Walau Sakit, Begini Cara Memaafkan Pasangan Yang Selingkuh


  • Walau Sakit, Begini Cara Memaafkan Pasangan Yang Selingkuh
    Diselingkuhi memang menyakitkan, tapi jika kamu punya hati dan jiwa yang kuat dan siap memaafkan, ini caranya. (Foto: Dok. Pexels/Min)

    Saat sebuah hubungan rusak karena perselingkuhan, tak sedikit dari kita yang marah dan sedih. Hati rasanya remuk dan hancur. Pilihan utama pasti adalah untuk meninggalkan pasangan. Namun, tak sedikit juga yang akhirnya berdamai dengan diri serta keadaan dan mencoba untuk memaafkan.


    Kemampuan untuk memaafkan memang perlu hati yang berani dan kuat. Namun, pastikan untuk memaafkan pasangan hanya jika kamu benar-benar yakin dan sudah melihat perubahan yang signifikan. Nah, jika kamu sudah siap tapi masih bingung cara untuk melakukannya, simak cara untuk memaafkan pasangan yang selingkuh berikut ini.


    Memahami alasan kamu mau memaafkan

    Ada banyak alasan seseorang memilih untuk mempertahankan hubungannya meski diselingkuhi. Biasanya karena cinta dan memang melihat adanya kesempatan kedua. Namun, pastikan kamu menanyakan hal ini pada hatimu. Kenapa kamu tetap mempertahankan hubungan setelah perselingkuhan terjadi? 


    (Baca Juga: Alasan Kenapa Pria Selingkuh Dan Tanda-Tandanya)


    Sebagian besar orang memilih untuk mempertahankan karena didasari rasa malu, menjaga nama baik, anak-anak (yang sudah menikah), memberi kesempatan kedua, tekanan budaya, dan malas ribet. Padahal cara pandang yang sempit dalam situasi ini justru hanya akan membuat masalah baru di masa depan.


    Sebaiknya, berikan kesempatan pada pasangan untuk berubah tanpa memberikan deadline yang jelas. Ingat, yang bisa mengubahnya hanya dirinya, bukan kamu. Jika nanti kamu merasa ia memang sudah menyesali perbuatannya dan benar-benar menunjukkan perubahan, kamu bisa memaafkannya.


    Berikan waktu untuk meredakan emosi negatif

    Proses pemulihan setelah diselingkuhi memerlukan waktu yang panjang. Bukan hanya soal kesiapan diri, faktor eksternal juga memegang andil. Sebut saja seperti perubahan tingkah laku, kondisi hubungan, hingga dukungan sosial. Sebaiknya, berikan waktu untuk meredakan emosi-emosi tersebut. Gunakan momen ini untuk bercerita pada orang-orang terdekat, memulihkan kesejahteraan diri, dan perbanyak kegiatan positif.


    (Baca Juga: Apakah Flirting Bagian Dari Selingkuh?)


    Strategi "me-time" ini bisa membuatmu lebih lega dan memberikan kekuatan baru untuk menghadapi perasaan negatif akibat tersakiti. Dengan mengutamakan kebahagiaan diri, kamu akan merasa lebih mudah untuk menghadapi pasangan dan memaafkannya.


    Mengganti fokus

    Bukan berarti kamu harus melupakan perselingkuhan itu, namun jangan jadikan peristiwa itu sebagai fokus hidupmu. Terlalu memaksakan diri untuk melupakannya juga tidak berdampak baik. Cukup terima dan maafkan. Dengan memaafkan, artinya kamu bersedia melangkah ke depan, menjadi lebih dewasa dalam menghadapi hidup.


    (Baca Juga: 5 Tipe Pria Yang Paling Sering Selingkuh)


    Meningkatkan keintiman emosi

    Kamu sudah siap menghadapinya dan membuka hati untuk memaafkan. Namun, katakan pada pasangan apa yang ingin kamu lakukan untuk memupuk kepercayaan kembali. Kamu mungkin tak akan bisa percaya sepenuhnya pada si dia dan itu normal saja. Meski begitu, kamu bisa mencoba meningkatkan kembali kuantitas dan kualitas hubungan menjadi lebih baik dan intim. Seiring berjalannya waktu, perasaan cinta menggebu-gebu akan kembali seperti semula.