Siap Dengan 'New Normal'? Ini 10 Hal yang Harus Kamu Lakukan


  • Siap Dengan 'New Normal'? Ini 10 Hal yang Harus Kamu Lakukan
    Persiapkan diri sebelum akhirnya boleh ke luar rumah lagi. (Foto: Dok. Pexels.com)

    Beberapa minggu belakangan, nampaknya agenda "new normal" makin sering digembar-gemborkan. Tak hanya menuai pro dan kontra, tapi beberapa pemahaman dan kebiasaan baru pun nampaknya sudah harus mulai dimengerti oleh kita semua sebagai bagian dari masayarakat yang mau tak mau harus ikut peraturan yang ada. Meski sejumlah kontroversi makin membara mengingat jumlah pasien positif Corona di Tanah Air terus bertambah tiap harinya, namun disinyalir jumlah pasien sembuh makin meningkat dari waktu ke waktu. Inilah kemudian yang memicu kalimat "kita harus mulai berdamai dengan Corona dan hidup berdampingan dengannya" jadi satu kalimat paling masuk akal yang mungkin memang harus terlontar demi menggerakkan kembali seluruh roda kehidupan di Tanah Air. Sebab jika terus menerus berhenti, maka lama-lama sistem ekonomi bisa mati.

    Inilah  yang ditakutkan oleh negara mana pun tak hanya Indonesia. Terlebih penduduk kita begitu banyak dan sektor industri juga jadi mata rantai yang saling membutuhkan satu sama lain. Masyarakat butuh penghasilan dan industri butuh pekerja. Logika inilah yang kemudian membuat beberapa orang berpikir, mungkin memang seharusnya kita sudah harus keluar rumah.

    So, sebelum betul-betul mulai menjalankan normalitas baru, ada baiknya kita persiapkan dulu 10 hal di bawah ini agar semua tetap berjalan dengan benar dan kita semua tetap sehat seperti sediakala.




    1. Tetap jaga kebersihan


    (Selalu mandi dan cuci tangan pakai sabun tetap jadi solusi utama. Foto: Dok. Pexels.com)


    Karena keberadaan virus masih nyata di sekitar kita, maka jagalah kebersihanmu setiap hari. Karena tak terlihat, maka anitisipasi ekstra harus terus dilakukan. Cuci tangan dengan sabun setiap pergi ke mana-mana. Sedia sabun kecil di dalam tas untuk mencuci tangan sewaktu-waktu diperlukan. Hand sanitizer memang penting, tapi efektivitas mencuci tangan dengan sabun jauh lebih disarankan oleh para dokter dan ahli kesehatan di seluruh dunia sebab kegiatan ini bisa meluruhkan virus yang akan terbawa pergi bersama air. Sedangkan hand sanitizer, ketika terlalu sering dipakai selain bisa membuat kulit jadi kering ternyata virus pun dapat imun terhadap kandungannya sehingga disinyalir mereka tak akan mati meski kita sudah mengalikasikannya berkali-kali.

    Selain itu, pertahankan kebiasaan mencuci atau menyemprot paket-paket kiriman dan barang apa pun yang datang dari luar untuk meminimalisir kontak dengan virus yang bisa terjadi tanpa kita sadari. Karena kita tak pernah tahu proses pengiriman dan pengepakan barang yang terjadi seperti apa. Bukan untuk berprasangka, namun lebih kepada menghindari diri dan melindungi orang rumah dari sesuatu yang tak diinginkan. Terakhir, usahakan langsung mandi setiap habis bepergian dan jangan pakai sepatu ke dalam rumah. Tinggalkan sepatu di luar agar kemungkinan virus msuk ke dalam hunian bisa lebih terminimalisir.


    2. Perhatikan asupan nutrisi


    (Konsumsilah makanan yang memberi manfaat bagi tubuh. Foto: Dok. Pexels.com)


    Karena sistem imun masih harus dibangun dan dijaga, maka makan makanan bergizi masih jadi satu keputusan terbaik untuk dilakukan di masa seperti sekarang. Mengonsumsi sayuran, buah-buahan, serat, kacang-kacangan, serta segala jenis lauk berprotein tinggi bisa kamu lakukan setiap hari agar kondisi tubuh tetap prima. Hindari terlalu banyak makan gorengan dan lemak agar kerja organ tetap baik. Jika malas makan sayur atau buah, kamu bisa menggantinya dengan minum smoothie atau jus sayur dan buah segar (lebih disarankan cold pressed juice), agar vitamin yang masuk ke dalam tubuh mudah terserap. Oh, iya. Jangan lupa juga selalu masak makanan sampai benar-benar matang, ya! Agar seluruh bakteri dan kuman kasat mata yang ada pada makanan ikut mati.


    3. Tidur yang cukup setiap hari


    (Menyepelekan tidur sama saja memberi kesempatan bagi sistem imun untuk terjun bebas ke titik terendahnya. Foto: Dok. Pexels.com)


    Poin ini mungkin sulit untuk banyak orang. Karena selama WFH, kebanyakan jam tidur kita jadi sangat berantakan. Ada yang baru tidur pagi, ada yang jarang tidur, atau yang jam tidurnya betul-betul terbalik. Hal ini memang mengganggu, namun sebenarnya, tak akan jadi masalah yang terlalu besar jika kecukupan tidur 8 jam sehari masih bisa dicapai karena hal ini berhubungan dengan jam istirahat sistem organ. Saat tubuh shutting down, maka secara otomatis kerja organ jadi melambat. Mereka pun beristirahat. Inilah yang paling utama dalam penjagaan sistem imun tubuh. That's why, sebelum betul-betul kembali bekerja di luar rumah seperti biasa, pastikan kamu tidak kurang tidur, ya.


    4. Olahraga teratur


    (Tak perlu olahraga berat yang penting tubuh terus bergerak. Foto: Dok. Pexels.com)


    Sama seperti tidur, penjagaan imun tubuh yang juga bisa dilakukan adalah olahraga yang teratur. Saat sistem organ punya waktu istirahat yang pas, mereka juga butuh bergerak agar fungsinya tetap baik saat akan diaktifkan sewaktu-watu. Seperti mesin, tubuh juga perlu dipanaskan dan dibiarkan menyala sebentar agar nyaman saat digunakan. Onderdilnya pun tak mudah karatan atau aus saat kita rajin menyalakannya. Persis seperti tubuh kita sendiri. Jika jarang digerakkan, maka fungsi organ lama-lama akan menurun dan berimbas buruk pada kesehatan. Tidak mau hal ini terjadi padamu, kan? Yuk, jangan malas olahraga!


    5. Kenakan alat pelindung yang sesuai


    (Gunakan apa yang memang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Foto: Dok. Pexels.com)


    Membentengi diri dari dalam sudah dilakukan. Lalu bagaimana caranya membentengi diri dari luar? Yaitu adalah dengan menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dan dapat membantu kita terhindar dari Covid-19. Apa sajakah? Masker wajah, face shield, topi, baju lengan panjang, sarung tangan, jaket, dan lain sebagainya, adalah beberapa contoh pelindung diri yang kami yakin kamu sudah paham cara penggunaannya dan harus yang seperti apa yang dipakai sehari-hari. Jangan APD untuk tenaga medis, ya. Karena sudah banyak kok APD untuk pribadi yang memang diperuntukkan untuk keperluan umum. Ingat, jangan rugikan diiri sendiri apalagi orang lain dengan bertingkah acuh tak acuh, ok.


    6. Jangan abaikan manfaat suplemen


    (Minum tiap pagi jika perlu. Foto: Dok. Pexels.com))

    Makan bergizi sudah, olahraga sudah, tidur cukup juga sudah, nah, jika masih merasa kurang sehat, minumlah vitamin yang banyak dijual di pasaran jika dibutuhkan. Vitamin C, D, E, dan jenis multivitamin lainnya adalah beberapa yang mungkin bisa membantu kamu dalam proses penjagaan kesehatan. Fungsinya tetap maksimal, kok. Jadi kalau bisa minum tiap pagi setelah sarapan, ya.


    7. Tetap jaga jarak


    (Kalau mau sehat, jangan dekat-dekat. Foto: Dok. Pexels.com)


    Meski sudah boleh keluar rumah, bukan berarti semua sudah normal-normal saja. Tidak demikian! Kita tetap harus jaga jarak dengan orang-orang di sekitar karena biar bagaimana pun kita tak pernah tahu apakah seseorang itu terjangkit virus atau tidak. Belajar dari mereka yang positif terpapar virus Covid-19 namun tak bergejala, maka keberadaan orang yang tampak sehat-sehat saja bisa jadi amat dekat dengan kita. Oleh sebab itu, tetap beri jarak minimal 1 meter dengan siapa pun di lingkunganmu.


    8. Berpikir positif

    (Memotivasi diri sendiri dan orang lain jauh lebih bermanfaat ketimbang marah-marah di sosial media. Foto: Dok. Pexels.com)


    Untuk yang selalu mengumpat mengenai virus ini, hey, rasanya kita sudah harus stop melakukannya, deh. Karena belum ada juga yang bisa mengubah keadaan dan masalah ini masih merupakan masalah seluruh dunia. Jangan hanya dianggap sebagai polemik dalam negeri saja. Mau bagaimana pun keadaannya, kita baiknya berpikir positif dan terus aktif dalam berkarya. Bukan hanya marah-marah pada sesuatu yang sebenarnya kita sendiri tidak tahu. Tingkatkan kreativitas diri untuk memerangi semua yang ada. Karena tak hanya berimbas baik bagi mental, tapi hal ini juga akan meolong situasi supaya tak terlalu kelam. Jika kita terus menyebar amarah dan negativitas di sosial media terkait isu ini, nampaknya sih sudah sangat ketinggalan jaman, ya. Karena dunia saja sudah mulai terbiasa.

    Apa salahnya berada pada situasi baru yang meskipun menyebalkan untuk sebagian besar orang, tapi kalau dipikir lagi, mungkin ini memang waktu terbaik untuk kita semua belajar tentang cara kerja dunia yang tak bisa kita kendalikan. Terima saja begini adanya. Bukan berarti menyerah pada kondisi, tapi lebih berkaca pada apa yang sudah kita beri at least pada diri sendiri. Sudah ngapain saja selama di rumah? Sudah belajar hal baru apa? Sudah melakukan kewajiban dengan baik atau belum? Jika belum dan selama ini hanya tidur-tiduran saja sambil menebar kekesalan karena tidak bisa ke mana-mana, artinya musuhmu yang sebetulnya bukanlah virus atau pemerintah, melainkan dirimu sendiri.

    So, be positive and do something good! Sebab saat semua sudah bisa kembali normal atau at least 'new normal' mulai dijalankan, kamu akan sangat mengapresiasi berbagai jenis hubungan sosial dan kebebasan yang selama hampir 3 bulan ini tak bisa dilakukan. Pasti menyenangkan sekal!


    9. Jauhi kebiasaan buruk


    (Tak dilakukan tak kemudian kamu jadi rugi, lho. Foto: Dok. Pexels.com)


    Atas nama imunitas, sepertinya kita semua sudah mulai harus buang jauh-jauh kebiasaan yang akan merugikan diri sendiri seperti merokok, jajan sembarangan, jorok, tidak pernah mandi kalau habis pergi-pergi, dan lain sebagainya. Karena, What we do is how we are. Bukan berarti kalau sudah boleh keluar kita bisa seenaknya seperti dulu. Nope at all. Terimalah bahwa kehidupan sedang tidak sama. Karena seperti namanya, new normal, berarti kita juga harus mengubah kelakuan jadi benar-benar anyar sehingga new normal bisa menggiring kita pada kondisi the new us yang bisa jadi justru lebih menguntungkan. Kalau ouput-nya baik, kenapa harus takut untuk berubah. Kuatir boleh, bandel jangan.


    10. Peduli 


    (Berpikirlah secara kolektif sebab kamu tak hidup sendiri di dunia ini. Semua orang menghadapi masalah yang sama. Foto: Dok. Pexels.com)


    Terakhir, dalam kondisi ini kita harus peduli terhadap sesama. Saling menguatkan satu sama lain dengan tidak menjadi orang yang ignorrant adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. Dengan menjalani 9 kebiasaan di atas, maka kita tak hanya bisa menyelamatkan diri sendiri melainkan orang lain untuk tidak saling tertular dan menulari virus. Jadi, sudah siap untuk new normal? Harus, dong. Toh kalau semua ternyata tak berjalan baik, keputusan untuk PSBB pasti akan diberlakukan lagi seperti di Korea Selatan baru-baru ini. Setelah kembali membuka sekolah untuk pelajar, akhirnya mereka menutupnya lagi karena jumlah kasus Covid-19 muncul lagi. Negara tidak akan mungkin mau kehilangan banyak penduduknya, kok. Jadi yakin saja pemerintah sudah melakukan yang terbaik. Karena kalau banyak usia produktif berguguran dan para profesional tiada, Negara bisa apa? 




 

Related Articles

Advertisement - Continue Reading Below