Makanan Baik & Buruk untuk Kesehatan Vagina


  • Makanan Baik & Buruk untuk Kesehatan Vagina
    Hati-hati, makanan yang kamu konsumsi dapat memengaruhi kesehatan vagina. (Foto: Dok. Charles Deluvio / Unsplash)

    Apakah kamu pernah mendengar istilah, you are what you eat? Ungkapan ini berarti, makanan yang kamu konsumsi dapat memengaruhi kesehatan, tingkat energi, suasana hati, kulit, kuku, rambut, dan bahkan vagina. 


    Tanda-tanda awal vagina yang sedang tidak pada tingkat pH yang sehat antara lain: perut kembung, sembelit, frekuensi bersendawa yang lebih dari biasanya, timbul rasa gatal, kemerahan dan iritasi. Penting untuk diketahui bahwa vagina tidak seharusnya mengeluarkan bau (amis), keputihan tidak biasa (berwarna abu-abu), gatal-gatal dan kering.




    Berikut ini beberapa makanan yang baik dan tidak baik dikonsumsi untuk kesehatan vagina. Jangan lupa catat ya!


    Makanan untuk Kesehatan Vagina


    Makanan Tinggi Prebiotik dan Probiotik


    Sama seperti usus, vagina juga membutuhkan bakteri baik untuk melawan infeksi dan mempertahankan pH normal. Menurut sebuah penelitian, lactobacillus dapat membantu menjaga kesehatan urogenital dan memainkan peran penting dalam mencegah bakteri vaginosis, ISK (Infeksi Saluran Kemih) dan ragi vaginitis. Untuk meningkatkan kesehatan vagina, kamu bisa mengonsumsi makanan prebiotik seperti bawang putih, bawang merah, pisang, apel, oats dan asparagus, atau makanan probiotik seperti greek yoghurt, kimchi, tempe, dan sauerkraut (asinan kubis). Pastikan bahwa makanan-makanan tersebut tidak melewati proses pemanasan berlebihan karena dapat membunuh bakteri baik yang terkandung di dalamnya.


    Makanan yang Mengandung Lemak Sehat


    Lemak sehat yang sering ditemukan dalam kacang-kacangan, minyak zaitun, dan alpukat disebut-sebut sebagai superfood, karena perannya dalam membantu mengontrol kolesterol, membantu menjaga kadar estrogen agar tetap seimbang, menciptakan lapisan mukosa yang sehat sehingga dapat membantu menangkal infeksi. Almond dan jenis kacang lainnya mengandung vitamin B dan kalsium yang sangat baik untuk mencegah vaginitis.


    Makanan Kaya Vitamin C


    Buah jeruk, grapefurit, buah cranberry dan buah berries lainnya adalah buah-buahan yang diperkaya dengan vitamin C. Kandungan vitamin ini diketahui mampu menangkal radikal bebas dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. 


    Cranberry berperan untuk menjaga kesehatan vagina berkat kandungan proanthocyanidins atau PAC, yakni sejenis senyawa tanaman yang membuat kandung kemih licin sehingga mampu menangkal bakteri penyebab infeksi. Untuk merasakan manfaatnya, minumlah jus cranberry atau jus buah lainnya tanpa tambahan pemanis seperti gula atau susu. 


    Makanan Kaya Omega


    Makanan yang diperkaya dengan omega-3 seperti salmon diketahui dapat mencegah munculnya bau tidak sedap pada area kewanitaanmu. Tak hanya itu saja, mengonsumsi makanan kaya omega-3 juga dapat meningkatkan gairah seks dengan membantu melancarkan sirkulasi dan aliran darah ke area intim.


    Makanan Tidak Sehat untuk Vagina


    Makanan Manis


    Terlalu banyak mengonsumsi gula tentu tidak baik untuk kesehatan vagina. Secara khusus, makanan terlalu manis dapat merusak atau membunuh bakteri baik seperti Lactobacillus. Pada dasarnya, gula adalah kebalikan dari probiotik. Ketidakseimbangan bakteri tentu dapat menyebabkan infeksi jamur, rasa sakit, dan iritasi. 


    Tak berhenti sampai disitu saja, menurut Leena Nathan, MD, obgyn di Ronald Reagan Medical Center UCLA, mengatakan kepada Health bahwa ragi juga cenderung tumbuh subur di lingkungan yang manis dan lembap, sehingga makanan manis dapat meningkatkan pertumbuhan ragi di vagina. Mengonsumsi makanan tinggi gula juga dapat mengubah pH vagina, yang memungkinkan adanya peningkatkan pertumbuhan ragi dan organisme penyebab infeksi lainnya.


    Hindari Makanan Olahan


    Makanan olahan dapat menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan bakteri untuk menyerang tubuh, termasuk vagina. Hal ini dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan vagina, seperti bacterial vaginosis, infeksi ragi, kekeringan, rasa sakit saat berhubungan seks, dan infeksi saluran kemih. 


    Hindari Daging Dan Susu yang Mengandung Hormon Buatan


    Daging dan produk susu tertentu mengandung xenoestrogen, yakni hormon buatan yang meniru estrogen. Hormon buatan ini dapat memblokir estrogen dari vagina, mencegah lapisan mukosa terbentuk, yang dapat membuat kamu lebih rentan terhadap infeksi. 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below