pergi ke klub sendirian. Misalnya kita sedang ingin bersenang-senang atau sedang stres namun tak ada yang bisa diajak ikut serta, tahan untuk tidak mabuk sampai tak sadarkan diri. Di sini, banyak kesempatan yang bisa dipakai oleh para predator baik secara sadar maupun tidak. Calon pelaku kejahatan yang sedang dalam keadaan mabuk atau sadar sekali pun, akan merasa punya 'mangsa' saat melihat perempuan mabuk sendirian dan tak ada yang mengantar pulang. Ingat, mereka senang dengan perempuan yang lemah. Jangan sampai kamu lupa akan hal ini.


    Sebab, fakta ini juga kerap dibagikan di media luar negeri di mana perempuan dilarang mabuk-mabukan di klub sendirian karena akan sangat membahayakan. Setidaknya, ajak teman! Kalau tak ada teman, tak usah pergi demi keselamatan diri sendiri. Dengan mawas diri, artinya kamu menyayangi dirimu sendiri untuk tidak membuka kesempatan bagi evil eyes yang bertebaran di luar sana. Kita tak pernah tahu di mana dan siapa yang akan menyakiti kita pada akhirnya. Oleh sebab itu, jaga dan mawas diri sudah sewajibnya kita lakukan. 


    13. Belajar untuk lakukan serangan sederhana

    Ada banyak serangan sederhana yang bisa dilakukan saat kita sudah terhimpit. Selain dengan menggunakan alat-alat perlindungan, kamu juga bisa gunakan tangan kosong untuk melawan balik siapa pun yang menyerangmu. Berikut beberapa caranya. 



    Memang sepertinya terkesan mudah, namun banyak dari kita yang tentu panik saat penyerangan terjadi. Well, dalam situasi apa pun, jangan panik. Beri ruang untuk berpikir meski beberapa detik karena itu adalah salah satu kunci dari surviving. Tarik napas dan tenangkan pikiran beberapa detik, lalu lawan. Semakin panik, maka akan semakin lemah kita dan semakin kuat lawan kita. Semakin kita tenang, semakin mengendur pula kekuatan mereka dan di sinilah saat paling tepat untuk melancarkan serangan. Kalahkan ketakutanmu walau sebentar dan bertindaklah dengan benar untuk dirimu sendiri. Jika masih tak mampu menenangkan diri, gunakan seluruh bagian tubuh untuk melawan. Tangan, kaki, kepala, bahkan gigi, untuk menghindari tindak kekerasan yang lebih parah lagi. Jika sudah berhasil, lari dan segera minta pertolongan!


    14. Bekali anak dengan tindakan waspada sejak dini

    Jika kamu adalah orangtua, bekali anak-anakmu dengan kewaspadaan sejak masih kecil. Ajari mereka untuk tidak bicara dengan orang asing, tidak menerima pemberian apa pun dari orang asing, tidak menuruti arahan orang asing untuk melakukan hal yang tak wajar seperti membuka baju atau menunjukkan bagian-bagian tubuh tertentu, dan lain sebagainya.


    Ajari juga mereka untuk mengetahui bagian mana saja yang tak boleh dilihat dan disentuh orang lain. Biarkan mereka paham secara sederhana atas bagian-bagian tubuh yang masih mudah untuk dipahami. Ajarkan untuk selalu mengenakan pakaian yang tepat saat pergi ke luar rumah. Dengan begitu, mereka akan punya kewaspadaan yang akan dibawa sampai dewasa yaitu kewaspadaan akan tubuh yang harus dijaga dan dilindungi agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Kamu pun akan lebih tenang saat melepas mereka ke luar rumah. Jika anakmu perempuan maka mereka akan lebih waspada pada badannya, dan jika anakmu laki-laki maka mereka akan lebih sensitif dalam melindungi orang-orang di sekitarnya dari pelecehan seksual. Berikut cara sederhana yang bisa diajarkan pada mereka.




    (Baca juga: Hindari Kekerasan Seksual Anak )


    15. Jangan pernah takut untuk katakan 'tidak!'

    Salah satu senjata paling ampuh untuk melindungi diri lainnya adalah kata 'tidak'. Tak perlu tenaga dan tak perlu alat bantu. Hanya sebaris omongan tegas yang menyiratkan bahwa kamu tak ingin lanjut ke aktivitas selanjutnya. Di sini, beberapa calon pelaku kejahatan mungkin akan marah dan kurang berkenan dengan penolakan. Lalu muncullah ancaman baru yang bisa jadi akan lebih membuatmu takut. Tak usah kuatir, tetap katakan tidak namun dengan nada lebih tinggi sambil berusaha pergi dari obrolan tersebut. 


    Jika mereka tetap bersikeras dan justru mulai melakukan kontak fisik denganmu, baru lancarkan serangan, lari, dan teriaklah! Mereka akan takut jika orang lain mendengar teriakanmu dan tahu apa yang sedang mereka lakukan. Di mana pun tempatnya, di lingkungan kerja, lingkungan rumah, institusi pendidikan, atau di mana pun, cara ini bisa kamu lakukan selalu.


    16. Jangan takut untuk minta pertolongan

    Berkaitan dengan poin-poin di atas, banyak korban pelecehan dan kekerasan seksual yang takut untuk meminta pertolongan saat pelecehan sedang terjadi. Jangan! Jangan pernah takut untuk bersuara. Jika dirasa institusi tertentu tak bisa menolongmu, pergilah ke orang-orang terdekat seperti tetangga, ketua RT/RW, atau bahkan tokoh masyarakat. Mungkin mereka adalah orang yang paling bisa mengerti karena ada di sekitarmu sehari-hari.


    Minta tolonglah pada mereka apalagi jika kamu mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Lawan dengan suara. Jangan bungkam apalagi merahasiakan kelakuan para pelaku kekerasan dengan silent treatment dari dirimu. Jika mereka marah saat tahu kamu membongkar perilakunya, biarkan saja. Karena kamu berhak mendapat perlindungan dan kamu berhak mendapat rasa aman dari ancaman. Namun jika tak punya tempat berlari, kamu bisa lekas hubungi yayasan tertentu yang telah dicantumkan di poin satu.


    17. Stop menghakimi

    Jika kamu benar-benar peduli pada dirimu sebagai perempuan yang berhak mendapat keadilan dan kesetaraan, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah stop menghakimi perempuan lain yang pernah jadi korban kekerasan dan pelecehan seksual. Sudah ada trauma luar biasa yang mereka emban, jangan kemudian ditambah dengan cibiran yang merendahkan dan makin membuat mereka merasa tak ada artinya. Perlu diingat bahwa mereka adalah korban dan tak ada satu pun perempuan yang mau mengalami apa yang dialaminya. Oleh sebab itu, belajarlah untuk jadi support system yang nyata untuk mereka dengan tidak mengungkit-ungkit masa lalu dan jadilah sumber motivasi yang mencerahkan. Jadilah pendengar yang baik dan bukalah rangkulan untuk orang-orang terdekat yang ternyata mungkin membutuhkan.


    Musuh perempuan biasanya adalah sesama perempuan sendiri. Segala tudingan dan gosip tak sedap biasanya bermula dari omongan sesama perempuan. Oleh sebab itu, berhentilah untuk melakukan hal ini karena dapat berimbas buruk pada psikologis korban. Be kind to others and stop judging!


    18. Stop acuh tak acuh

    Kalau tadi kita bicara dari sisi korban, kini saatnya kita bicara dari sisi orang di sekitar korban. Kamu, dia, mereka, kita, semua, nampaknya memang harus sama-sama mulai peduli pada apa yang terjadi di sekitar kita khususnya pada area publik. Jika kita punya awareness yang sama dan mau saling peduli satu sama lain, maka perilaku pelecehan dan kekerasan seksual bisa diminimalisir.


    Jika kamu lihat aksi tersebut terjadi di kendaraan umum padat penumpang, halte bus, jalan raya, hingga tempat ramai lainnya, maka jangan takut untuk menegur pelaku atau menarik korban agar tidak jadi diperlakukan yang tidak-tidak. Jika kamu tak berani, minta tolonglah pada orang yang kamu anggap mampu menghentikan aksi tak bertanggung jawab tersebut. Bisa laki-laki, keamanan, ibu-ibu, atau lain sebagainya. Biasanya, di Indonesia pelaku kejahatan lebih segan dengan ibu-ibu. Maka kamu bisa coba cara ini untuk memutus rantai kejahatan yang akan terjadi in real time


    19. Sebarkan awareness

    Tak hanya berhenti di tindakan, kamu juga sudah harus mulai menyebarkan kewaspadaan lewat media sosial baik di Instagram, Twitter, Youtube, maupun blog. Agar semua orang punya kewaspadaan yang sama denganmu, atau supaya semua orang bisa paham bahwa kita semua akan selalu siap memerangi pelecehan dan kekerasan seksual dalam segala ruang baik publik maupun privat.


    Dengan adanya sebaran awareness yang banyak, maka pelaku pun jadi lebih segan karena lebih banyak orang yang mau berhati-hati dan saling back up satu sama lain meski tak kenal. Jadi, suarakan seluruh penolakanmu atas tindakan tak tercela ini pada segala platform yang bisa diakses masyarakat luas. Supaya kita bisa bergerak bersama melawan pelecehan terhadap manusia. Tak hanya pada perempuan tapi juga pada segala jenis gender tanpa terkecuali.


    20. Kumpulkan informasi

    Lalu, kumpulkan informasi tentang data-data, studi kasus, jurnal kriminal, karya akademis mengenai perempuan dan kekerasan, hingga jumlah kasus di Indonesia. Baru setelah itu kamu bisa kembali desak negara untuk keluarkan UU PKS agar kita semua merasa terlindungi di bawah payung hukum yang benar-benar jelas.


    21. Jangan berhenti 

    Terakhir, jangan lelah untuk meminta UU PKS dikeluarkan. Jika memang belum tahun ini, mungkin tahun depan atau tahun-tahun entah kapan. Yang, jelas jangan pernah berhenti meminta dan tunjukkan juga bahwa kita tetap waspada. Tapi...... JANGAN hanya karena berharap pemerintah mengeluarkan undang-undang yang akan melindungi diri kita lalu kita jadi careless dan hanya merasa berhak untuk dilindungi.


    Kita pun juga WAJIB bahkan berhak membekali diri dengan rangkaian pengetahuan penjagaan diri yang umum. Karena biar bagaimana pun kita bertanggung jawab pada diri kita sendiri. Kita yang membawa diri ini pergi ke mana pun kita berjalan. Kita yang menentukan akan dibawa ke mana tubuh kita. Kita pula yang menentukan apakah kita menyayangi diri kita dengan tetap berusaha melindunginya sekuat tenaga atau menyerah begitu saja. 


    Well, negara ini memang SANGAT memerlukan undang-undang tersebut karena jika dilihat dari segala kasus yang terjadi, maka tindakan apa pun yang masuk ranah pelecehan dan kekerasan seksual sesungguhnya bisa termaktub dalam tindak kriminal yang berpotensi menyakiti korban baik secara fisik maupun mental. Tak hanya merampas masa depan tapi juga sangat berpotensi merampas kebahagiaan seumur hidup karena stuck pada trauma masa lalu yang mendalam. Ini yang perlu dipikirkan ulang oleh pembuat undang-undang.


    Memang hal ini termasuk sulit untuk dibahas namun tak sulit untuk dimengerti dan dilihat efek jangka panjangnya. Oleh sebab itu, jangan hanya dibahas karena mungkin tak akan ada ujungnya. Namun lihat, pahami, rasakan, dan realisasikan, mungkin adalah anjuran yang tepat supaya setidaknya kasus demi kasus bisa ditelaah. Kenapa sulit dipahami? Karena ini masuk dalam tataran kejiwaan.


    Ketakutan, trauma, kengerian, dan lain sebagainya adalah konsep awang-awang yang tak akan pernah bisa dibahas jika tidak pernah dirasakan sendiri oleh seseorang. Bentuknya tak ada. Persis seperti konsep Ketuhanan. Tapi bukan berarti yang tak merasakan tak punya kewajiban untuk menentang. Karena kita hidup bersama-sama dalam negara yang heterogen bahkan sangat kultural, maka kita telah dianjurkan untuk memiliki empati yang tinggi bahkan sejak masih di bangku sekolah dasar. Empati inilah yang harusnya diaktifkan. Bukan menyerah pada kata sulit yang mengawang pula hasil akhirnya seperti apa dan akan bagaimana. 


    Jadi, harusnya kita sebagai perempuan mau, ya untuk berusaha melindungi diri sendiri dulu sebelum undang-undangnya keluar. Mau, ya untuk jadi single warrior dulu sebelum ada orang lain yang bisa menyelamatkan kita. Bahwasanya kita semua punya kok insting untuk membela diri. Gunakan semua alat perlindungan bahkan seluruh bagian tubuh dulu untuk bebas dari ancaman. Jika pada akhirnya segalanya tak terelakkan, maka jangan takut untuk buka suara pada orang atau tempat yang seharusnya. Kini segala platform sudah tersedia. Tinggal mau atau tidak kita menggunakannya. Be strong, women


    (Baca juga: Mengenal Kekerasan Dalam Hubungan, Kamu Salah Satunya? )