Fakta Tentang Kesepian Yang Perlu Kamu Ketahui


  • Fakta Tentang Kesepian Yang Perlu Kamu Ketahui
    Kesepian bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada yang berimbas pada depresi dan ada pula yang tidak. (Foto: Dok. Sasha Freemind/Unsplash)

    Menurut para ahli, kesepian merupakan kondisi mental dan emosional yang ditandai oleh adanya perasaan-perasaan terasing akibat kurangnya interaksi baik dengan orang lain maupun pasangan. Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini akan berujung pada stres akut sampai pada kematian. Simak fakta tentang kesepian yang perlu kamu ketahui:

    1. Situasi ini tak mengenal usia. Jika terjadi pada usia muda atau masa pertumbuhan, maka proses tumbuh kembang jiwa mereka akan terhambat bahkan akan mengalami trauma tertentu pada masa depan. Jika tak segera ditangani, masa depannya akan semakin sulit terutama saat mereka harus terjun ke masyarakat.
    2. Berapa pun banyaknya teman, sahabat, dan kerabat yang dipunya, nyatanya seseorang tetap bisa mengalami kesepian karena kondisi ini sifatnya sangat subjektif dan berhubungan langsung dengan perasaan.
    3. Menurut situs Psychologytoday.com, 60% rasa kesepian dirasakan oleh mereka yang telah lama menikah namun sudah tidak lagi saling membagi kehangatan, cerita, atau bahkan cinta sesama pasangan. Hal ini punya efek luar biasa karena masing-masing akan merasa hubungan emosionalnya terputus dan merenggang karena pasangan dianggap tak lagi mampu memberikan koneksi batin seperti yang diharapkan.
    4. Semakin modern dan semakin canggih teknologi, orang akan semakin mudah kesepian karena gadget punya kemampuan untuk menyerap perhatian individu secara maksimal sehingga mampu menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Dengan sering berinteraksi lewat gawai, orang jadi lupa cara bersosialisasi yang real. Jadi, kesepian dalam keramaian jauh lebih mudah dirasa. 
    5. Sebuah studi menyatakan bahwa kesepian dapat membuat kedinginan. Reaksi ini muncul pada penderita sebagai respon alami terhadap “jiwa yang dingin” dan hilangnya rasa hangat pada relung hati. Ya, tubuh menyikapinya dengan dramatis. Selain itu, kesepian juga bisa membuat pikiran merasa sedang berada di bawah serangan karena secara klinis, tekanan darah dan kolesterol seketika meningkat. 
    6. Jika sudah kronis, kesepian bisa menimbulkan masalah pada jantung karena stres yang tak berkesudahan terganggunya sistem imun, mengalami diabetes tipe 2, arthritis, hingga alzheimer. Produksi hormon stres pun meningkat pesat sehingga penderita jadi punya kesulitan untuk tidur, kemampuan dan kreativitas menurun, hingga inflamasi lambung. “Loneliness causes great damage to overall well being”, begitu tulis Guy Winch Ph.D. dalam situs Psychologytoday.com. 
    7. Mengapa kesehatan mental dan fisik ikut terganggu saat mengalami kesepian? Peneliti menemukan bahwa isolasi sosial punya efek langsung pada aktivasi syaraf dopamin dan serotonin yang merupakan kunci dari kebahagiaan dan keseimbangan emosi. Ketika stres melanda, dopamin dan serotonin tak mengeluarkan hormonnya sehingga kebahagiaan dan kesehatan jadi terganggu. Ini yang mengakibatkan semua sistem jadi berantakan. Segala jenis rasa sakit dan nyeri pun lebih mudah terasa. 


    (Baca Juga: Cara Mengenali Emosi)


    Bagaimana cara mengatasinya?

    1. Sibukkan diri dengan hal-hal yang kamu suka seperti menjalankan hobi atau bergabung pada komunitas tertentu yang sejalan dengan minat.
    2. Belajarlah menikmati kesendirian dan nyamankan pikiran dan perasaanmu. Dengan begitu, ketika orang lain tak ada, kamu sudah bisa berkompromi dengan diri sendiri. 
    3. Bersosialisasi atau sekadar berinteraksi sebentar dengan orang lain perlu dicoba. Semakin sering dilatih, maka kekakuan dalam berkomunikasi sedikit demi sedikit akan pudar. Ingat, tujuan utamanya bukanlah mencari teman sebanyak-banyaknya melainkan berinteraksi sebaik-baiknya agar obrolan yang terjalin punya makna untuk keseharian. 
    4. Mulailah hari dengan senyuman. Studi membuktikan bahwa dengan tersenyum, kita telah memberi aura positif terlebih dahulu pada diri sendiri. Setelah itu, respon dari orang lain pun akan samasama baik sehingga perbincangan relatif lebih mudah dimulai.
    5. Jangan selalu menaruh perhatian pada gadget. Mulailah peduli dengan lingkungan sekitar. Fokus dan habiskan waktu lebih sering pada orang yang sudah ada dalam hidup. Tanpa perlu bersusah payah untuk dekat dengan orang baru, jalinlah relasi yang lebih intens dengan mereka yang telah siap sedia. Sebut saja keluarga, sahabat lama, atau bahkan orang-orang terdekat yang tanpa disadari tak pernah jauh darimu.
    6. Paksa diri untuk katakan ‘ya’ pada yang biasanya tak ingin kamu lakukan karena merasa tak bisa. Selain akan memberi pengalaman baru dalam hidup kamu khususnya dalam urusan trial and error, kamu juga berkesempatan dalam bertemu dengan orang baru untuk diajak berbagi pengalaman. 
    7. Jika diperlukan, kunjungi psikolog, psikiater atau terapis khusus yang dirasa bisa membantu.  


    (Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Cinta)


    Intinya, kesepian adalah kondisi yang kita biarkan terjadi dengan sendirinya. Saat kita memutuskan untuk keluar dari situasi tersebut, pasti akan mudah pula untuk dilakukan. Tinggal mau atau tidaknya kamu terlepas dari jerat ‘kekosongan’ itu. Selamatkan diri sendiri atau orang-orang terdekat agar tak terjerumus dalam stres berkepanjangan yang berujung pada rusaknya kesehatan bahkan kematian.


    *DISCLAIMER: Artikel ini sudah terbit di majalah Her World Indonesia edisi Januari 2019 dengan judul " You Are Not Alone ".